
Pelangi menghempaskan bokongnya di kursi , diraihnya gelas berisi air putih lalu meneguknya hingga isinya tersisa setengah nya ,
" Kamu mau bicara apa kak , aku sudah siap mendengarkannya " Pelangi menaruh gelas dihadapannya , matanya menatap Surya ,
" Apapun yang akan kamu katakan , apapun keputusan yang kamu ambil aku sudah siap mendengarnya , yang terburuk sekali pun " Pelangi berusaha tegar dihadapan Surya ,
Surya tertegun mendengar perkataan Pelangi ,
" Aku belum mengatakan apa pun , tapi Pelangi sudah menarik kesimpulan nya sendiri ,
Seperti nya Pelangi telah mempersiapkan hatinya untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi " gumam Surya dalam hati ,
" Pelangi , aku,,,,aku tidak tahu dari mana aku harus memulai pembicaraan ini , tapi aku harus membicarakannya , karena ini menyangkut hubungan kita ,
Aku tahu , selama ini aku telah banyak berbuat kesalahan , aku sudah membuat hatimu terluka , aku telah membuat anak - anak menjauh dariku ,
" Dari sejak awal aku sudah memaafkan mu kak , aku sudah berusaha berdamai dengan keadaan , aku sudah bisa menerima kehadiran Asri dalam pernikahan kita , jika memang kamu merasa nyaman dan bahagia bersama Asri , aku ikhlas melepas mu untuk bersanding dengan Asri " ungkap Pelangi ,
" Pelangi , aku tahu mungkin kesalahanku terlalu besar dan tidak termaafkan , tapi aku mohon beri aku kesempatan , ijinkan aku untuk memperbaiki semua , aku ingin kita memulai nya dari awal " Surya memohon ,
" kamu tahu kak , apa yang aku alami beberapa bulan ini membuat hatiku hancur , saat ini aku tengah berusaha menata kembali serpihan hatiku yang kau koyak " batin Pelangi ,
" Apa kamu yakin dengan keputusanmu kak ? , apa kamu yakin disaat semua telah membaik kamu tidak akan merubah keputusanmu ? , atau mengulang kembali kesalahan yang sama ? " tanya Pelangi penuh sanksi ,
" Aku janji , aku akan berusaha sekuat tenaga memperbaiki semuanya " Surya meyakinkan Pelangi ,
" Jujur kak , aku tidak yakin hubungan kita bisa kembali seperti dulu , tapi baiklah aku akan mencobanya , beri aku waktu sampai hatiku betul - betul siap menerima mu , berjanjilah untuk tidak memaksakan kehendak mu dan pegang kata - katamu " tegas Pelangi ,
Surya pun mengangguk setuju , ia mengerti ini tak mudah bagi Pelangi , butuh waktu untuk kembali memberikan kepercayaan yang pernah ternoda ,
Hari demi hari Pelangi lalui dengan penuh harap , berharap semuanya akan membaik dan Surya tak lagi berulah yang membuat batinnya terluka ,
Pelangi pun kembali tidur satu kamar dengan Surya , meskipun telah berjalan beberapa bulan keduanya belum melakukan hubungan intim ,
Surya tidak mau memaksa Pelangi untuk melayani dirinya , biar Pelangi melakukannya dengan sepenuh hati tanpa keterpaksaan ,
__ADS_1
@@@@@
Satu tahun berlalu , hubungan Pelangi dan Surya telah membaik , Surya telah menunjukkan kesungguhannya dan berhasil meluluhkan hati Pelangi , pintu hati Pelangi pun kembali terbuka ,
Surya memutuskan untuk berhenti dari tempat nya bekerja , ia ingin melupakan semua masa lalunya dan menghapus kenangannya bersama Asri ,
Dan sejak saat itu Surya memutuskan menerima tawaran sang Ayah untuk mengoperasikan mobil angkutan umum milik sang ayah ,
awalnya adik Surya yang mengoperasikan mobil angkutan umum , namun karena adik Surya diterima bekerja sebagai sopir disalah satu kampus swasta di kota C , akhirnya mobil angkutan umum itu terbengkalai ,
Surya tidak menyia - nyiakan kesempatan itu , selain ia mendapatkan penghasilan , ia juga bisa mengantar jemput Pelangi dan ketiga anaknya sekolah ,
Seperti pagi ini , Surya mengantar Pelangi dan ketiga anaknya ke sekolah lalu lanjut mencari muatan , dan pukul dua belas siang nanti Surya akan kembali menjemput keempatnya ,
Surya pun turut pulang untuk makan Siang , istirahat sejenak lalu pukul 15.00 sore kembali mencari muatan hingga malam ,
Terkadang setelah di jemput dari sekolah , Pelangi dan ketiga anaknya tidak langsung pulang tapi mereka ingin ikut sang ayah mencari muatan ,
hitung - hitung mengajak anak - anak jalan - jalan , dan pukul 16.00 sore mereka baru kembali ke rumah ,
Sebetulnya ayah Surya sangat menyayangkan bila mobilnya harus dioperasikan oleh orang lain , namun apa mau dikata Surya lebih memilih bekerja , mungkin karena gajih pegawai swasta lebih menjanjikan ,
Ini Surya lakukan mengingat anak - anaknya semakin tumbuh besar , semakin tinggi tingkatan pendidikannya maka semakin tinggi pula biaya yang dibutuhkan setiap harinya ,
terlebih lagi saat ini Pelangi tengah mengandung anak keempat mereka , butuh biaya untuk membeli perlengkapan bayi dan biaya persalinan ,
Usia kandungan Pelangi sudah memasuki 9 bulan , tinggal menghitung hari menunggu waktu kelahiran sang jabang bayi ,
tidak lama lagi Kinan , Rara dan Dimas akan mempunyai adik baru ,
Melihat dari hasil USG calon bayi dalam kandungan Pelangi berjenis kelamin laki - laki ,
Pelangi dan Surya begitu bahagia menanti kelahiran calon bayi mereka , kehadiran anak keempat mereka adalah bukti jika tidak ada yang tidak mungkin dalam sebuah hubungan jika keduanya mau berusaha untuk memperbaikinya ,
Namun tidak bagi Kiran , Rara dan Dimas , terlebih lagi Dimas , ia merasa akan memiliki saingan , ia khawatir kedua orang tuanya akan lebih peduli pada adik barunya ketimbang dirinya ,
__ADS_1
Sementara Rara , dalam hati nya ia bertanya - tanya , siapa yang akan merawat dan menjaga adik barunya saat mereka sekolah dan kedua orang tuanya bekerja nanti ,
Satu Minggu kemudian ,
Rabu pagi tepat pukul 04.00 dini hari Pelangi merasakan sakit pada perutnya , kandungannya mengalami kontraksi , sepertinya sudah saatnya Pelangi melahirkan ,
" Kak,,,,bangun kak , perutku sakit sekali sekali kak " rintih Pelangi seraya memegangi perutnya ,
Surya mengkerjapkan matanya , ia terkejut melihat Pelangi yang tengah meringis kesakitan , Surya pun gegas bangkit dari tidurnya ,
" Kamu kenapa ? , apa perutmu mulas ? " cecar Surya ,
" Shhht,,,,,,,iya kak , perutku sakit sakit kak "
" Ayo kita ke bidan ! " Surya keluar dari dalam kamar , namun tiba di depan kamar Surya celingukan , seperti orang bingung ,
" Kak,,,,,sakit,,,,,! " teriakan Pelangi menyadarkan Surya dari kebingungannya ,
" Astaga,,,,! Pelangi,,,," Surya kembali masuk ke dalam kamar ,
Surya duduk disamping Pelangi tangannya memegangi perut Pelangi ,
" Nak,,,,apa kamu sudah mau lahiran , tunggu ya nak , jangan buat mamamu menangis , tenang ya nak " bisik Surya seraya mengelus lembut perut Pelangi yang buncit ,
" Kak , tolong panggilkan bah Wang , aku takut anak kita keburu lahiran " pinta Pelangi ,
" I,,,iya , aku ke sana sekarang , kamu tahan ya " Surya hendak bergegas pergi namun sebelum ia pergi , Surya terlebih dulu membangunkan Kinan agar menemani sang mama yang tengah kontraksi ,
Saat ini Pelangi ditemani oleh ketiga anaknya ,
" Sakit ya ma,,,,? " ujar Dimas saat melihat sang mama meringis menahan sakit ,
Pelangi hanya menganggukkan kepala , nafasnya tersengal , Peluh mengucur membasahi kening dan pelipis nya ,
" Mama yang kuat ya ma , sebentar lagi papa sama mbah Wang datang " ujar Rara ,
__ADS_1