Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 101


__ADS_3

Tiga hari sudah Surya menjadi pesakitan , malam ini adalah malam terakhir berbuka puasa , karena esok hari sudah memasuki hari raya besar yang sudah dinantikan selama satu bulan lamanya oleh umat Islam yaitu hari raya kemenangan idul Fitri ,


Selepas magrib suara takbir pun menggema , Kinan , Rara dan Dimas tengah bermain kembang api diteras rumah , kondisi sang papa tidak lantas membuat semangat mereka menyambut hari raya surut ,


Pelangi tengah menata toples berisi kue - kue kering buatannya diatas meja tamu , Pelangi menyempatkan diri membuat kue kering di sela kesibukannya merawat rumah juga merawat Surya ,


Tak lama kemudian , Surya keluar dari kamar tamu , dengan langkah tertatih Surya berjalan menghampiri Pelangi yang tengah duduk diruang tamu ,


Surya duduk dihadapan Pelangi , Pelangi hanya menatap Surya sekilas lalu kembali fokus pada toples - toples yang berada di depannya ,


" Pelangi,,,," Panggil Surya Pelan , Pelangi mengalihkan pandangannya pada Surya tanpa bersuara ,


" Pelangi , aku tahu , selama ini aku telah banyak berbuat salah padamu , aku telah banyak menyakiti perasaan kamu juga anak - anak , aku belum menjadi suami sekaligus ayah yang baik buat kamu dan anak - anak ,


Aku akui , aku terlalu egois , aku tidak bisa menahan nafsu dan membendung amarahku , jika kamu tidak keberatan dan jika kamu berkenan , tolong,,,,,maafin semua kesalahan aku selama ini yang telah aku perbuat terhadap kamu dan anak - anak " ungkap Surya ,


" Aku sudah memaafkan kamu kak , meskipun aku belum bisa melupakan semua perlakuan Kamu , karena perlakuan yang aku dapat darimu selama ini menorehkan luka dalam dan begitu menyakitkan " Pelangi berusaha mengatakan kebenarannya ,


" terima kasih karena kamu sudah mau memaafkan aku terima kasih juga karena kamu sudah bersusah payah merawat aku " ucap Surya ,


" Aku hanya melakukan kewajiban aku sebagai istri " sahut Pelangi ,


" Pelangi " panggil Surya saat Pelangi hendak bangkit berdiri ,


Pelangi menghentikan langkahnya , lalu berbalik menghadap Surya ,


" Apa masih ada yang mau kamu bicarakan ? " tanya Pelangi ,


" Iya , masih ada satu hal lagi yang ingin aku bicarakan " tutur Surya ,

__ADS_1


" Aku tidak ingin lagi menyembunyikan apa pun dari kamu , aku ingin bicara yang sejujurnya yang membuat aku seperti sekarang ini " Surya berusaha mengungkapkan kebenaran ,


Jantung Pelangi berdegup kencang ,


" Apa,,,,,jangan - jangan semua ini ada hubungannya dengan perempuan itu " batin Pelangi ,


" Kemarin sore , aku pergi untuk menjemput Asri dan mengantarnya ke kostan , tadinya aku berniat pulang dulu dan akan kembali ke kostan Asri untuk mengantarnya ke stasiun kereta ,


Tapi itu tidak terjadi , Tuhan berkehendak lain , aku mendapat musibah yang membuat aku batal mengantar Asri ke stasiun " ungkap Surya ,


" Kalau kamu tidak mendapat musibah , kamu ngga mungkin ada disini dan mengatakan ini semua , pasti saat ini kamu tengah merindukan dan memikirkan perempuan itu , aku sudah menduganya " Ujar Pelangi datar ,


Surya hanya terdiam mendengar penuturan Pelangi , karena yang dikatakan Pelangi memang benar adanya ,


jika kemarin malam Dia tidak mengalami musibah ini , mungkin saat ini dia tidak akan berhadapan dengan Pelangi ,


" Kemarin malam aku dan Asri memutuskan akan menghalalkan hubungan kita selepas hari raya , itu sebabnya dia meminta aku mengantarnya ke stasiun sebagai bukti keseriusan aku "


" kamu orang beragama , harusnya kamu menyadari mengapa ini terjadi sama kamu , asal kamu tahu , aku sama anak - anak nggak pernah membenci apalagi mendoakan hal - hal yang tidak baik terjadi sama kamu " tegas Pelangi ,


" Aku tahu , mungkin ini teguran dari Tuhan buat aku , teguran atas segala kesalahan aku yang telah bersikap tidak baik pada kalian aku juga tidak menuduh kalian melakukan hal itu ,


Aku tahu kamu sudah mendidik anak - anak agar tetap hormat padaku , seburuk apapun aku dimata mereka " Surya mengakui ketulusan Pelangi dan anak - anaknya ,


" Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan , aku tidak mengharap pujian atau balasan atas apa yang aku lakukan , aku hanya ingin apa pun yang aku lakukan selama hidupku mendapat ridho dari sang pencipta ,


Aku tidak akan berharap banyak darimu kak , semoga saja ada hikmah yang bisa kamu petik dari musibah ini , dan Tuhan menurunkan hidayahnya padamu " batin Pelangi ,


" Aku dan anak - anak hanyalah makmum dirumah ini , kami sudah ikhlas , apa pun yang terjadi dengan keluarga ini kedepannya , semua keputusan ada ditangan kamu " Pelangi mengakhiri perbincangannya dengan Surya , lalu bangkit dan berlalu meninggalkan Surya sendiri di sana ,

__ADS_1


Pelangi melangkah menuju kamarnya , ia merebahkan tubuhnya di sana , matanya menatap langit kamar , pikirannya kembali teringat pada perbincangan antara dirinya dengan Surya ,


Pelangi tidak tahu , apakah kejujuran yang baru Surya ungkapkan harus membuatnya senang atau menangis , jauh - jauh hari Pelangi sudah mempersiapkan hati nya , agar jika suatu hari nanti apa yang menjadi kecurigaannya terbukti , Pelangi telah siap menerimanya ,


" Apakah ini karma atas apa yang dilakukan ayah pada bunda dulu ? , atau ini karmaku sendiri yang dulu tidak menepati janjiku pada ka Reyhan ? ,


Jika dulu aku memutuskan untuk setia menunggu kepulangan kak Rey dan menikah dengannya , apakah aku tidak akan mengalami penderitaan ini ? , apakah aku tidak akan mendapatkan penghianatan seperti ini ? , atau lebih parah dari ini ? " berbagai tanya berkecamuk dalam hati Pelangi ,


ahh,,,,,,aku tidak boleh menyesali apapun atau menyalahkan siapapun , mungkin ini semua sudah suratan tanganku , yang telah tertulis di lauhul mahfudz , aku harus bisa dan insyaallah kuat " Pelangi menguatkan dirinya ,


" Lebih baik aku menggoreng kacang bawang dari pada berpikir yang tidak jelas " Pelangi bergegas bangkit dari tempat tidur berjalan keluar kamar menuju dapur ,


Tak lama berselang , anak - anak Pelangi sudah kembali dari bermain kembang api , mereka mendapati sang mama yang tengah memilah kacang bawang yang sudah digoreng , memisahkan antara kacang bawang yang masih utuh dengan kacang bawang yang terpecah dua ,


" Ma kita boleh bantuin ngga ? " tanya Kinan ,


" iya ma biar cepet selesai " timpal Rara ,


" Iya boleh , hati - hati ya , nanti kalian bukannya bantuin tapi malah membuat pecah semua kacang bawangnya ,


" Iya ma " sahut ketiganya ,


Suasana di dapur yang semula sunyi kini ramai dengan celotehan Kinan , Rara dan Dimas ,


meskipun begitu kehadiran ketiganya tidak lantas membuyarkan pikiran Pelangi ,


Disaat Kinan , Rara dan Dimas bercengkerama seraya memilah kacang bawang , Pelangi tetap asik dengan pikirannya sendiri , ia belum bisa menerima fakta yang baru saja didengarnya dari bibir Surya ,


" Dirinya masih hidup , statusnya masih jelas sebagai seorang istri , tapi Surya berani memutuskan untuk menikah lagi , itu berarti Surya sudah mengabaikan keberadaan dirinya , Itu berarti Surya tidak lagi menganggap dirinya , itu berarti Surya tidak lagi membutuhkan dirinya ,

__ADS_1


Selepas hari raya nanti , Pelangi harus siap menerima keputusan untuk berpisah dengan Surya dan menyandang status janda " Pelangi menghembuskan nafas panjang ,


__ADS_2