
Tanpa terasa enam bulan berlalu , kini usia kandungan Pelangi sudah menginjak 7 bulan , dan di akhir pekan ini Pelangi dan Surya akan menggelar acara tujuh bulanan kandungannya dikediaman orang tua Surya ,
Orang tua Surya sangat antusias menyelenggarakan acara tujuh bulanan Kandungan Pelangi , mengingat ini adalah tujuh bulanan cucu pertama mereka , semua kebutuhan dipersiapkan , mulai dari undangan pengajian yang akan dihadiri oleh ibu - ibu pengajian dilingkungan kediaman orang tua Surya , perlengkapan prosesi siraman , makanan juga hantaran yang akan disuguhkan , ibunda Surya sudah menghandle semuanya ,
Pelangi , Surya dan juga kedua keluarga besar mereka ingin melakukan yang terbaik di acara tujuh bulanan Kandungan Pelangi sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah yang Tuhan berikan kepada mereka ,
Hari yang dinanti pun tiba , semua orang tengah disibukkan dengan persiapan tujuh bulanan kandungan Pelangi yang akan digelar selepas Dzuhur ,
Pelangi hanya duduk menatap orang - orang yang hilir mudik disekitaran dirinya , Pelangi tidak melakukan atau membantu mengerjakan apapun karena ibunda Surya melarangnya ,
Ia hanya perlu duduk manis menunggu hingga prosesi tujuh bulanan berlangsung ,
Siang hari , selepas Dzuhur para tamu undangan mulai berdatangan , ibunda Surya yang berlaku sebagai tuan rumah menyambut para tamu undangan dan mempersilahkan mereka duduk ditempat yang telah disediakan ,
Tamu yang hadir di acara tujuh bulanan Pelangi pun cukup banyak , mengingat ayahanda Surya adalah orang terpandang di kota setempat ,
Waktu menunjukkan pukul 13.00 siang , ustazah pun memulai acaranya , diawali dengan memanjatkan syukur pada sang maha pemberi kehidupan juga salam dan shalawat atas nabi besar Muhammad saw ,
Ayat demi ayat dilantunkan penuh khidmat , mengalun merdu , menggema di seluruh ruangan , menyejukkan jiwa , menenangkan hati ,
Satu jam berlalu kini lanjut pada prosesi siraman , Pelangi duduk dengan balutan kain jarik , perutnya yang buncit begitu kentara ,
Satu persatu para tetua dan sanak saudara memberikan doa sambil menyiramkan air bunga ke tubuh Pelangi , mulai dari puncak kepala hingga ujung kaki , sesuai adat dan tradisi para leluhur mereka ,
usai siraman Pelangi duduk dihadapan sebuah meja yang diatasnya terdapat sebuah wadah besar berisikan rujak , yang dikenal dengan rujak nujuh bulan ,
Pelangi harus membagikan rujaknya hingga habis ,
Prosesi siraman telah usai maka berakhir pula pengajian yang digelar sejak dua jam yang lalu , satu persatu para tamu undangan meninggalkan kediaman orang tua Surya ,
kini hanya tinggal saudara dan kerabat dekat yang masih tinggal , mereka tengah berbincang - bincang , dimana ruang tamu di dominasi oleh para pria sedangkan ruang keluarga di dominasi oleh para wanita yang riuh dengan gelak tawa ,
__ADS_1
Kehadiran calon jabang bayi membawa kebahagiaan bagi kedua keluarga besar , mereka sudah tidak sabar menanti kelahiran sang jabang bayi ,
" Kira - kira bayinya mirip siapa ya ? " tanya Joe ,
" Ya mirip emak bapaknya lah,,,,,masa mirip tetangga " timpal Ismail , semua pun tertawa ,
Hari pun mulai malam , satu persatu para kerabat pun meninggalkan kediaman orang tua Surya ,
Jarum jam menunjukkan pukul 20.00 malam , Pelangi dan Surya masih menonton TV ,
Pelangi menutup mulutnya yang sudah berulang kali menguap ,
" Kamu ngantuk ya , kamu pasti capek , baiknya sekarang kamu tidur " tegur Surya ,
" Iya kak " Pelangi bangkit dari duduknya , berjalan menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di sana ,
Tak lama berselang dengkuran halus mulai terdengar dari bibir Pelangi , pertanda Pelangi telah mulai terlelap ,
Surya bangkit dari duduknya , berjalan menghampiri Pelangi , ia meraih selimut , diselimuti nya wanita yang tengah mengandung darah dagingnya ,
" Kamu tumbuh sehat di dalam sana ya nak , papa sudah ga sabar nunggu kamu lahiran " gumam Surya ,
Seolah mengetahui papanya tengah mengajaknya berbicara , si jabang bayi pun bergerak - gerak merespon ,
" Anak pintar " Surya mengulas senyum bahagia dengan respon yang diberikan oleh sang jabang bayi ,
Surya pun akhirnya memilih merebahkan tubuhnya disamping sang istri , tangannya tak lepas dari perut buncit sang istri , merasakan gerakan jabang bayi yang aktif didalam sana , hingga tanpa sadar ia pun terlelap ,
Keesokan harinya , seperti biasanya usai menunaikan shalat subuh Pelangi menyiapkan sarapan ,
saat ini keduanya tengah menyantap sarapan ,
__ADS_1
" Sayang kamu kapan akan mengambil cuti ? " tanya Surya ,
" Nanti aja kak saat kandunganku memasuki usia 9 bulan , supaya aku bisa lebih lama merawat bayiku nantinya " jawab Pelangi ,
" Apa ngga terlalu mepet ? " telisik Surya ,
" Insyaallah , ngga akan kak " Pelangi memastikan ,
Usai sarapan , keduanya pun berangkat kerja setelah sebelumnya berpamitan pada ayah dan ibunda Surya ,
Seperti biasa setiap harinya ibunda Surya selalu wanti - wanti agar Pelangi selalu menjaga kesehatan dan keselamatannya terutama calon cucunya ,
Bel sekolah berdering , pertanda jam pelajaran akan segera dimulai , Pelangi berjalan menuju ruang kelasnya dengan hati - hati , ia bersyukur memiliki murid - murid yang baik dan pengertian , murid - muridnya kerap membantu meringankan pekerjaannya , ia tidak perlu berjalan kesana kemari , cukup duduk manis dibalik mejanya , murid - muridnya yang akan membantu mengumpulkan dan membagikan buku - buku pelajaran mereka yang telah dikoreksi dan dinilai oleh Pelangi ,
Begitu pula kepala sekolah dan rekan - rekan guru , mereka selalu menawarkan bantuan , yang peduli dan selalu menyemangati dirinya , meskipun ia berada dilingkungan sekolah ia tidak merasa sendiri , namun ia merasa berada ditengah - tengah keluarganya sendiri , itu yang membuat Pelangi merasa tidak ingin cepat - cepat mengambil cuti hamil ,
Pelangi memindai jam dipergelangan tangannya , jarum jam menunjuk ke angka 10 yang berarti Pelangi harus menghentikan pembelajaran dan memulangkan muridnya ,
" Anak - anak ayo bereskan alat tulis kalian dan bersiap untuk pulang " titah Pelangi pada murid - muridnya ,
" Baik Bu,,,,! " jawab murid - murid bersahutan ,
" Terima kasih banyak untuk hari ini , kalian sudah sangat membantu ibu " Ucap Pelangi dengan senyum mengembang ,
" Sama - sama Bu guru,,,,,! " jawab mereka serempak ,
Setelah berdoa , satu persatu para murid bangkit dari duduknya , berjalan menghampiri Pelangi , mencium punggung tangan Pelangi ,
" Dah Dede Utun,,,,,sampe ketemu besok " celoteh murid - muridnya sambil berlalu yang membuat Pelangi terharu , hingga matanya berkaca - kaca ,
Pelangi bersyukur selama masa kehamilan begitu banyak dikelilingi oleh orang - orang yang mengasihi dan menyayanginya ,
__ADS_1
Semenjak memasuki usia kandungan ke 7 bulan , Pelangi diijinkan pulang setelah jam mengajarnya selesai sehingga tidak harus menunggu hingga jam sekolah usai , itu adalah kompensasi yang diberikan oleh kepala sekolah kepada bawahannya yang tengah hamil besar ,
Pukul 12 Siang Pelangi sudah tiba dikediamannya , kini ia memiliki banyak waktu luang dirumah , kadang ia mampir kekediaman sang bunda menghabiskan waktunya dengan sang bunda untuk menghilangkan rasa bosannya berada di dalam kamar hingga Surya kembali dari aktifitasnya ,