Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 97


__ADS_3

Tak lama kemudian Surya keluar dari dalam kamar , sepertinya ia baru saja bangun tidur ,


melihat Pelangi yang tengah membersihkan pecahan beling ,


" Dari mana kamu jam segini baru Pulang ? " Tegur Surya sembari berkacak pinggang ,


" Tadi pulang sekolah aku kerumah bunda dulu " Ujar Pelangi


" " Ngapain kesana ? mau ngadu sama ibu dan kakak - kakak kamu ? , mau jelek - jelek Kin aku di depan mereka ? " hardik Surya ,


" Ngga usah su'ujon , sama orang " sanggah Pelangi ,


" Terus ngapain kamu kesana , bukannya langsung pulang urus suami kamu " seru Surya


" Mana aku tahu kalo kamu ada dirumah ? , aku pikir kamu udah ngga butuh aku karena kamu udah punya pengganti aku " ujar Pelangi santai ,


" Oh,,,,,! , jadi kamu udah ngga mau ngurus suami "


" Bukan nya kamu yang sengaja mencari wanita untuk menggantikan aku , jadi silahkan saja suruh teman wanita kamu untuk mengurus kamu " ujar Pelangi ,


" Baik , kalo itu yang kamu mau , ingat,,,,,! , kamu jangan pernah protes kalo aku bawa dia ke rumah ini " seru Surya ,


" Silahkan saja , apapun yang mau kamu lakukan , lakukan saja sesuka hati kamu kalo itu membuat kamu senang " ujar Pelangi tenang ,


" Dasar istri ngga tahu diri ! " hardik Surya , Pelangi diam saja , dia enggan menanggapi ucapan Surya ,


" Pelangi berpikir , tidak ada untungnya melayani amarah Surya yang tengah dibutakan oleh cinta , karena sehebat dan sebesar apapun pengorbanannya , tak akan pernah berarti dimata Surya , hanya ada kesalahan , kekurangan , keburukan saja yang Surya lihat dari dirinya , saat ini bagi Surya wanita selingkuhannya adalah segalanya


Dua Minggu berlalu ,


Hari ini Surya berdandan dengan rapih dan wangi , hal itu tidak membuat Pelangi heran , jika ditanya apakah Pelangi tidak sakit hati , tentu saja , istri mana yang tidak terluka hatinya mengetahui sang suami berdandan rapih dan wangi untuk wanita idaman lain ,


Pagi ini Surya tidak berulah , ia berangkat kerja dengan tenang , mungkin agar tidak merusak suasana hatinya yang tengah berbunga - bunga akan bertemu dengan wanita selingkuhannya ,


Surya pun pergi tanpa pamit pada Pelangi ,


Beberapa menit selepas kepergian Surya , Pelangi dan ketiga buah hatinya punnberangkat ke sekolah ,

__ADS_1


Disepanjang perjalanan Pelangi termenung , ucapan Surya kembali terngiang di indera pendengarannya ,


" Apa benar yang diucapkan Surya , apa benar dia akan membawa wanita itu kerumah , jika benar , apa aku sanggup berhadapan dengan wanita itu , apa aku sanggup menerima kehadiran wanita yang sudah merebut hati suamiku , wanita yang sudah membuat suaminya berubah menjadi seorang rahwana " batin Pelangi ,


Saat kendaraan yang ditumpangi Pelangi berhenti di depan sekolah , Pelangi tak bergeming , ketiga buah hatinya menatap aneh sang mama , tatapannya menatap ke depan pengemudi angkot namun pikirannya menerawang entah kemana ,


" Ma,,,,,udah sampe ma " Kinan membuyarkan lamunan sang mama ,


" Apa ? , oh,,,,iya,,,,! " Pelangi gelagapan , ia pun bergegas turun yang diikuti oleh ketiga buah hatinya ,


" Mama kenapa ya kak , selama di angkot tadi kayaknya mama ngelamun terus " tanya Rara ,


" Aku juga ngga tahu Ra " Kinan menyahuti ,


Sore hari Pelangi baru saja selesai memasak ia lalu membersihkan tubuhnya , begitu pula ketiga buah hatinya , mereka sudah mandi dan tengah menonton TV ,


Hari menjelang magrib , Surya belum kembali dari kerjanya , ini yang pertama kalinya Surya kembali pulang terlambat setelah dua Minggu lamanya pulang selalu tepat waktu ,


Jarum jam menunjukkan pukul 19.00 malam , saat terdengar suara ketukan di pintu ,


Saat Kinan bangkit hendak membuka pintu , tiba - tiba pintu terbuka ,


" Assalamu'alaikum " suara wanita terdengar dari belakang Surya , Kinan menjawab salam dengan tatapan penuh tanya ,


Begitu pula dengan Rara dan Dimas , mereka saling tatap , sekilas menatap sang papa , sekilas menatap wanita yang datang bersama papa mereka , mata mereka seolah bertanya siapa gerangan yang datang dengan papa mereka , apakah dia teman papa atau kerabat dari papa ,


Kinan , Rara dan Dimas berlalu dari ruangan dimana papa dan tamunya berada , mereka berlari ke dapur menemui Pelangi ,


" Ma , papa sudah pulang , tapi papa Dateng sama tamu perempuan " ujar Kinan ,


Kening Pelangi berkerut mendengar kabar kepulangan suaminya dengan perempuan ,


" Iya ma , siapa tamu yang Dateng sama papa ? " timpal Rara ,


" Mama belum tahu Ra , mama kan belum liat orangnya " tutur Pelangi ,


" Apa Surya benar - benar membawa wanita selingkuhannya kemari ? " batin Pelangi ,

__ADS_1


Sekujur tubuh Pelangi mendadak gemetar , keringat dingin mengucur di pelipisnya , ia merasa gugup ,


" Kuatkan aku ya Tuhan , kuatkan aku " batin Pelangi ,


Ia menarik nafas lalu menghembuskan ya perlahan , dilakukannya berulang kali hingga dirinya benar - benar tenang ,


" Ma , mama gapapa kan ? " tanya Kinan ,


" Mama gapapa sayang , mama cuma sedikit lelah " Pelangi berbohong ,


Setelah merasa lebih tenang Pelangi beranjak dari dapur untuk menemui wanita yang menjadi kekasih gelap dari suaminya ,


Pelangi melangkah perlahan , tiba diambang pintu ruang tamu , Pelangi mendapati wanita itu tengah duduk di sofa , sementara Surya mungkin dia sedang berganti pakaian ,


" Apa ini wanita yang bernama Asri yang pernah disebut oleh Surya ? " batin Pelangi , jantungnya berdegup kencang ,


Pelangi melanjutkan langkahnya menghampiri wanita itu , menyadari kehadiran seseorang di dekatnya , wanita itu menoleh , keduanya pun saling beradu tatap ,


Pelangi menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyum yang kemudian dibalas wanita itu dengan hal yang sama "


" Pelangi " , " Asri " , keduanya saling memperkenalkan diri ,


" Em,,,,,ini ada sedikit oleh - oleh dari kampung buat anak - anak " Asri menyerahkan sekantong besar makanan khas kota kelahirannya kepada Pelangi ,


" Makasih , repot - repot bawain oleh - oleh segala " , Pelangi meraihnya ,


" Gapapa mbak " balas Asri ,


" Saya tinggal ke belakang dulu " Pamit Pelangi yang di angguki oleh Asri ,


Saat berlalu dari ruang tamu , Pelangi berpapasan dengan Surya diruang tengah , tanpa menoleh , Pelangi melanjutkan langkahnya , setelah menaruh oleh - oleh pemberian Asri di atas meja , Pelangi masuk ke dalam kamar buah hatinya ,


Pelangi duduk di bibir tempat tidur diantara putra - putrinya , perang batin kini tengah Pelangi rasakan , hatinya sakit tak terkira , dia terluka dan kecewa tapi dia harus mengesampingkan semua itu , dia harus kuat dan tegar demi ketiga buah hatinya , juga demi harga dirinya yang telah dipermalukan dan diinjak - injak oleh Surya juga Asri ,


" Tante itu siapa ma , kenapa Tante itu Dateng sama papa " , " mama kenal Tante itu ? " terlontar tanya dari bibir buah hati nya ,


" Em,,,,,sepertinya itu kerabat jauh dari papa kalian, karena mama juga ngga begitu kenal " Pelangi mencoba menyembunyikan kebenaran dari ketiga buah hatinya ,

__ADS_1


Pelangi tidak mau ketiga buah hatinya membenci papanya karena mengetahui papa mereka memiliki wanita lain selain dirinya , mereka masih terlalu dini untuk mengetahui perihal orang dewasa ,


__ADS_2