Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 77


__ADS_3

Tanpa terasa dua bulan sudah Pelangi melewati masa cutinya , tinggal sisa satu bulan ke depan , Pelangi harus mulai memikirkan siapa yang akan menjaga putri mungilnya saat dirinya mulai mengajar nanti ,


Pagi ini Pelangi dan Surya tengah bersiap pergi , mengingat hari ini hari libur mereka ingin membawa bayi Kinan mengunjungi bunda Rahayu ,


Setelah selesai mengemas semua keperluan bayi Kinan , keduanya meninggalkan paviliun ,


" Kalian mau kemana koq sudah rapi ? " sapa Ama yang tengah duduk diteras utama , melihat anak , menantu dan cucunya hendak pergi ,


" Ibunda Surya bangkit dari duduknya menghampiri bayi Kinan yang berada dalam gendongan Pelangi ,


" Cucu Ama mau kemana ini , koq sudah cantik " tutur Ama seraya mencubit gemas pipi bayi Kinan ,


" Kinan mau kerumah Umi dulu Ama " sahut Pelangi menirukan suara anak kecil ,


" Oh Kinan mau ke rumah Umi ya,,,,mau nengok Umi ya,,,,? " celoteh Ama , Kinan yang diajak bicara oleh ibunda Surya tertawa ,


" Kami pergi dulu Bu , assalamu'alaikum " pamit keduanya , seraya mencium punggung tangan ibunda Surya ,


" wa'alaikumsalam ,,,, salam untuk bunda kamu ya nak " ujar Ibunda Surya yang di angguki oleh Pelangi ,


mereka pun berlalu dari hadapan ibunda Surya , berjalan menuju motor yang terparkir dihalaman ,


Dalam waktu 30 menit mereka sudah sampai dikediaman Joe , kedatangan Pelangi dan bayi Kinan di sambut oleh para keponakan Pelangi ,


" Dede Kinan,,,,,Dede Kinan,,,,," para keponakan Pelangi berlari menghambur kearah Pelangi , lalu meraih tangan Pelangi dan Surya untuk Salim ,


mendengar lengking suara yang memanggil namanya , Bayi Kinan yang semula tengah terlelap dalam gendongan Pelangi pun terbangun ,


" Halo,,,,, cantik,,,,,berisik ya denger suara mbak sama masnya , jadi keganggu ya bobo nya " ujar Mentari mengajak Bayi Kinan ngobrol , bayi Kinan pun berceloteh dengan bahasa bayinya ,


Bunda pun bergegas menghambur keluar menemui cucunya , diambilnya bayi Kinan dari gendongan Pelangi dan membawanya masuk kedalam ,


Bayi Kinan yang berada diatas pangkuan bunda tengah bermain dengan kakak - kakaknya , sesekali ia tertawa disela celotehannya yang hanya Kinan saja yang memahaminya , sementara para orang dewasa tengah berbincang hangat ,

__ADS_1


Bayi Kinan yang imut dan comel dan menggemaskan membuat kakak - kakak nya senang bermain dengan adik mungilnya itu ,


" Pelangi , bulan depan kamu sudah mulai mengajar , apa kamu sudah punya rencana siapa yang akan menjaga Kinan nanti ? " tanya Bunda ,


" Belum Bu , Pelangi juga belum sempat membicarakannya dengan kak Surya Bun " sahut Pelangi ,


" kamu juga ngga akan mau berhenti dari pekerjaan yang selama ini menjadi impian kamu kan ! " ujar bunda lagi ,


" Engga lah Bun , dengan susah payah Pelangi meraih impian Pelangi , mana mungkin Pelangi akan melepas dan menyiakan nya , bila terpaksa Pelangi akan membawa Pelangi mengajar , Pelangi nggak mau kalo harus ada yang dikorbankan , karena keduanya sangatlah berarti bagi hidup Pelangi " ungkap Pelangi ,


" Semoga saja saat kamu kembali mengajar nanti , kalian sudah mendapatkan solusinya " harap bunda ,


" Iya Bun , aamiin " Pelangi mengaminkan harapan sang bunda ,


Hari pun menjelang sore , Pelangi dan Surya pamit undur diri dari kediaman sang kakak , mereka ingin tiba dirumah sebelum magrib ,


Diperjalanan Pulang Kinan kembali terlelap , mungkin ia lelah setelah seharian bermain bersama kakak - kakaknya , dalam keadaan ramai bagaimana bisa bayi Kinan tidur siang ,


Setibanya dirumah , Pelangi langsung menidurkan bayi Kinan dan bergegas membersihkan tubuhnya , kali ini Surya menjaga Kinan hingga Pelangi selesai mandi , barulah dirinya mandi ,


Suasana hening sejenak ,


" Kak , ada yang hal yang ingin aku bicarakan " Pelangi membuyarkan perhatian Surya yang tengah fokus menyimak acara televisi ,


" Mau bicara soal apa " Surya menolehkan wajahnya ke arah Pelangi ,


" Kak , masa cuti ku bulan depan sudah habis , aku harus kembali mengajar " ujar Pelangi hati - hati ,


" Lalu ? " Surya mengerutkan dahinya ,


" Tapi aku bingung kalo aku bekerja nanti siapa yang akan menjaga Kinan , tapi aku juga nggak mungkin berhenti bekerja , kak Surya tau betul menjadi guru adalah cita - cita dan impianku sejak kecil , kak Surya juga salah satu saksi hidup yang melihat bagaiman perjuangan aku , dengan susah payah aku berhasil meraih impian aku " ungkap Pelangi ,


" Surya termenung sejenak , di satu sisi ia tidak mungkin mengabaikan putri kecilnya , tapi di sisi lain Surya juga tidak bisa menyuruh Pelangi berhenti bekerja ,

__ADS_1


Menyuruh Pelangi berhenti bekerja itu sama saja menyakiti sekaligus menghancurkan masa depan Pelangi , justru dirinya beruntung karena memiliki istri seperti Pelangi , seorang pegawai negeri sipil yang memiliki masa depan yang baik ,


" kak,,,,,gimana kalo kita cari pengasuh buat Kinan , apa,,,,,kakak setuju ? " tanya Pelangi ragu


" Aku setuju saja , tapi kalo bisa orangnya yang masih kerabat dengan kita dan bisa dipercaya juga tentunya " tutur Surya ,


" kira - kira siapa ya ? " gumam Pelangi ,


" Udah,,,,nanti kita cari , sekarang kamu tidur , nanti malam kamu harus begadang mengurus Kinan sama papanya , Surya tersenyum nakal ,


" Issh,,,, " Pelangi bangkit berdiri , namun Surya menarik pinggang Pelangi , hingga tubuh Pelangi terhempas menimpa Surya ,


" Gimana kalau sekarang kamu mengurus papanya dulu , mumpung Kinan masih bobo " goda Surya ,


" Kak,,,,," Pelangi tersipu , ia berusaha melepaskan diri dari pelukan Surya ,


Tanpa banyak bicara , Surya membopong Pelangi , membawanya ketempat tidur dan membaringkannya di sana , melancarkan aksinya dengan semangat yang menggebu membuat Pelangi melenguh manja berkali - kali ,


Bagaimana tidak , sudah 40 hari lebih Surya memendam hasratnya , dan malam ini untuk pertama kalinya keduanya melakukan penyatuan sejak masa nifas Pelangi berakhir ,


Baru saja Pelangi ingin mengistirahatkan tubuhnya , Surya sudah kembali mengungkung dirinya kembali melancarkan aksinya , dan mau tidak mau Pelangi harus melayani hasrat Surya yang kembali memuncak ,


Pelangi memaklumi perilaku Surya , ia sadar , pasti berat sekali bagi sang suami memendam hasratnya cukup lama dan menunggu hingga dirinya benar - benar siap melakukan kewajibannya ,


Baru saja Pelangi ingin memejamkan matanya , Bayi Kinan terbangun karena popoknya penuh ,


Setelah ganti popok , Kinan tidak kembali tidur ia malah mengajak Pelangi bermain ,


Demi sang buah hati , Pelangi pun rela menahan kantuknya , ia terjaga hingga menjelang dini hari sementara Surya tertidur pulas karena lelah setelah melakukan olah raga malam ,


Menjelang adzan subuh , bayi kinan kembali tertidur , Pelangi pun bergegas membersihkan tubuhnya untuk menunaikan shalat ,


Usai shalat , Pelangi membangunkan Surya , selepas Surya pergi ke kamar mandi , Pelangi membaringkan tubuhnya , ia tak mampu lagi menahan rasa kantuknya , hingga perlahan ia pun terlelap disamping bayinya ,

__ADS_1


Tadi malam menjadi malam yang paling melelahkan untuk Pelangi , setelah memuaskan hasrat suaminya ia harus begadang menemani putri mungilnya yang tak henti berceloteh ,


__ADS_2