
Pelangi dan Rahayu tengah duduk bersama dimeja makan ,
" Kamu cerita sama bunda , jangan pendam masalahmu seorang diri , hanya akan merusak dan merugikan diri kamu sendiri " tutur Rahayu ,
" Bunda tahu , apa yang Surya lakukan semalam , semalam Surya membuktikan perkataannya , semalam Surya membawa perempuan selingkuhannya kesini " tutur Pelangi ,
" Astaghfirullah,,,,," seru Rahayu ,
" Semalam perempuan itu menginap disini , sepertinya semalam mereka berduaan di dalam kamar , bahkan tadi pagi mereka sarapan dan pergi bersama tanpa merasa bersalah " cerita Pelangi ,
" Ya Allah,,,,, ini ngga benar Pelangi , apa yang Surya lakukan sudah melewati batas , dia nggak bisa bersikap sesuka hatinya , apa lagi ada tiga orang anak diantara kalian , apa anak - anak tahu kalo perempuan yang datang sama papanya itu selingkuhan papa mereka ? " selidik Rahayu ,
" Engga Bun , Pelangi bilang sama mereka , kalo perempuan itu adalah kerabat jauh papanya , Pelangi terpaksa berbohong untuk menutupi keburukan Surya di depan anak - anaknya , tapi sepertinya anak - anak sudah mulai menjaga jarak dari papa nya , mengingat perlakuan Surya yang sering melakukan kekerasan " ungkap Pelangi ,
" Tentu saja , karena anak - anak juga punya nurani , mereka sudah bisa menilai sendiri mana yang benar dan mana yang salah ,
Kamu harus lebih bersabar , kuatkan hatimu demi anak - anak , lakukan apa yang menurut hatimu benar , semoga Tuhan memberikan jalan terbaik untuk kamu juga anak - anak " doa Rahayu ,
" Insyaallah Bun , Pelangi mohon doakan yang terbaik untuk Pelangi ya Bun " Pelangi memohon restu dari sang bunda ,
" Pasti , bunda akan selalu berdoa untuk kebaikan kamu juga cucu - cucu ibu " Rahayu menyanggupi ,
" Makasih banyak Bun , bunda selalu ada disaat Pelangi butuhkan " Pelangi memeluk sang bunda , Rahayu pun balas memeluk Pelangi ,
Semenjak malam dimana Surya membawa perempuan selingkuhannya pulang ke rumah , hubungan Surya dan Pelangi semakin renggang , keduanya begitu dingin , drama di pagi hari pun kerap terjadi ,
Pertengkaran Surya dan Pelangi selalu menjadi ajang tontonan bagi anak - anak mereka , Surya tidak sungkan - sungkan melontarkan kata - kata kasar kepada Pelangi di depan anak - anaknya , merasa diri jagoan ,
Pelangi dan Surya pun tidur dikamar yang terpisah , walaupun begitu Pelangi masih melakukan kewajibannya menyiapkan semua keperluan Surya ,
__ADS_1
Hubungan keduanya benar - benar sudah memburuk , Surya lebih peduli pada perempuan selingkuhannya , dibandingkan pada istri dan ketiga anaknya , dan Pelangi harus berusaha kuat demi ketiga anaknya walau harus menanggung beban batin yang teramat sangat ,
Beberapa bulan berlalu , kondisi rumah tangga Pelangi dan Surya tak kunjung membaik , Pelangi kerap mendapatkan Perlakuan tidak menyenangkan dari Surya , baik kekerasan fisik maupun kekerasan verbal ,
Rahayu hanya bisa mengusap dada kerap kali mendengar pengaduan dari Pelangi , ia sangat menyayangkan sikap Surya , namun Rahayu tidak bisa berbuat banyak , bila dirinya ikut campur urusan rumah tangga mereka , maka Pelangi yang akan terkena imbasnya ,
Bahkan memasuki bulan Ramadhan pun , Pelangi tidak bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang , selalu saja ada hal yang membuat puasanya merasa tidak afdhol ,
Pelangi bisa menahan nafsu amarah namun ia tidak bisa membendung tangis kerap kali mendapat kekerasan verbal dari Surya ,
Selama menjalankan ibadah puasa , Surya tidak pernah ada saat waktu berbuka , dan dia akan mengerjakan makan sahur dengan memasak mie instan buatannya sendiri sebelum yang lain makan sahur ,
Setidaknya Pelangi sudah melayani Surya sebagaimana mestinya , namun jika Surya bersikeras untuk mengurus dirinya sendiri Pelangi tak bisa berbuat apa - apa ,
Mungkin Surya sudah tidak lagi membutuhkan dirinya karena merasa sudah ada Asri yang menggantikan posisinya ,
" Tumben , biasanya dia pulang malam , apa jangan - jangan Asri sudah mudik ke kampung halamannya ya ? " tanya Pelangi dalam hati ,
Semenjak Pulang dari tempat kerja , Surya tidak keluar dari kamar , Pelangi berfikir jika suaminya itu lelah dan tertidur ,
Masuk waktu magrib , Surya baru keluar dari dalam kamar , sepertinya hendak pergi mandi melihat handuk yang bertengger di bahunya ,
Suasana di kediaman Pelangi begitu dingin , tak ada lagi canda tawa , tak ada lagi perbincangan hangat , mereka layaknya orang yang tak saling mengenal satu sama lain ,
Tak ada lagi komunikasi diantara suami dan istri juga diantara ayah dan anak , mereka saling tatap dan berpapasan namun tak satu katapun keluar dari bibir mereka ,
Mereka berbicara seperlunya , Pelangi dan ketiga buah hatinya sudah membiasakan diri menjalani hari tanpa kehadiran Surya , mereka tidak lagi mengandalkan Kepala keluarga yang tak pernah ada untuk mereka , mereka melakukan semua pekerjaan sendiri , tanpa mengharap bantuan dari suami ataupun papa mereka ,
Selepas magrib nampak Surya keluar dari dalam kamar dengan mengenakan pakaian rapih , Pelangi dan ketiga buah hatinya yang tengah berbuka hanya menatap Surya yang berlalu dihadapan mereka ,
__ADS_1
" Rumah ini sudah seperti hotel saja baginya , dia datang dan pergi sesuka hati tanpa menghiraukan Keberadaan aku juga anak - anaknya " batin Pelangi , saat Surya pergi meninggalkan rumah tanpa pamit ,
" Papa mau Kemana ma , kok ngga buka dulu , ngga pamit lagi sama mama ? " tanya Kinan ,
" Mama ngga tahu sayang , mungkin papa kamu ada keperluan , sudah, kalian ngga usah ambil pusing dengan sikap papa kalian , mungkin papa kalian mau berbuka puasa bersama dengan teman kerjanya " Pelangi berusaha memberi pengertian pada ketiga buah hatinya ,
" Mungkin papa kalian akan berbuka puasa bersama teman wanitanya , maafin mama nak , mama harus terus berbohong untuk menutupi kesalahan papa kalian ,
Dengan begitu angkuhnya kamu bersikap terhadap kami , dengan begitu bangganya kamu menunjukkan sikap tercela mu , tanpa rasa berdosa kamu mendzholimi kami , kami tetap diam , kami tetap menghormati kamu , semoga saja Tuhan memberikan hidayah atas segala perbuatan kamu Kak " batin Pelangi ,
Selepas berbuka dan shalat magrib , kinan , Rara dan Dimas pergi untuk shalat tarawih , sementara Pelangi merapihkan meja dan piring kotor bekas berbuka puasa ,
Jarum jam dinding menunjukkan pukul 20.30 malam saat Kinan , Rara dan Dimas pulang dari shalat tarawih , ketiganya langsung masuk kedalam kamar untuk belajar ,
Pukul 21.00 malam , Surya belum juga kembali , Kiran , Rara dan Dimas telah terlelap , Pelangi pun merasa matanya mulai mengantuk , tanpa sadar ia pun terlelap di sofa ,
Malam semakin larut ,
" Tok,,,,tok,,,,,tok,,,,,! " antara sadar dan tidak Pelangi mendengar suara ketukan di pintu , hening sesaat Pelangi pun kembali terlelap ,
" Tok,,,,tok,,,,tok,,,,! " Suara ketukan di pintu kembali terdengar , Pelangi membuka kedua bola matanya ,
" Pelangi,,,,,! " Pelangi mendengar suara yang dikenalinya dari luar sana , ditatapnya jam dinding yang menunjukkan pukul 23.00 malam ,
" Pep,,,,pelangi,,,,! " panggil Surya untuk kedua kalinya seraya menahan rasa sakit ,
Pelangi bergegas menghampiri pintu lalu membukanya ,
Saat pintu terbuka , Pelangi terkejut mendapati Surya yang tengah duduk terkulai di anak tangga pintu rumahnya ,
__ADS_1