
Di paviliun Surya ,
" Kamu ngga usah bawa - bawa masalah ayah sama ibu kamu " hardik Kusuma ,
" Ya sudah kalo ayah ngga suka aku bahas masalah ayah sama ibu , aku juga ngga suka ayah ikut nimbrung urusan rumah tangga aku ! " Surya tak mau kalah ,
" Ayah cuma kasian sama istri kamu , apa nggak bisa masalahnya kamu selesaikan baik - baik tanpa harus main tangan " tutur Kusuma ,
" lalu selama ini bagaimanakah cara ayah menyelesaikan masalah dengan anak lelaki ayah ? " Surya membalikkan pertanyaan pada sang ayah yang membuat ayahnya diam terdiam ,
Ayah ngga usah sok ngajarin aku , berkaca lah dari diri ayah sendiri ! " Surya berhasil membuat ayahnya terbungkam ,
Kusuma memilih meninggalkan Surya sendiri , menyadari apa yang dikatakan Surya memang benar adanya meskipun terdengar menyakitkan ,
Kusuma duduk termenung di sofa kamarnya , pikirannya berkecamuk ,
" Apa selama ini aku terlalu keras mendidik putra - putra ku , sehingga mereka tumbuh menjadi anak - anak yang pembangkang dan temperamen , padahal aku ingin mereka tumbuh menjadi anak lelaki yang kuat , disiplin dan mandiri " batin Kusuma ,
" Ditatapnya istrinya yang tengah khusyu berdzikir , ada rasa bersalah dalam dirinya karena telah menyakiti wanita yang telah menemaninya dari nol hingga sukses , bahkan tetap setia berada disisinya meski mengetahui kebenaran dirinya telah mengkhianatinya hingga jatuh miskin ,
" Maafkan aku Mila , aku sudah mengecewakanmu " batin Kusuma ,
@@@@@
Kepergian Pelangi menyisakan kesedihan dihati ketiga putra putrinya , sementara Surya , dia tidak mengetahui kepergian Pelangi ,
Satu jam berlalu , Pelangi baru tiba dikediaman Mentari , Pelangi masuk melalui pintu samping , ia langsung menuju kamar sang bunda ,
Pelangi membuka pintu kamar sang bunda , dilihatnya sang bunda yang tengah menunaikan shalat , Pelangi menunggu hingga sang bunda selesai shalat seraya menahan tangis ,
Saat mengucap salam Rahayu terperanjat , melihat Pelangi sudah berdiri mematung didepan pintu kamar nya seraya menahan Isak tangis ,
" Pelangi , kenapa kamu nak ? " Rahayu bergegas melepas mukena yang membalut tubuhnya ,
" Bun,,,,," Pelangi langsung menghambur kepangkuan sang bunda , tangis pun pecah sudah ,
" Kamu kenapa nak , kenapa kamu menangis seperti ini ? " Rahayu merasa hatinya tersayat mendengar tangis putrinya yang memilukan ,
Dengan tangis yang terisak Pelangi pun menceritakan kejadian yang menimpa dirinya ,
__ADS_1
" Astaghfirullah,,,,,apa yang terjadi dengan menantu hamba ya Allah , sehingga dia tega menyakiti putriku " batin Rahayu ,
" Kamu yang sabar ya nak , Allah pasti akan memberikan jalan keluar " tutur Rahayu ,
anak - anak mana ? , apa mereka baik - baik aja ? , telisik ibu ,
" Anak - anak Pelangi tinggalkan di rumah Ama Bun " sahut Pelangi ,
" Ya Allah,,,,,apa Surya tahu kalo kamu kemari ? " tanya Rahayu , yang disahuti Pelangi dengan gelengan kepala ,
" Pelangi pergi begitu saja Bun , Pelangi hanya pamit sama anak - anak " jawab Pelangi ,
" Apa saat kamu tinggal mereka baik - baik saja ? " Rahayu penasaran ,
" Mereka tidak baik - baik saja Bu , mereka menangis saat Pelangi tinggal pergi "
" Ya Allah,,,,,cucu - cucuku , Pelangi , ibu tahu kamu kecewa dengan sikap Surya yang telah melampaui batas , tapi kamu juga harus tahu kalau anak - anak itu lebih membutuhkan kamu , ibunya " Rahayu mencoba memberi pengertian pada putrinya ,
" Pelangi tahu Bu , Pelangi sengaja meninggalkan mereka , karena Pelangi tidak ingin mereka semakin sedih melihat apa yang dialami oleh ibunya " ungkap Pelangi ,
" Justru mereka akan semakin sedih dengan kamu meninggalkan mereka " tegas Rahayu ,
" Ijinkan pelangi tinggal disini untuk beberapa hari ya Bun " Pelangi memohon ,
" Mereka masih ada Ayah , nenek , kakek juga om dan Tantenya " sahut Pelangi ,
" Ya sudah , kalo memang itu keputusanmu " Rahayu tidak bisa memaksakan kehendaknya , lagi pula putrinya memang butuh waktu untuk menyendiri dan merenungi masalah yang tengah dihadapinya ,
Selepas magrib , Ibunda Surya keluar dari kamarnya , ia hendak menyiapkan makan malam untuk sang suami , sebelum pergi ke dapur ia berjalan menuju paviliun , sejak siang tadi ia tidak melihat bahkan mendengar suara ketiga cucunya ,
Namun alangkah terkejutnya Mila kala mendapati ketiga cucunya yang tengah duduk sambil menangis ,
" Kalian kenapa menangis , apa kalian dimarahi oleh ibu kalian ? " tanya Mila ketiganya menggelengkan kepala ,
" Kalian dimarahi oleh ayah kalian ? " tanya Mila lagi , ketiganya kembali menggelengkan kepala ,
" Lalu kenapa kalian menangis ? " Mila semakin penasaran ,
" Mama,,,,,mama pergi ninggalin kita Ama " sahut Kinan ,
__ADS_1
" Mama kalian pergi kemana ? , terus kenapa mama kalian pergi ? " Mila semakin tidak mengerti ,
" Tadi mama keluar dari kamar sambil menangis terus pamitan sama kita kalau mama mau pergi ke rumah umi " jelas Kinan di sela Isak tangisnya ,
" Ya Allah,,,,,apa yang terjadi dengan kedua anak menantuku " batin Mila ,
" Sebentar Ama mau bicara sama ayah kalian dulu " Ibunda Surya berlalu dari hadapan ketiga cucunya untuk menemui Surya di kamarnya ,
" Tok,,,,tok,,,,tok,,,,! , Sur , boleh ibu masuk ? "
" Masuk saja Bu , ngga dikunci " sahut Surya ,
" Kamu ini kenapa Sur , sampe kamu ngga sadar ketiga anak kamu menangis didepan " terang Mila ,
" Kenapa Surya harus repot - repot Bu , kan ada mamanya yang urus ! " ujar Surya datar ,
" Ya ampun Sur , kamu sudah bikin istri menangis dan sekarang kamu ngga tahu kalo istri kamu pergi ninggalin rumah " jelas Mila ,
" Ibu lihat sendiri kan , istri macam apa yang pergi dari rumah tanpa ijin suami " ujar Surya ketus ,
" Kamu mengenal istri kamu melebihi ibu , nggak mungkin dia pergi tanpa sebab , kamu pasti sudah menyakiti perasaannya " Mila mencoba memberikan pengertian pada putranya yang keras kepala ,
" bagaimana Surya ngga emosi Bu , dia sudah mulai berani melawan Surya "
" Ibu mengenal istri kamu , dia wanita yang berpendidikan , sopan dan berhati lembut , ibu yakin pasti ada sesuatu yang membuat istrimu bersikap seperti itu " Mila berusaha membela menantunya ,
" Ibu ngga usah bela dia hanya karena sama - sama wanita , sudah lah Bu jangan ikut campur urusan Surya ! " ujar Surya ,
dari nada bicaranya Mila sudah bisa menduga jika anak sulungnya ini masih diselimuti emosi ,
" Ya sudah , ibu cuma ingin mengingatkan jangan sampai istrimu bernasib sama seperti ibu " Mila berlalu dari hadapan Surya , kembali menghampiri ketiga cucunya ,
" Kalian pasti belum makan kan ? " tanya Mila , yang dijawab dengan gelengan kepala ketiga cucunya ,
" Yuk , kita makan bareng aba kalian " ajak Mila ,
" Ngga mau Ama , kita mau makan sama mama "
" Sayang,,,,kalau kalian nggak makan nanti kalian sakit , kasian nanti mama kalian " bujuk Mila ,
__ADS_1
Setelah bersusah payah membujuk ketiga cucunya , akhirnya Mila berhasil meyakinkan ketiga cucunya , mereka pun makan bersama dalam satu meja bersama Aba sang kakek ,
Malam semakin larut , Pelangi tak bisa memejamkan matanya , pikirannya selalu tertuju pada ketiga buah hati yang ditinggalkannya ,