Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 114


__ADS_3

Peristiwa pemukulan yang dilakukan Surya pada Dimas membuat mata Pelangi terbuka lebar ,


Pelangi menyadari jika Surya ternyata tidak berubah , ia selalu mengedepankan amarahnya dalam setiap menyelesaikan masalah ,


Hari ini Dimas , beberapa waktu yang lalu Kinan , besok - besok bisa jadi Rara yang akan jadi sasaran amarahnya ,


Semakin hari anak - anak akan terus bertumbuh , hari ini mereka diam karena belum memiliki keberanian , tapi bila besar nanti mereka akan berontak dan melakukan perlawanan dengan cara mereka ,


Pelangi termenung , dia bingung apa yang terjadi dengan anak - anaknya akhir - akhir ini ,


Sebelum nya Kinan , Rara dan Dimas adalah anak - anak yang manis , penurut dan patuh ,


Namun lain halnya dengan Surya , Surya merasa apa yang dilakukannya sudah tepat , ia merasa sudah melakukan kewajibannya sebagai orang tua ,


Surya mengambil sikap tanpa memikirkan mental dan psikologi yang akan di alami oleh anak - anaknya ,


Malam harinya , Pelangi mengeluhkan mengenai masalah Dandi , mengingat Minggu depan akan ada sidak penilik maka tidak mungkinkan bagi Pelangi untuk mengajar sambil membawa Dandi ,


Rahayu sang bunda pun tidak bisa dimintai tolong , karena Mentari sang kakak belum lagi kembali ke negeri asal suami keduanya ,


Sedangkan untuk menyewa pengasuh itu tidak memungkinkan , mengingat ekonomi mereka yang pas - pasan ,


" Apa kita harus mengorbankan pendidikan salah satu dari putri kita kak ? "


" Maksud kamu ? " Surya mengerutkan dahinya ,


" kita minta Kinan atau Rara untuk berhenti sekolah sementara supaya ada yang jagain Dandi " ujar Pelangi ,


" Terserah kamu , kamu ibunya , kamu yang lebih tahu apa yang terbaik buat anak - anak " balas Surya ,


Bukan hal yang mudah bagi Pelangi untuk mengambil keputusan , mengingat kedua putrinya tidak lama lagi akan melaksanakan ujian kelulusan ,


Iya bisa membayangkan betapa kecewanya salah satu dari mereka jika mengetahui harus putus sekolah demi menjaga sang adik ,


Bagaikan buah simalakama , jika tidak mengambil langkah ini maka kinerjanya sebagai pendidik berantakan , namun jika mengambil langkah ini perasaan anak nya dipertaruhkan ,


" Bismillah ya Allah , aku terpaksa aku tidak punya pilihan " batin Pelangi ,


Setelah selesai berbicara dengan Surya , Pelangi berjalan menuju kamar anak - anaknya ,

__ADS_1


" Rara , Kinan , Dimas , ayo kemari mama mau bicara dengan kalian " Pelangi memanggil ketiga buah hatinya untuk duduk berjejer di tepi ranjang ,


" Kinan , Rara , Dimas , ada hal yang ingin mama sampaikan kepada kalian , ini menyangkut adik kalian Dandi ,


Minggu - Minggu ini mama akan menghadapi sidak penilik , sudah pasti mama akan disibukkan dengan pemberkasan dan lain sebagainya ,


mama juga ngga mungkin membawa mengajar sambil membawa Dandi ,


jadi,,,,,mama memutuskan untuk sementara Rara berhenti dulu sekolah ya , bantu mama menjaga Dandi ,


Rara yang mendengar perkataan Pelangi hanya bisa terdiam menatap sang mama , meski dalam hatinya ada banyak tanya , mengapa harus dirinya , mengapa mama Setega itu padanya ,


Rara sangat sedih , disaat semua kawan - kawan satu kelasnya akan menghadapi ujian dan melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya , ia harus berhenti ditengah jalan ,


Pelangi bisa melihat duka Dimata Rara putrinya ,


" Maafin mama Ra , ini juga berat buat mama , kondisi ekonomi kita sekarang ini membuat mama tak berdaya , mama harap Rara mau membantu mama " ungkap Pelangi seraya menatap putri keduanya itu ,


Tak ada sahutan dari Rara , Rara tengah tenggelam dalam pikiran dan kesedihannya ,


" Untuk Kinan juga Dimas , mama mohon bantu mama , kalian jangan membuat masalah lagi , selain karena mama tidak ingin melihat kalian diperlakukan tidak baik oleh papa kalian ini juga demi kebaikan kalian ,


Seperti halnya Rara , Kinan dan Dimas pun tidak menyahuti perkataan Pelangi , keduanya hanya terdiam menatap wajah sang mama ,


Setelah selesai berbicara dengan ketiga anaknya , Pelangi beranjak dari sana meninggalkan ketiga buah hatinya dengan rasa bersalah juga sedih ,


Pelangi bisa melihat dengan jelas wajah murung Rara setelah mendengar penuturannya ,


" Ya Rabb,,,,maafkan hamba , mungkin hamba telah berlaku tidak adil pada anak - anak hamba , semoga mereka bisa mengerti dan memahami kondisi hamba " batin Pelangi ,


Keesokan harinya ,


Kinan dan Dimas tengah bersiap untuk pergi ke sekolah , sementara Rara hanya duduk sambil memperhatikan kedua saudaranya ,


Rasa sedih , iri , malu berbaur menjadi satu , rasa yang tidak mampu untuk diungkapkan namun cukup membuat hatinya meronta ,


Suara Pelangi yang berpamitan membuyarkan lamunan Rara,


" Ra , mama ke sekolah dulu , Dandi masih tidur " ujar Pelangi yang di angguki oleh Rara ,

__ADS_1


Rara duduk di sofa , tatapannya tertuju keluar jendela , dilihatnya anak anak sekolah yang tengah berlari ke sana kemari dan bercengkerama ,


Tanpa sadar air mata jatuh membasahi pipi Rara , Perlahan Rara menyeka air matanya , dadanya terasa sesak seolah sesuatu tengah menghalangi deru nafasnya ,


usianya terlalu dini untuk bisa memahami apa yang sedang terjadi pada hidupnya , yang ia tahu hanyalah ia harus merelakan dirinya putus sekolah atas keinginan sang mama ,


Tak lama berselang , terdengar suara tangisan dari dalam kamar , ternyata Dandi telah terbangun dari tidurnya ,


Rara bergegas menghampiri Dandi dan menggendongnya , menimangnya hingga Dandi kembali tenang ,


Rara pun mengambil makanan Dandi yang telah disiapkan sang mama sebelum pergi ke sekolah ,


Rara pun mulai menyuapkan makanan kedalam mulut Dandi , Dandi pun memakannya dengan lahap ,


Rara merawat dan menjaga adiknya dengan penuh rasa tanggung jawab , namun tak satu katapun yang keluar dari bibir Rara ,


mungkin Rara masih belum bisa menerima kenyataan , disaat teman - temannya tengah asik menekuni pelajaran dan bermain disekolah , ia harus berada di rumah menjaga sang adik ,


Sesekali Rara membawa Dandi bermain diluar rumah , tatapannya tertuju pada ruang kelas tempat dirinya menimba ilmu ,


Mendung kembali menggelayuti wajah Rara , kesedihan kembali menghampirinya , namun Rara menahan diri agar tidak menangis ,


Harapan nya untuk melanjutkan sekolah kejenjang selanjutnya tertunda , begitu pula angannya untuk segera memakai seragam putih biru ,


Rara kecewa , kesal juga marah , tapi ia tak bisa berbuat apa - apa , ia hanya bisa menyerah pada keadaan ,


Siang harinya ,


Pelangi telah kembali dari sekolah , namun itu tidak berarti Rara terbebas , ia harus membantu sang mama mengerjakan pekerjaan rumah mulai dari mengepel , mencuci piring dan mencuci pakaian ,


Pukul 16.00 sore , Rara baru saja selesai membersihkan tubuhnya , setelah tiga jam lamanya berjibaku dengan pekerjaan rumah , barulah Rara bisa bernafas lega ,


Rara bisa mengistirahatkan tubuhnya , bahunya terasa pegal setelah seharian menggendong Dandi ,


Pelangi pun membiarkan Rara beristirahat sambil bermain dengan teman - teman di seputaran rumah ,


Kesedihan Rara siang tadi sedikit terobati setelah berbaur dengan teman bermainnya ,


Rara bisa tertawa dan tersenyum , meskipun tak secerah dan seceria teman - teman bermainnya ,

__ADS_1


__ADS_2