
Malam hari , Surya tengah duduk merenung di dalam kamar , memory nya kembali memutar semua yang telah terjadi dalam hidupnya , beberapa bulan kebelakang ,
Di mulai dari dirinya yang sering keluar masuk dari satu perusahaan ke perusahaan lain , bahkan menjadi pengangguran selama berbulan - bulan , lalu kehadiran Asri di kehidupannya , di tambah ke lagi perlakuan buruk dirinya terhadap Pelangi juga anak - anak , kemudian musibah yang menimpa dirinya , serta hubungan terlarangnya yang tak berujung ,
Tiba - tiba Surya teringat perkataan mbah Nan kala ia baru saja mendapat musibah , mbah Nan mengatakan jika musibah yang menimpanya kala itu adalah bentuk teguran dari Tuhan ,
" Tanpa merasa berdosa aku menduakan Pelangi , tanpa rasa menyesal aku menyakiti Pelangi dan anak - anak , lebih parahnya lagi aku telah menyombongkan diri dihadapan Pelangi yang notabene memiliki pekerjaan dan masa depan yang lebih baik dariku " Surya tersadar , entah kemarin - kemarin kemana nurani nya pergi ,
Beberapa bulan yang lalu Surya dibutakan oleh cinta dan nafsu sesaat nya hingga tidak berpikir dua kali saat mengambil langkah ,
Entah apa yang membuatnya melakukan itu semua , dia membenci ayahnya yang menyakiti dan menduakan ibunya tapi dia sendiri melakukan hal yang sama ,
Dia membenci wanita berdarah Jawa yang telah merebut ayahnya dari sang ibu , tapi dia sendiri menjalin cinta terlarang dengan wanita berdarah Jawa ,
Surya telah menjilat ludahnya sendiri ,
Kisah percintaannya kandas di tinggal menikah oleh kekasih gelap nya , entah bagaimana ia harus berhadapan dengan Pelangi , mau di taruh dimana mukanya ,
Pelangi mungkin sudah memaafkan dirinya , namun Pelangi belum tentu mau menerimanya kembali setelah penghianatan dan penderitaan yang dia ciptakan ,
Mampukah dia membangun kembali puing - puing rumah tangganya yang ia porak porandakan , mampukah ia merengkuh kembali cinta dari istri juga anak - anaknya ,
Surya kembali teringat perkataan ibundanya beberapa waktu yang lalu ,
Flash back ,
Siang itu di kamar ibunda Surya ,
Sur , dengarkan ibu baik - baik nak , ibu tidak menyukai apa yang sudah kamu lakukan pada istrimu ,
Bisa - bisanya kamu menyakiti istrimu yang begitu baik , apa kurangnya Pelangi Sur , dia cantik , baik , tulus pandai memasak dan seorang PNS ,
Kalau dia mau , dia sudah meninggalkan dan menceraikan kamu , dia bisa saja pergi dari kehidupan kamu sejak awal pertengkaran kalian dulu ,
Dia bisa dengan mudah mendapatkan pendamping yang dia mau sebagai penggantimu ,
tapi dia tidak melakukannya , dia memilih untuk memaafkan kamu dan memberimu kesempatan , berharap kamu bisa berubah ,
__ADS_1
Meskipun kamu sudah mengkhianati dan memberikan penderitaan padanya , dia masih tetap mau merawat mu
selama kamu sakit dengan setulus hati ,
Coba kamu pikir Sur , di jaman seperti sekarang ini susah mendapatkan wanita seperti Pelangi , dia tidak pernah banyak menuntut padamu , dia menerimamu apa adanya , ia tetap legowo meski mengetahui suaminya telah mengkhianati nya ,
Jangan pernah menganggap Pelangi wanita lemah , ia sanggup menerima kenyataan suaminya yang mendua , itu sudah membuktikan betapa kuatnya dia ,
Ibu harap kamu mau memperbaiki hubungan mu dengan Pelangi , jadilah suami dan ayah yang bertanggung jawab ,
Ibu ini sudah tua , hidup ibu tak lama lagi , sebelum maut menjemput , ibu ingin melihat kamu , Pelangi dan ketiga anakmu hidup bahagia ,
Lupakan perempuan itu , kehadirannya di kehidupanmu adalah suatu kesalahan , ingat Sur , jangan sampai kamu menyesal dikemudian hari , renungkan perkataan ibu Sur ,
Dari awal Mila bicara hingga selesai , Surya hanya duduk sambil menundukkan kepalanya , layaknya anak kecil yang sedang mendapat hukuman ,
Surya tak menyahuti atau menyela perkataan sang ibu walau satu kata pun , entah ia sedang meresapi perkataan sang ibu atau sebaliknya , pura - pura mendengarkan padahal pikirannya tengah tertuju pada wanita yang sudah meninggalkannya ,
" Ya sudah ibu mau shalat dulu , sudah masuk waktu ashar , kamu juga shalat Sur " ujar Mila seraya bangkit dan berlalu meninggalkan Surya ,
Surya mengangguk sebagai jawaban atas perkataan sang ibu , ia pun bangkit dan berlalu dari kamar sang ibunda ,
Butuh waktu bagi Surya untuk bisa memperbaiki segalanya , ia bingung harus memulainya dari mana , Surya harus mencari momen yang tepat untuk berbicara dengan Pelangi ,
Surya berniat memperbaiki kesalahannya dan membangun kembali rumah tangganya yang nyaris kandas ,
Keesokan hari nya ,
Pelangi dan ketiga buah hatinya tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah , namun sebelumnya ia pergi ke kamar tamu untuk membangunkan Surya ,
" Kak , sudah siang " Pelangi membangunkan Surya seraya membuka tirai jendela ,
" Hmm,,,, " Surya mengkerjapkan matanya , ditatapnya Pelangi yang sudah rapih mengenakan seragam drill berwana kaki ,
Setelah selesai sarapan dan berpamitan pada Surya , Pelangi dan ketiga anaknya pergi ke sekolah ,
Pukul 12.00 siang , jam sekolah berakhir , Pelangi pun memulangkan siswanya ,
__ADS_1
Sambil menunggu ketiga anaknya , Pelangi merapihkan buku - buku paket siswa dan memasukkannya ke dalam lemari ,
" Ma,,,, ayo pulang ! " ajak Dimas yang berdiri diambang pintu kelas Pelangi ,
" Iya,,,," Pelangi menutup pintu lemari , meraih tas nya lalu berjalan keluar , dimana ketiga anaknya sudah menunggu ,
Satu jam berselang , ketiganya sudah sampai di rumah , Pelangi membuka pintu yang tak terkunci ,
" Apa kak Surya tidak pergi kerja ya ? " tanya Pelangi' dalam hati ,
" Assalamu'alaikum,,,,," keempatnya memasuki rumah seraya mengucap salam , karena tak ada yang menyahuti , Pelangi menjawab salamnya sendiri
Sepertinya Surya sedang berada di dalam kamar, karena di ruang tamu dan ruang tv tak nampak keberadaan Surya ,
" Ganti pakaian kalian , shalat dulu terus makan , baru kerjakan PR kalian " titah Pelangi ,
" Iya ma " kinan , Rara dan Dimas pun masuk ke dalam kamar mereka ,
Pelangi pun pergi ke kamarnya , berganti pakaian lalu menunaikan shalat ,
Usai shalat Pelangi menyiapkan makan siang untuk ketiga anaknya , lalu beranjak menuju kamar tamu tempat Surya tidur ,
" Kak , makan dulu , aku sudah siapkan di meja makan " ujar Pelangi yang di angguki Surya ,
" Pelangi , ada yang mau aku bicarakan sama kamu " tutur Surya ,
" Makan dulu kak , kita bicara setelah makan " Pelangi berlalu dari kamar Surya ,
Surya pun bangkit dan mengekor di belakang Pelangi ,
Kini mereka tengah duduk bersama dan menyantap makanan yang telah Pelangi siapkan ,
Suasana di meja makan begitu hening , mereka menyantap makanannya tanpa bersuara ,
Usai makan , Kinan , Rara dan Dimas kembali ke kamar mereka untuk beristirahat sambil mengerjakan tugas sekolah mereka ,
Sementara Pelangi merapihkan meja makan , menutup semua makanan dengan tudung saji , lalu membawa semua piring kotor ke dapur untuk di cuci ,
__ADS_1
Pelangi menata semua peralatan makan yang baru di cuci nya ke lemari piring , lalu membersihkan dapur , setelah semuanya tertata rapih Pelangi pun kembali ke dalam , ia mendapati Surya yang masih setia menunggu dirinya di meja makan ,