
" ya Wis , sekarang ajak anakmu keluar , entah gimana caranya , kasian Pelangi udah mules - mules dari semalem ,
" Ya ampun ma , kenapa semalem ngga telpon papa sih ? " tegur Surya ,
" Gapapa pa , aku masih kuat , cuma kayaknya bayinya pengen lahirannya ditungguin sama papa nya " ujar Pelangi ,
Surya pun memegangi perut buncit Pelangi dan mengusapnya dengan lembut ,
Surya mendekatkan wajahnya ke perut Pelangi ,
" Bismillahirrahmanirrahim , Utun inji , anak papa ayo lahir sayang , mama sama papa udah ikhlas ,
mama sama papa udah nunggu kehadiran kamu sayang , yuk lahir yuk , kamu akan jadi kebahagiaan mama , papa juga kakak - kakak kamu sayang " Surya berusaha berinteraksi dengan sang jabang bayi yang diakhiri dengan mendaratkan ciuman di perut Pelangi lalu berpindah ke kening Pelangi ,
Baru saja Surya selesai bicara ,
" Aww,,,,,mbak ,,,,,! , , kayaknya bayinya dah mau keluar ini " pekik Pelangi ,
" Alhamdulillah ,,,,, ! " seru bidan Asih , Surya dan Rahayu bersamaan ,
" Tenang,,,,, atur nafas , kalau saya bilang dorong langsung mengejan ya,,,," titah bidan Asih , yang di angguki oleh Pelangi ,
" huh,,,,huh,,,huh,,,," Pelangi berusaha mengatur nafas ,
" Yuk dorong yuk,,,,, " bidan Asih memberi aba - aba ,
" Heuuuhhhhhggg " Pelangi mengejan sekuat tenaga , dan,,,,
" ea,,,,ea ,,,,,ea ,,,," dalam sekali hentakan sang jabang bayi akhirnya berhasil keluar ,
" Alhamdulillah ,,,," ucap syukur kembali terucap dari bibir Pelangi , Surya , Rahayu juga bidan Asih ,
Dengan sigap bidan Asih menangkap tubuh mungil yang baru saja melihat dunia ,
" Bayinya perempuan ngi , cantik ! " celoteh bidan Asih , sambil membersihkan bayinya ,
Setelah selesai memandikan sang bayi , bidan Asih menyerahkan Sang bayi kepada Rahayu untuk dipakaikan baju ,
Rahayu meraih bayi mungilnya dari tangan bidan Asih , selesai memakaikan baju Rahayu membungkus tubuh sang bayi dengan kain pernel agar bayi merasa hangat dan nyaman ,
Setelah selesai Rahayu menyerahkan sang bayi kepada Surya untuk diadzani , Surya pun mulai mengumandangkan adzan ditelinga sang bayi ,
__ADS_1
Selesai mengadzankan bayinya , Surya menghujani wajah sang bayi dengan ciuman , mulai dari kening , kedua pipi dan hidung mungilnya ,
Sementara Rahayu tengah memakaikan kain pembebat pada tubuh Pelangi , bidan Asih tengah merapihkan peralatan medisnya ,
Tugasnya membantu persalinan Pelangi telah selesai , sedangkan Surya tengah menguburkan placenta milik sang bayi di halaman rumah ,
" Pa , anaknya mau dikasih nama siapa ? " tanya Pelangi pada Surya ,
" Gimana kalo kita kasih nama Qonita nuraini , panggilannya Qoni atau Nita " ujar Surya ,
" Boleh , nama yang bagus " sahut Pelangi setuju ,
Sejak hari itu suasana rumah semakin ramai , suara tangisan bayi Qoni yang beradu dengan suara teriakan Dandi ,
Kinan , Rara dan Dimas menjadi tidak bisa belajar dengan tenang , dan secara otomatis pekerjaan Rara pun bertambah ,
Semenjak memiliki bayi Qoni , Pelangi membawa Dandi ke sekolah , sementara Qoni di jaga oleh Ami sang nenek ,
Kehadiran Dandi dan Qoni membuat ketiga anak Pelangi yang mulai menginjak remaja sedikit terabaikan ,
Perhatian dan kasih sayang Pelangi sepenuhnya tercurah pada Dandi dan Qoni ,
Dua tahun kemudian , Rahayu telah menjual sebidang tanah miliknya dan membagikan hasil penjualannya kepada ke enam anak - anaknya ,
Rumahnya memang tidak terlalu besar , tapi memiliki tanah lebih yang luas , bisa untuk membuat dua buah kamar tidur dan dapur ,
keberadaan Pelangi di
rumah sewa tinggal menghitung hari , karena Pelangi akan memboyong seluruh keluarganya untuk pindah ke rumah baru mereka ,
Hal ini tentu saja membuat Rara dan Dimas sedih , karena mereka harus terpisah dari kawan - kawan bermain mereka dan tinggal di lingkungan baru yang belum mereka kenal ,
Setiap hari Pelangi mengepak perabotan miliknya yang di bantu oleh Rahayu sang bunda juga Rara ,
Minggu pagi ,
Hari yang dinanti - nanti pun tiba , hari ini adalah hari kepindahan Pelangi Pelangi' ke rumah baru nya ,
Barang - barang pun mulai dinaikkan ke atas mobil truk sementara Pelangi , Rahayu dan anak - anaknya menaiki sebuah kendaran umum yang telah di Carter oleh Pelangi ,
Setelah satu jam perjalanan , akhirnya mereka sampai di rumah baru mereka , suasana sekitar nampak lengang ,
__ADS_1
karena hanya beberapa rumah saja yang berpenghuni , selebihnya masih dalam tahap pembangunan ,
Karena kebetulan rumah yang ditempati oleh Pelangi adalah salah satu rumah percontohan ,
Barang - barang pun mulai diturunkan dan dibawa masuk ke dalam rumah , setelah semua barang selesai diturunkan mobil truk pun pergi dari depan kediaman Pelangi ,
Pelangi dan Surya mulai menata barang - barang yang di bantu oleh Kinan , Rara dan Dimas , sementara Rahayu menjaga bayi Qoni , sedangkan Dandi tengah asik memainkan mainan kesukaannya ,
Menjelang senja , sesi beres - beres pun selesai , Pelangi bergegas memasak untuk makan malam ,
Kali ini Rahayu menginap di kediaman baru Pelangi , mengingat esok hari ia harus menjaga bayi Qoni ,
Suasana malam dikediaman baru Pelangi begitu sunyi , hanya ada satu atau dua kendaraan yang lewat ,
Mungkin karena penghuni komplek nya masih sedikit , hingga jarang terlihat orang yang berlalu lalang selain kuli bangunan dan mobil proyek yang mengangkut bahan baku bangunan ,
Selepas makan malam Kinan , Rara dan Dimas menyiapkan perlengkapan sekolah mereka untuk esok hari , lalu pergi tidur ,
Sementara Rahayu sang nenek , telah lebih dulu tidur , sepertinya beliau kelelahan setelah seharian menjaga Qoni dan Dandi ,
Setelah menidurkan Qoni , Pelangi berjalan menuju kamar tempat dimana sang bunda dan ketiga anak - anaknya tidur ,
Ditatapnya wajah - wajah lelah keempatnya , rasa bersalah mengusik relung hati Pelangi ,
" Maafin Pelangi Bun , Pelangi sudah terlalu banyak merepotkan bunda , semoga Allah senantiasa memberikan Bunda umur panjang juga kesehatan ,
Pelangi membalikkan tubuhnya , meninggalkan kamar anak - anaknya melangkah menuju kamar nya ,
dipandanginya kedua balitanya yang terlelap dengan wajah imutnya , senyum pun tercipta di bibir Pelangi ,
Puas menatap wajah kedua balitanya yang menenangkan , Pelangi pun membaringkan tubuhnya disamping Bayi Qoni , sementara Surya berbaring diseberang Pelangi tepat disamping Dandi ,
Rasa lelah dan kantuk yang menderanya membuat Pelangi tak kuasa menahan kantuk , perlahan ia pun mulai terlelap dibuai mimpi malam ,
subuh hari , suara tangis Qoni seolah menjadi alarm bagi seluruh penghuni rumah ,
Surya dan pelangi pun terbangun dari lelapnya , Pelangi menenangkan Qoni dengan memberikan ASI , setelah Qoni tenang Surya pun kembali memejamkan matanya yang masih terasa berat ,
Dikamar lain Rahayu bangkit dari tidurnya , berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu ,
Usai mengerjakan shalat , Rahayu membangunkan Kinan , Rara dan Dimas ,
__ADS_1
pagi hari semua disibukkan dengan rutinitas pagi , satu persatu anggota keluarga memasuki kamar mandi secara bergantian ,
Pelangi pun tengah sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan untuk seluruh anggota keluarga , dibantu oleh sang bunda