
Melihat kesungguhan serta kerja keras Surya akhir - akhir ini , Pelangi berharap Surya bisa menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab ,
Perlahan Pelangi menutup kenangan lamanya bersama Reyhan dan memulai lembaran baru bersama Surya ,
Pelangi akan memberikan hak nya pada Surya menjadi istri yang sesungguhnya , ia sudah melakukan kesalahan dengan melukai perasaan Reyhan ,
Pelangi tidak mau mengulangi kesalahan untuk yang kedua kali dengan melukai perasaan Surya ,
Malam pun tiba , usai menunaikan shalat isya Pelangi duduk di bibir ranjang , ia ingin mengajak Surya bicara mengenai hubungan mereka namun Pelangi bingung harus memulainya dari mana ,
Surya yang tengah menonton televisi diam - diam memperhatikan gelagat Pelangi ,
" Kamu kenapa Pelangi ? " tanya Surya ,
" Apa,,,,? , aku,,,,? , aku nggak gapapa ! " ujar Pelangi gugup ,
Surya bangkit dari duduknya , berjalan menghampiri Pelangi ,
" Apa ada masalah ? , apa kamu sakit ? " Surya duduk di samping Pelangi , ia berusaha mencari tahu jawaban nya dengan menyentuh kening Pelangi ,
" Aku,,,,aku nggak sakit Surya , aku cuma,,,,aku cuma ingin mengatakan sesuatu , hanya,,,,aku tidak tahu harus mulai dari mana ? " ujar Pelangi terbata ,
" Apa yang mau kamu katakan , aku siap menjadi pendengar yang baik ! " Surya menatap Pelangi seraya mengulas senyum ,
" Apa,,,,kamu tidak menyesal menikah denganku ? , apa kamu tidak marah dengan sikap aku selama ini ? " tanya Pelangi hati - hati , Surya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban ,
" Saya nggak pernah menyesal menikahi kamu , dan nggak ada alasan buat saya untuk marah sama kamu , kenapa kamu tanyakan itu ? " Surya membalikkan pertanyaan pada Pelangi ,
" Karena semenjak kita menikah , aku belum melakukan kewajiban ku sebagai seorang istri sepenuhnya , dan kamu belum mendapatkan hak mu sebagai seorang suami " ungkap Pelangi ,
" Kamu jangan pikirkan itu Pelangi , aku menikahi kamu bukan hanya semata - mata ingin membantu kamu keluar dari permasalahan mu , tapi juga karena aku mencintai kamu dan kamu tahu itu sejak dulu ,
Dan mengenai hak ku atau pun kewajiban mu , aku tidak akan memaksa , aku akan menunggu sampai kamu benar - benar siap ! " jelas Surya ,
" Surya,,,,,,aku sudah siap untuk,,,," Pelangi menjada ucapan nya ,
" Siap untuk apa ? " Surya mengernyitkan keningnya ,
" Aku,,,,,sudah siap untuk melakukannya " Pelangi merunduk malu ,
" Melakukan apa ? , maksudnya,,,, kamu sudah siap melakukan apa ? " tanya Surya penasaran ,
" Aku sudah siap melakukan kewajiban ku memberikan hak mu sebagai seorang suami " Pelangi merona ,
" Benarkah,,,,? " Surya memastikan ,
__ADS_1
" Hemmmm ,,,, ! " Pelangi mengangguk membenarkan ,
" Alhamdulillah,,,,,aku senang mendengar nya ! " ujar Surya seraya bangkit dari duduknya ,
" Kamu mau kemana ? " tanya Pelangi , mendapati Surya yang hendak mencapai pintu kamar ,
" Apa kamu mau kita melakukan nya dengan pintu yang tidak terkunci ! " ujar Surya ,
" Oh,,,,,! " Pelangi membulatkan bibirnya ,
" Surya menekan handle pintu lalu memutar anak kunci dan memadamkan lampu kamar ,
Surya kembali ke peraduan tempat dimana Pelangi tengah terduduk ,
Pelangi merasakan jantungnya berdebar kencang , ia menautkan kedua jemari tangan nya yang gemetar ,
Malam ini ia dan Surya akan melakukan malam pertama yang tertunda selama satu bulan lamanya ,
" Kamu sudah siap ? " Surya mengusap pipi Pelangi yang diangguki oleh Pelangi ,
Surya menatap lekat wajah Pelangi , mendekatkan wajahnya hingga keduanya bisa saling merasakan hembusan nafas satu sama lain ,
" Kamu yakin ? " ujar Surya setengah berbisik ,
" Hemmmm ,,,,,! " Ujar Pelangi lemah ,
Pelangi melenguh manja kala Surya melakukan penyatuan , alhasil kedua nya tenggelam dalam buai asmara , membawa mereka melambung tinggi ke angkasa , mereguk manisnya madu cinta , menggapai indahnya surga dunia ,
Menjelang subuh , Pelangi terbangun dari lelapnya , menatap Surya yang masih terlelap ,
" Akhirnya,,,,,aku telah menjadi istri yang sesungguhnya , aku telah menjadi milik Surya seutuhnya " batin Pelangi ,
Pelangi turun dari tempat tidurnya , berjalan menuju kamar mandi dengan langkah yang tertatih , merasakan ngilu dibawah sana ,
Bagaimana tidak , semalam Surya menunjukkan keperkasaan nya , stamina nya benar - benar menunjukkan seseorang yang rajin menjaga kebugaran tubuhnya dengan berlatih bela diri ,
Usai membersihkan tubuhnya , Pelangi menunaikan shalat subuh , setelah sebelumnya membangunkan Surya ,
Usai shalat Pelangi lanjut membuat sarapan , kebetulan hari ini ia tidak mengajar karena sekolah libur di hari Sabtu , Pelangi akan menghabiskan harinya untuk beristirahat ,
Saat Pelangi tengah menata makanan di meja , Surya yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri Pelangi dan memeluknya dari belakang ,
" Terima kasih untuk semalam ! " ujar Surya di telinga Pelangi ,
" Hem,,,,! " gumam Pelangi ,
__ADS_1
Namun sepertinya niat Pelangi untuk beristirahat batal , karena hari ini Surya pun memutuskan untuk tidak bekerja dan memilih menghabiskan harinya bersama Pelangi di dalam kamar mereka ,
Pelangi hanya bisa pasrah , memenuhi permintaan sang suami , sarapan yang telah tersaji di atas meja pun tak mereka sentuh , karena keduanya kembali bergumul di bawah selimut ,
karena lelah dan rasa kantuk yang mendera , kedua nya pun kembali terlelap , saking lelap nya hingga keduanya melewatkan waktu shalat dzuhur dan makan siang ,
" Surya,,,,,! , Pelangi,,,,,! " Tante Rima mengetuk pintu berulang kali namun tak ada sahutan dari dalam kamar ,
" Sepertinya mereka sedang tidur , nyenyak banget tidurnya , apa jangan - jangan semalam mereka kerja lembur ya,,,,! " gumam Rima seraya berlalu dari kamar Pelangi ,
Pelangi baru terjaga dari tidurnya saat merasakan tubuhnya yang kegerahan , ia me-ngerjapkan matanya berulang kali , menatap jam dinding di dalam kamar ,
" Ya ampun,,,,,! " pekik Pelangi saat mendapati jarum jam dinding menunjukkan pukul empat sore ,
Pelangi bergegas bangkit dari tempat tidurnya , menyambar kain penutup dan berjalan menuju kamar mandi , membersihkan tubuhnya ,
Sekembali nya dari kamar mandi , Pelangi membangunkan Surya ,
" Surya,,,,,bangun sudah sore " Pelangi menepuk lembut lengan Surya ,
" Hemmmm ,,,,,,! " Surya menggeliatkan tubuhnya ,
" Kamu sudah mandi Pelangi ? " tanya Surya ,
" Sudah barusan ! " sahut Pelangi ,
Surya menatap Pelangi yang tengah mengeringkan rambutnya ,
" Kenapa liatin aku seperti itu ? " tegur Pelangi yang merasa risih dengan tatapan Surya ,
Sedang Surya tak lepas menatap Pelangi seraya mengulas senyum ,
" Mandi sana ! " seru Pelangi ,
" Baik Bu guru,,,,,! " Surya meraih handuk nya dan melenggang ke kamar mandi ,
Pelangi meraih makanan yang tadi pagi di buatnya untuk sarapan lalu menghangatkan nya ,
" Kita makan ini aja ya,,,,sayang tadi pagi nggak kemakan ' ujar Pelangi ,
" Iya gapapa , apalagi makan nya di temenin sama istri yang cantik " goda Surya ,
" Nggak usah gombal ! " seru Pelangi ,
Kini keduanya tengah menyantap makanan nya dengan lahap , secara dari pagi mereka belum makan apa pun di tambah lagi tenaga mereka yang sudah habis terkuras selepas perhelatan panas ,
__ADS_1
Malam harinya pun Surya tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan kembali melancarkan aksinya ,
Semenjak peristiwa malam pertama , Pelangi seolah menjadi candu yang memabukkan bagi Surya , sementara Pelangi hanya bisa pasrah ,