
Tak lama kemudian Surya keluar dari dalam kamar , sepertinya ia baru saja bangun tidur ,
melihat Pelangi yang tengah membersihkan pecahan beling ,
" Dari mana kamu jam segini baru Pulang ? " Tegur Surya sembari berkacak pinggang ,
" Tadi pulang sekolah aku kerumah bunda dulu " Ujar Pelangi
" " Ngapain kesana ? mau ngadu sama ibu dan kakak - kakak kamu ? , mau jelek - jelek Kin aku di depan mereka ? " hardik Surya ,
" Ngga usah su'ujon , sama orang " sanggah Pelangi ,
" Terus ngapain kamu kesana , bukannya langsung pulang urus suami kamu " seru Surya
" Mana aku tahu kalo kamu ada dirumah ? , aku pikir kamu udah ngga butuh aku karena kamu udah punya pengganti aku " ujar Pelangi santai ,
" Oh,,,,,! , jadi kamu udah ngga mau ngurus suami "
" Bukan nya kamu yang sengaja mencari wanita untuk menggantikan aku , jadi silahkan saja suruh teman wanita kamu untuk mengurus kamu " ujar Pelangi ,
" Baik , kalo itu yang kamu mau , ingat,,,,,! , kamu jangan pernah protes kalo aku bawa dia ke rumah ini " seru Surya ,
" Silahkan saja , apapun yang mau kamu lakukan , lakukan saja sesuka hati kamu kalo itu membuat kamu senang " ujar Pelangi tenang ,
" Dasar istri ngga tahu diri ! " hardik Surya , Pelangi diam saja , dia enggan menanggapi ucapan Surya ,
" Pelangi berpikir , tidak ada untungnya melayani amarah Surya yang tengah dibutakan oleh cinta , karena sehebat dan sebesar apapun pengorbanannya , tak akan pernah berarti dimata Surya , hanya ada kesalahan , kekurangan , keburukan saja yang Surya lihat dari dirinya , saat ini bagi Surya wanita selingkuhannya adalah segalanya
Dua Minggu berlalu ,
Hari ini Surya berdandan dengan rapih dan wangi , hal itu tidak membuat Pelangi heran , jika ditanya apakah Pelangi tidak sakit hati , tentu saja , istri mana yang tidak terluka hatinya mengetahui sang suami berdandan rapih dan wangi untuk wanita idaman lain ,
Pagi ini Surya tidak berulah , ia berangkat kerja dengan tenang , mungkin agar tidak merusak suasana hatinya yang tengah berbunga - bunga akan bertemu dengan wanita selingkuhannya ,
Surya pun pergi tanpa pamit pada Pelangi ,
Beberapa menit selepas kepergian Surya , Pelangi dan ketiga buah hatinya punnberangkat ke sekolah ,
__ADS_1
Disepanjang perjalanan Pelangi termenung , ucapan Surya kembali terngiang di indera pendengarannya ,
" Apa benar yang diucapkan Surya , apa benar dia akan membawa wanita itu kerumah , jika benar , apa aku sanggup berhadapan dengan wanita itu , apa aku sanggup menerima kehadiran wanita yang sudah merebut hati suamiku , wanita yang sudah membuat suaminya berubah menjadi seorang rahwana " batin Pelangi ,
Saat kendaraan yang ditumpangi Pelangi berhenti di depan sekolah , Pelangi tak bergeming , ketiga buah hatinya menatap aneh sang mama , tatapannya menatap ke depan pengemudi angkot namun pikirannya menerawang entah kemana ,
" Ma,,,,,udah sampe ma " Kinan membuyarkan lamunan sang mama ,
" Apa ? , oh,,,,iya,,,,! " Pelangi gelagapan , ia pun bergegas turun yang diikuti oleh ketiga buah hatinya ,
" Mama kenapa ya kak , selama di angkot tadi kayaknya mama ngelamun terus " tanya Rara ,
" Aku juga ngga tahu Ra " Kinan menyahuti ,
Sore hari Pelangi baru saja selesai memasak ia lalu membersihkan tubuhnya , begitu pula ketiga buah hatinya , mereka sudah mandi dan tengah menonton TV ,
Hari menjelang magrib , Surya belum kembali dari kerjanya , ini yang pertama kalinya Surya kembali pulang terlambat setelah dua Minggu lamanya pulang selalu tepat waktu ,
Jarum jam menunjukkan pukul 19.00 malam , saat terdengar suara ketukan di pintu ,
Saat Kinan bangkit hendak membuka pintu , tiba - tiba pintu terbuka ,
" Assalamu'alaikum " suara wanita terdengar dari belakang Surya , Kinan menjawab salam dengan tatapan penuh tanya ,
Begitu pula dengan Rara dan Dimas , mereka saling tatap , sekilas menatap sang papa , sekilas menatap wanita yang datang bersama papa mereka , mata mereka seolah bertanya siapa gerangan yang datang dengan papa mereka , apakah dia teman papa atau kerabat dari papa ,
Kinan , Rara dan Dimas berlalu dari ruangan dimana papa dan tamunya berada , mereka berlari ke dapur menemui Pelangi ,
" Ma , papa sudah pulang , tapi papa Dateng sama tamu perempuan " ujar Kinan ,
Kening Pelangi berkerut mendengar kabar kepulangan suaminya dengan perempuan ,
" Iya ma , siapa tamu yang Dateng sama papa ? " timpal Rara ,
" Mama belum tahu Ra , mama kan belum liat orangnya " tutur Pelangi ,
" Apa Surya benar - benar membawa wanita selingkuhannya kemari ? " batin Pelangi ,
__ADS_1
Sekujur tubuh Pelangi mendadak gemetar , keringat dingin mengucur di pelipisnya , ia merasa gugup ,
" Kuatkan aku ya Tuhan , kuatkan aku " batin Pelangi ,
Ia menarik nafas lalu menghembuskan ya perlahan , dilakukannya berulang kali hingga dirinya benar - benar tenang ,
" Ma , mama gapapa kan ? " tanya Kinan ,
" Mama gapapa sayang , mama cuma sedikit lelah " Pelangi berbohong ,
Setelah merasa lebih tenang Pelangi beranjak dari dapur untuk menemui wanita yang menjadi kekasih gelap dari suaminya ,
Pelangi melangkah perlahan , tiba diambang pintu ruang tamu , Pelangi mendapati wanita itu tengah duduk di sofa , sementara Surya mungkin dia sedang berganti pakaian ,
" Apa ini wanita yang bernama Asri yang pernah disebut oleh Surya ? " batin Pelangi , jantungnya berdegup kencang ,
Pelangi melanjutkan langkahnya menghampiri wanita itu , menyadari kehadiran seseorang di dekatnya , wanita itu menoleh , keduanya pun saling beradu tatap ,
Pelangi menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyum yang kemudian dibalas wanita itu dengan hal yang sama "
" Pelangi " , " Asri " , keduanya saling memperkenalkan diri ,
" Em,,,,,ini ada sedikit oleh - oleh dari kampung buat anak - anak " Asri menyerahkan sekantong besar makanan khas kota kelahirannya kepada Pelangi ,
" Makasih , repot - repot bawain oleh - oleh segala " , Pelangi meraihnya ,
" Gapapa mbak " balas Asri ,
" Saya tinggal ke belakang dulu " Pamit Pelangi yang di angguki oleh Asri ,
Saat berlalu dari ruang tamu , Pelangi berpapasan dengan Surya diruang tengah , tanpa menoleh , Pelangi melanjutkan langkahnya , setelah menaruh oleh - oleh pemberian Asri di atas meja , Pelangi masuk ke dalam kamar buah hatinya ,
Pelangi duduk di bibir tempat tidur diantara putra - putrinya , perang batin kini tengah Pelangi rasakan , hatinya sakit tak terkira , dia terluka dan kecewa tapi dia harus mengesampingkan semua itu , dia harus kuat dan tegar demi ketiga buah hatinya , juga demi harga dirinya yang telah dipermalukan dan diinjak - injak oleh Surya juga Asri ,
" Tante itu siapa ma , kenapa Tante itu Dateng sama papa " , " mama kenal Tante itu ? " terlontar tanya dari bibir buah hati nya ,
" Em,,,,,sepertinya itu kerabat jauh dari papa kalian, karena mama juga ngga begitu kenal " Pelangi mencoba menyembunyikan kebenaran dari ketiga buah hatinya ,
__ADS_1
Pelangi tidak mau ketiga buah hatinya membenci papanya karena mengetahui papa mereka memiliki wanita lain selain dirinya , mereka masih terlalu dini untuk mengetahui perihal orang dewasa ,