
Satu bulan berlalu , Pelangi dan ketiga buah hatinya sudah mulai kembali ke sekolah , kaki Surya pun Telah pulih seperti sedia kala , dan sudah mulai kembali bekerja ,
Setelah beberapa hari bekerja , Surya tak lagi bertemu dengan Asri , Asri seolah menghilang dari kehidupan Surya ,
Hingga suatu hari Surya mendengar kabar dari orang terdekat Asri , jika Asri telah menikah dikampung halamannya , yang dilangsungkan satu hari setelah hari raya ,
Surya cukup terpukul mendengar kabar pernikahan Asri , antara percaya dan tidak , wanita yang memiliki impian menikah dengannya kini telah menjadi milik pria lain ,
Surya sadar betul ia telah mengorbankan rumah tangganya demi mempertahankan wanita pilihan nya , tapi sekarang dia kehilangan wanita pujaan hatinya ,
Rasa percaya diri dan kesombongan yang Surya gaungkan dihadapan Pelangi telah terpatahkan , ia sudah kalah dari Pelangi ,
Itu sebabnya akhir - akhir ini Pelangi sering memergoki Surya duduk termenung seperti orang bingung ,
Pelangi tak ingin bertanya terlebih lagi jika mengetahui hal yang membuat Surya gelisah , jawabannya masih seputar hubungan terlarang Surya dengan perempuan itu ,
Tidak ada bedanya bagi Pelangi , mengetahui atau tidak mengetahui apa yang dipikirkan Surya , karena hasilnya akan sama , sama - sama membuat hatinya teriris ,
Ternyata kecelakaan yang menyebabkan Surya tak bisa berjalan menjadi akhir dari hubungan Surya dengan Asri ,
Flashback ,
Sore itu jam kerja pulang tiga jam lebih awal , Surya tidak langsung pulang , ia lebih dulu mengantarkan Asri ke kostan nya ,
" Mas , waktu kebersamaan kita tinggal beberapa jam lagi , aku pasti akan merindukan kamu selama di sana " Asri bergelayut manja di bahu Surya ,
" Kita pisah ngga lama kan , cuma dua Minggu , setelah itu kita bakal sama - sama lagi " Surya merengkuh bahu Asri , mengusap - usap lembut bahunya ,
Surya seolah sedang meyakinkan Asri , jika dirinya tidak akan kemana - mana ,
" Aku l akan menjadi orang pertama yang menjemput kamu di stasiun saat kembali nanti " ujar Surya mantap ,
" Beneran ? " Asri ragu ,
Asri wanita yang cerdik , ia tidak mau percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan Surya , meskipun Asri tahu jika Surya mencintainya , namun Asri khawatir Surya memiliki istri dan anak , mereka bisa saja membuat Surya berubah haluan ,
__ADS_1
" Apa kamu ngga percaya sama aku ? , apa pengorbananku belum cukup ? aku sudah memilih kamu dibanding istri dan anak - anakku , apa masih ada yang harus aku buktikan untuk menunjukkan kesungguhan aku ? " Surya menatap lekat wajah Asri ,
" Begini saja aku memiliki satu permintaan " tutur Asri
" Apa ? " Surya mengerutkan kening nya ,
" Malam nanti kamu harus mengantar aku ke stasiun , jika kamu datang berarti kamu benar - benar serius dengan hubungan kita , tapi kalo kamu tidak datang itu berarti hubungan kita selesai " Asri mengajukan persyaratan untuk menguji kesungguhan Surya ,
" Oke , aku akan buktikan kalo aku sungguh - sungguh " Surya menyetujui nya , Asri mengangguk mantap ,
Menjelang magrib , Surya memutuskan untuk pulang lebih dulu ke rumah , setelah cukup lama menghabiskan waktu bersama dengan Asri ,
" RI , aku pulang dulu ya , aku mau mandi sekalian ganti baju " ujar Surya ,
" Kenapa ngga mandi di sini aja , baju ganti kamu juga ada disini " Asri berusaha mencegah Surya ,
" Aku mandi di rumah aja , lagian cuma sebentar , nanti balik lagi kesini " bujuk Surya ,
Entah kenapa Asri merasa ada yang mengganjal dihatinya , ia seolah tidak rela membiarkan Surya pulang ke rumahnya ,
" Tapi mas ? " rajuk Asri ,
" Iya udah " Asri terpaksa membiarkan Surya pergi ,
Surya mempercepat langkahnya , ia ingin segera tiba di rumah , mandi , ganti baju dan kembali ke kostan Asri secepat mungkin ,
Saat Surya tengah berdiri di bibir jalan , bis jemputan karyawan tempat Surya bekerja melintas ,
" Sur , kamu mau balik ? " Tanya Feri sang supir ,
" Iya,,, ! " sahut Surya ,
" Ayo , kebetulan kita searah " ajak Feri ,
" Tanpa ba-bi-bu , Surya langsung lompat kedalam bis ,
__ADS_1
Sepanjang perjalanan mereka pun berbincang ke sana kemari , mulai dari masalah pekerjaan hingga masalah pribadi ,
Hari mulai gelap , Kerlip lampu penerangan pun mulai menghias jalanan , saking asiknya berbincang tanpa terasa Bis yang Surya tumpangi telah sampai di depan jalan menuju rumah ,
" Makasih buat tumpangan nya Ri " Ujar Surya ,
" Siap ! " sahut Feri sang supir ,
Surya gegas turun dari bis , saking semangatnya ia tidak memperhatikan tanah yang akan di pijak nya , hingga saat melompat dari pintu bis Surya terperosok ke dalam lubang yang dalamnya kurang lebih satu meter ,
Surya merasakan sakit di bagian kedua kakinya saat berusaha untuk bangkit , ia berdiri menopang tubuhnya dengan satu kaki , Surya berusaha mencari pijakan dan menggapai sesuatu yang bisa dijadikan pegangan ,
Surya meraba - raba tanah di atas kepalanya , berharap ada sesuatu yang bisa dijangkau oleh tangan nya ,
Entah suatu kebetulan atau memang pertolongan dari Tuhan , tangan Surya menyentuh sebuah batu besar yang tertanam dengan kokoh ,
Dengan berpegangan pada batu itu , Surya berusaha keras untuk naik keatas , usaha pertamanya tak membuahkan hasil , ia kembali terjatuh karena kondisi tanah yang dipijaknya licin ,
Dengan satu kaki yang tak bisa digerakkan dan kaki lainnya yang berdenyut nyeri Surya kembali mencoba naik dan berhasil ,
Sesampainya di atas , Surya merasakan kedua kakinya sakit yang luar biasa , ia sadar butuh perjuangan untuk bisa sampai ke rumahnya ,
Akhirnya Surya memutuskan berjalan dengan menggunakan pantat dan kedua tangannya untuk berjalan atau dengan kata lain dengan cara ngesot
Selama berjam - jam Asri menunggu kedatangan Surya mulai dari kost an hingga stasiun kereta , bahkan saat kereta yang membawa Asri melaju meninggalkan stasiun pun Surya tak kunjung datang ,
Disaat Asri menunggu kedatangan Surya , disaat itu pula Surya tengah merasakan sakit dan berjuang untuk bisa sampai ke rumah ,
Sementara Asri tidak mengetahui jika lelaki pujaan hati yang sangat dinantikan kehadirannya itu mengalami kecelakaan , Asri menduga ketidak hadiran Surya di kostan nya itu menunjukkan ketidak seriusan Surya pada hubungan keduanya ,
Ketidak hadiran Surya dikostan nya atau di stasiun membuat Asri kecewa , Asri beranggapan jika Surya telah ingkar janji ,
Alhasil Asri memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Surya , ia tidak ingin lagi mendengarkan penjelasan apapun dari Surya ,
Asri tak mau lagi mengharapkan Surya yang tidak sungguh - sungguh mencintainya , Asri menduga jika Surya lebih memilih kembali pada istrinya ketimbang menikah dengan nya ,
__ADS_1
Berdasarkan praduga itulah Asri memutuskan untuk bersedia dinikahkan dengan lelaki pilihan orang tua nya di kampung halaman ,
Asri memang belum menceritakan perihal perjodohannya pada Surya , karena orang tua Asri setuju membatalkan perjodohannya bila Asri memperkenalkan Surya pada orang tuanya ,