
Peristiwa pemukulan yang dilakukan Surya pada Dimas membuat mata Pelangi terbuka lebar ,
Pelangi menyadari jika Surya ternyata tidak berubah , ia selalu mengedepankan amarahnya dalam setiap menyelesaikan masalah ,
Hari ini Dimas , beberapa waktu yang lalu Kinan , besok - besok bisa jadi Rara yang akan jadi sasaran amarahnya ,
Semakin hari anak - anak akan terus bertumbuh , hari ini mereka diam karena belum memiliki keberanian , tapi bila besar nanti mereka akan berontak dan melakukan perlawanan dengan cara mereka ,
Pelangi termenung , dia bingung apa yang terjadi dengan anak - anaknya akhir - akhir ini ,
Sebelum nya Kinan , Rara dan Dimas adalah anak - anak yang manis , penurut dan patuh ,
Namun lain halnya dengan Surya , Surya merasa apa yang dilakukannya sudah tepat , ia merasa sudah melakukan kewajibannya sebagai orang tua ,
Surya mengambil sikap tanpa memikirkan mental dan psikologi yang akan di alami oleh anak - anaknya ,
Malam harinya , Pelangi mengeluhkan mengenai masalah Dandi , mengingat Minggu depan akan ada sidak penilik maka tidak mungkinkan bagi Pelangi untuk mengajar sambil membawa Dandi ,
Rahayu sang bunda pun tidak bisa dimintai tolong , karena Mentari sang kakak belum lagi kembali ke negeri asal suami keduanya ,
Sedangkan untuk menyewa pengasuh itu tidak memungkinkan , mengingat ekonomi mereka yang pas - pasan ,
" Apa kita harus mengorbankan pendidikan salah satu dari putri kita kak ? "
" Maksud kamu ? " Surya mengerutkan dahinya ,
" kita minta Kinan atau Rara untuk berhenti sekolah sementara supaya ada yang jagain Dandi " ujar Pelangi ,
" Terserah kamu , kamu ibunya , kamu yang lebih tahu apa yang terbaik buat anak - anak " balas Surya ,
Bukan hal yang mudah bagi Pelangi untuk mengambil keputusan , mengingat kedua putrinya tidak lama lagi akan melaksanakan ujian kelulusan ,
Iya bisa membayangkan betapa kecewanya salah satu dari mereka jika mengetahui harus putus sekolah demi menjaga sang adik ,
Bagaikan buah simalakama , jika tidak mengambil langkah ini maka kinerjanya sebagai pendidik berantakan , namun jika mengambil langkah ini perasaan anak nya dipertaruhkan ,
" Bismillah ya Allah , aku terpaksa aku tidak punya pilihan " batin Pelangi ,
Setelah selesai berbicara dengan Surya , Pelangi berjalan menuju kamar anak - anaknya ,
__ADS_1
" Rara , Kinan , Dimas , ayo kemari mama mau bicara dengan kalian " Pelangi memanggil ketiga buah hatinya untuk duduk berjejer di tepi ranjang ,
" Kinan , Rara , Dimas , ada hal yang ingin mama sampaikan kepada kalian , ini menyangkut adik kalian Dandi ,
Minggu - Minggu ini mama akan menghadapi sidak penilik , sudah pasti mama akan disibukkan dengan pemberkasan dan lain sebagainya ,
mama juga ngga mungkin membawa mengajar sambil membawa Dandi ,
jadi,,,,,mama memutuskan untuk sementara Rara berhenti dulu sekolah ya , bantu mama menjaga Dandi ,
Rara yang mendengar perkataan Pelangi hanya bisa terdiam menatap sang mama , meski dalam hatinya ada banyak tanya , mengapa harus dirinya , mengapa mama Setega itu padanya ,
Rara sangat sedih , disaat semua kawan - kawan satu kelasnya akan menghadapi ujian dan melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya , ia harus berhenti ditengah jalan ,
Pelangi bisa melihat duka Dimata Rara putrinya ,
" Maafin mama Ra , ini juga berat buat mama , kondisi ekonomi kita sekarang ini membuat mama tak berdaya , mama harap Rara mau membantu mama " ungkap Pelangi seraya menatap putri keduanya itu ,
Tak ada sahutan dari Rara , Rara tengah tenggelam dalam pikiran dan kesedihannya ,
" Untuk Kinan juga Dimas , mama mohon bantu mama , kalian jangan membuat masalah lagi , selain karena mama tidak ingin melihat kalian diperlakukan tidak baik oleh papa kalian ini juga demi kebaikan kalian ,
Seperti halnya Rara , Kinan dan Dimas pun tidak menyahuti perkataan Pelangi , keduanya hanya terdiam menatap wajah sang mama ,
Setelah selesai berbicara dengan ketiga anaknya , Pelangi beranjak dari sana meninggalkan ketiga buah hatinya dengan rasa bersalah juga sedih ,
Pelangi bisa melihat dengan jelas wajah murung Rara setelah mendengar penuturannya ,
" Ya Rabb,,,,maafkan hamba , mungkin hamba telah berlaku tidak adil pada anak - anak hamba , semoga mereka bisa mengerti dan memahami kondisi hamba " batin Pelangi ,
Keesokan harinya ,
Kinan dan Dimas tengah bersiap untuk pergi ke sekolah , sementara Rara hanya duduk sambil memperhatikan kedua saudaranya ,
Rasa sedih , iri , malu berbaur menjadi satu , rasa yang tidak mampu untuk diungkapkan namun cukup membuat hatinya meronta ,
Suara Pelangi yang berpamitan membuyarkan lamunan Rara,
" Ra , mama ke sekolah dulu , Dandi masih tidur " ujar Pelangi yang di angguki oleh Rara ,
__ADS_1
Rara duduk di sofa , tatapannya tertuju keluar jendela , dilihatnya anak anak sekolah yang tengah berlari ke sana kemari dan bercengkerama ,
Tanpa sadar air mata jatuh membasahi pipi Rara , Perlahan Rara menyeka air matanya , dadanya terasa sesak seolah sesuatu tengah menghalangi deru nafasnya ,
usianya terlalu dini untuk bisa memahami apa yang sedang terjadi pada hidupnya , yang ia tahu hanyalah ia harus merelakan dirinya putus sekolah atas keinginan sang mama ,
Tak lama berselang , terdengar suara tangisan dari dalam kamar , ternyata Dandi telah terbangun dari tidurnya ,
Rara bergegas menghampiri Dandi dan menggendongnya , menimangnya hingga Dandi kembali tenang ,
Rara pun mengambil makanan Dandi yang telah disiapkan sang mama sebelum pergi ke sekolah ,
Rara pun mulai menyuapkan makanan kedalam mulut Dandi , Dandi pun memakannya dengan lahap ,
Rara merawat dan menjaga adiknya dengan penuh rasa tanggung jawab , namun tak satu katapun yang keluar dari bibir Rara ,
mungkin Rara masih belum bisa menerima kenyataan , disaat teman - temannya tengah asik menekuni pelajaran dan bermain disekolah , ia harus berada di rumah menjaga sang adik ,
Sesekali Rara membawa Dandi bermain diluar rumah , tatapannya tertuju pada ruang kelas tempat dirinya menimba ilmu ,
Mendung kembali menggelayuti wajah Rara , kesedihan kembali menghampirinya , namun Rara menahan diri agar tidak menangis ,
Harapan nya untuk melanjutkan sekolah kejenjang selanjutnya tertunda , begitu pula angannya untuk segera memakai seragam putih biru ,
Rara kecewa , kesal juga marah , tapi ia tak bisa berbuat apa - apa , ia hanya bisa menyerah pada keadaan ,
Siang harinya ,
Pelangi telah kembali dari sekolah , namun itu tidak berarti Rara terbebas , ia harus membantu sang mama mengerjakan pekerjaan rumah mulai dari mengepel , mencuci piring dan mencuci pakaian ,
Pukul 16.00 sore , Rara baru saja selesai membersihkan tubuhnya , setelah tiga jam lamanya berjibaku dengan pekerjaan rumah , barulah Rara bisa bernafas lega ,
Rara bisa mengistirahatkan tubuhnya , bahunya terasa pegal setelah seharian menggendong Dandi ,
Pelangi pun membiarkan Rara beristirahat sambil bermain dengan teman - teman di seputaran rumah ,
Kesedihan Rara siang tadi sedikit terobati setelah berbaur dengan teman bermainnya ,
Rara bisa tertawa dan tersenyum , meskipun tak secerah dan seceria teman - teman bermainnya ,
__ADS_1