Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 90 ,


__ADS_3

Semakin hari sikap Surya berubah , Pelangi dan ketiga buah hatinya tak pernah luput dari amarah Surya barang sehari pun , setiap hari selalu saja ada yang dipermasalahkan ,


Akhir - akhir ini Surya sering pulang terlambat dari tempat kerjanya , seperti malam ini Surya pulang tiga jam lebih lama dari biasa , biasanya dia sampai di rumah pukul 17.00 namun akhir - akhir ini pukul 20.00 baru sampai rumah ,


" hari ini lembur kak , jam segini baru pulang " tegur Pelangi ,


" Kamu kenapa sih ! , bisa nggak kalo suami baru pulang ngga usah banyak ngomong , ngga tau apa orang lagi cape ! " hardik Surya ,


Nada suara Surya yang tinggi tentu saja mengagetkan ketiga anaknya yang tengah belajar di kamar mereka ,


" Kak , apa ada yang salah dari perkataan aku , sampe segitu marahnya , perasaan aku ngga nanya macem - macem " ujar Pelangi ,


" Kamu memang pinter bikin alasan ! " Surya berlalu meninggalkan Pelangi yang tengah duduk di ruang tv ,


Setelah berganti pakaian , Surya bergegas pergi ke luar , sepuluh menit kemudian ia kembali dengan menenteng sebuah keresek hitam kecil ,


Suasana hening , sayup - sayup terdengar suara seperti orang yang tengah memasak di dapur ,


" Apa yang sedang dilakukan kak Surya di dapur ? " gumam Pelangi ,


" Kak Surya lagi masak apa ? , dimeja sudah ada lauk makan kak " Pelangi memberi tahu Surya jika ia sudah memasak ,


Namun tak ada sahutan barang sepatah kata pun dari Surya , ia tetap fokus pada masakan di depan matanya ,


" Kenapa Kaka nggak bilang kalo mau bikin mie , sini biar aku buatkan " Pelangi menawarkan diri untuk membantu ,


" Ngga usah ! , aku bisa masak sendiri , ngga usah sok peduli ! " Surya yang saat itu tengah memegang holder panci menoleh kearah Pelangi menyebabkan air rebusan mie yang panas tumpah menyiram tangan Pelangi ,

__ADS_1


" Astaghfirullah,,,,! " Pelangi terperanjat , sontak ia melangkah mundur , seraya meringis menahan panas yang dirasa pada tangannya ,


Pelangi bergegas mengambil ceret dan menyiramkan air dingin ke tangannya agar tidak melepuh ,


Surya yang mengetahui tangan Pelangi yang tersiram air panas akibat ulahnya , meneruskan aktifitasnya menuangkan mie ke dalam mangkuk , sedikitpun Surya tidak memikirkan keadaan Pelangi ,


Pelangi bergegas masuk kedalam mencari kotak P 3 k , setelah menemukan salep yang dia cari , ia gegas mengoleskan salep pada punggung tangannya yang mulai memerah ,


Pelangi meringis menahan rasa panas yang menjalar diseputaran punggung tangannya ,


Surya melintas di hadapan Pelangi seraya membawa semangkuk mie tanpa menengok ke arah Pelangi sedikit pun ,


Walau punggung tangannya terasa berdenyut , namun Pelangi tidak memperlihatkan kesakitannya di depan Surya , ia berusaha kuat walau batinnya pedih ,


" Pelangi berfikir jika Surya pasti tidak mungkin sengaja melakukannya , tidak mungkin ia berniat menyiramkan air rebusan mie kepadanya , tapi kalo dia tidak meresponnya dengan emosi hal ini pasti ngga akan terjadi " Pelangi berusaha positif thinking ,


ia masuk ke dalam kamar sambil menyembunyikan tangannya yang tersiram tadi di balik tubuhnya , sehingga anak - anak nya tidak mengetahui jika mamanya tengah merasakan kesakitan ,


" Kalo kalian sudah selesai belajarnya , kalian rapikan alat tulisnya terus tidur ya,,,," ujar Pelangi pada ketiga buah hatinya seraya mengusap puncak kepala ketiganya ,


" Iya ma " sahut ketiganya ,


Pelangi keluar dari kamar buah hatinya , lalu masuk kedalam kamarnya , tanpa menghiraukan Surya yang masih berada di meja makan , Pelangi merebahkan tubuhnya diatas pembaringan , tanpa terasa air matanya berlinang , sakit yang dirasa ditangannya tak seberapa dibanding rasa sakit dihati nya ,


" kenapa Tuhan , kenapa aku harus mengalami ini , kemana perginya Surya yang dulu begitu mengharapkannya , mencintainya dan peduli padanya , baru saja aku bisa bernafas lega kini masalah kembali mendera " batin Pelangi lirih ,


Hari merambah malam , namun Pelangi belum mampu memejamkan matanya karena rasa nyeri yang berdenyut di tangannya membuatnya sulit untuk tidur , ditatapnya jam dinding , jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.00 malam , Surya pun belum masuk ke dalam kamar ,

__ADS_1


Pelangi bangkit dari tempat tidurnya , melangkah keluar dari kamarnya , sayup - sayup ia mendengar suara dari ruang tv , Pelangi pun berjalan ke arah sana , nampak tv yang masih menyala tapi tak ada yang menyaksikan karena Surya terkulai di sofa dengan tangan yang masih memegangi remot tv ,


Pelangi meraih remot tv dari tangan Surya lalu mematikan tv nya , diselimuti nya tubuh Suami yang baru beberapa jam yang lalu menyebabkan luka ditangannya ,


Pelangi memeriksa kembali semua jendela dan pintu , memastikan semuanya sudah terkunci dan kembali kedalam kamarnya ,


Pelangi menatap langit - langit kamar , pikirannya menerawang jauh menembus langit - langit kamar , seolah disana tengah menggambarkan masa lalu dimana Surya yang begitu baik , manis , care , yang rela melakukan apa saja demi mengambil hatinya ,


Senyum mengembang di bibirnya yang diiringi linangan air mata , bila di tanya apakah ia menyesal menikah dengan Surya , tentu jawabnya ada , tapi semua sudah terjadi , Pelangi hanya bisa pasrah , menjalani dan menikmati alur hidupnya dengan hati yang lapang ,


Jarum jam menunjukkan pukul 02.00 pagi , mata Pelangi masih belum mampu terpejam , Pelangi bangkit dari tidurnya , berjalan keluar kamar menuju kamar mandi , mengambil air wudhu kemudian menngerjakan shalat malam ,


Dalam doanya ia memohon ampun atas segala dosa yang telah diperbuat selama hidupnya , mensyukuri segala nikmat dan ujian yang telah Tuhan tetapkan , dan meminta kekuatan serta jalan terbaik atas alur hidup yang Tuhan garis kan untuk nya ,


Setelah meng-amin kan doanya , Pelangi bersujud untuk waktu yang cukup lama berharap Tuhan mendengar dan mengabulkan permohonannya ,


Pelangi melanjutkan ibadahnya dengan membaca ayat suci Alquran , berharap ayat - ayat suci yang dilantunkan memberinya ketenangan dan kedamaian dalam jiwanya ,


agar ia tetap menjadi manusia yang bersabar , bertawakal dan tetap Istiqomah menjalani hidup , agar apa pun yang menimpanya tidak membuat dirinya berputus asa , hilang arah dan gelap mata ,


" Shadaqallahul'adzhiim " Pelangi mengakhiri sesi baca alqurannya , diletakkan mushaf dengan cover berwarna gold itu dipuncak kepalanya untuk sesaat lalu menciumnya , ritual yang sering dilakukan oleh para leluhurnya setiap usai membacanya ,


Pelangi belum memahami apa maksud ritual itu , hanya menurut pemikirannya apa yang dilakukan mereka


mungkin sebagai penghormatan untuk mengagungkan kesucian , kebesaran dan kebenaran dari wahyu yang Allah turunkan kepada para nabi dan malaikatnya ,


Pelangi masih terduduk diatas sajadahnya , ia belum menyudahi ibadahnya , ia lanjut berdzikir dengan mengucap kalimat - kalimat talbiyah yang bermakna memuji dan mengagungkan Sang pencipta , hingga menjelang waktu subuh ,

__ADS_1


Pukul 04.30 pagi , sayup - sayup terdengar sara adzan , berhubung wudhunya belum batal , Pelangi pun lanjut menunaikan shalat subuh di awal waktu ,


__ADS_2