
Entah apa yang tengah terjadi dengan anak - anak Pelangi , baru saja beberapa hari yang lalu ia menyelesaikan masalah Kinan , kini ganti Dimas yang berulah ,
Sudah dua malam Dimas tak pernah pulang ke rumah , hal ini tentu saja membuat Pelangi khawatir , mengingat usia Dimas yang masih dibawah umur ,
" Beruntungnya Surya tidak mengetahui hal itu karena ia kerja shift malam , pukul tujuh malam Surya sudah berangkat kerja ,
Kejadian yang bertubi - tubi cukup membuat Pelangi tertekan , di satu sisi ia tengah menyusui , di sisi lain ia harus memikirkan tingkah polah putra - putrinya nya yang beranjak remaja ,
Karena beban pikiran yang berlebihan , selama beberapa hari ASI Pelangi tidak keluar , beruntung Dandi terbantu oleh makanan pendamping ASI ,
Pelangi sempat meminta Rara dan Kinan untuk mencari Dimas di rumah kawan bermainnya , namun tak satu pun yang mengetahui keberadaan Dimas ,
" Ya Tuhan cobaan apa yang tengah Engkau timpakan kepada hamba " batin Pelangi ,
Hingga larut malam Pelangi tak mampu memejamkan matanya , ia berbaring di samping Dandi dengan pikiran yang berkecamuk ,
keesokan harinya tepat pukul 06.00 pagi Dimas pulang ke rumah dengan wajah tanpa merasa bersalah ,
" Dari mana kamu Dimas , kenapa sudah beberapa hari ini kamu ngga pernah tidur di rumah , kamu tidur dimana ? " tegur Pelangi sembari menyusui Dandi ,
" Dimas bosan di rumah " jawab Dimas datar , hanya itu yang terucap dari bibir Dimas ,
Pelangi tak bisa lagi melanjutkan perkataannya , karena Surya baru saja pulang dari kerja malam , ia tidak ingin drama pagi hari kembali terulang ,
Pelangi membiarkan putra - putrinya sarapan dengan tenang lalu Pergi ke sekolah , begitu pula dengan dirinya ,
Kali ini Pelangi tidak membawa Dandi ke sekolah , karena Dandi baru saja tertidur , Surya yang akan menjaga Dandi sambil beristirahat ,
Malam harinya ,
Surya tidak pergi bekerja karena malam ini jadwal libur ,
Selepas magrib Kinan , Rara dan Dimas pergi mengaji ,
Sepulang mengaji mereka tidak diperkenankan menonton televisi dengan alasan waktu nya belajar ,
Malam ini Dimas sengaja tidur di rumah karena ia tidak mau mamanya menjadi pelampiasan kemarahan sang papa , jika mengetahui dirinya tidak pulang ,
Tepat pukul 21.00 malam televisi sudah dalam mode mati , Kinan , Rara dan Dimas pun harus tidur dengan alasan hari sudah malam ,
__ADS_1
ketiganya terpaksa mematuhi perintah sang papa walau dalam hati mereka kesal dan marah dengan sifat otoriter dari sang papa ,
Sementara Pelangi , ia lebih memilih diam , jika ia membela ketiga buah hatinya maka Surya akan meluapkan amarahnya ,
Surya memang egois , ia tidak mau siapapun menentang keputusannya , ia tidak mau mendengar apa pun dari siapa pun , ia hanya mendengarkan apa kata hatinya , tidak peduli orang lain suka atau tidak dengan sikapnya ,
Malam berikutnya , selepas isya , Surya tidak melihat Kinan dan Dimas ia pun bertanya pada Rara ,
" Ra , dimana Kinan dan Dimas ? , kenapa kalian ngga pulang sama - sama ? " tanya Surya ,
" Ngga tau pa , Rara ngga lihat , tadi Rara mengaji di mesjid sebrang " sahut Rara ,
Padahal Rara mengetahui jika Kinan dan Dimas tidak mengaji mereka hanya bermain bersama teman - temannya ,
Tapi Rara tidak mau memberitahukan kesalahan kedua saudaranya itu , Rara ingin orang tua nya mengetahui kebenarannya sendiri dan bukan dari bibirnya ,
" Ma , apa mereka setiap hari seperti ini ? " tanya Surya pada Pelangi yang tengah menina bobokan Dandi ,
" Ngga Pa , biasanya pulang mengaji mereka langsung pulang " Pelangi berusaha menutupi kesalahan Kinan dan Dimas ,
Pukul 21.00 malam Kinan baru kembali , Kinan pun tak luput dari teguran sang papa ,
" Dari mana kamu jam segini baru pulang ? " tanya Surya ,
" Adel kamu Dimas mana ? , dia ngga pulang sama kamu ? " tanya Surya lagi ,
" Ngga pa , Kinan ngga lihat Dimas " sahutnya lagi ,
" Rara,,,,! " panggil Surya ,
Rara pun bergegas keluar dari kamarnya , berjalan menghampiri Surya ,
" iya pa " sahut Rara ,
" Kinan , kamu sama Rara cari Dimas , kalo ketemu bawa dia pulang ! " titah Surya , yang di angguki oleh kedua putrinya ,
Diperjalanan , keduanya menyusuri halaman sekolah ,
" Si Dimas kemana sih , bikin orang susah aja , mana aku ngantuk lagi khoamm,,,," gerutu Kinan seraya menutup mulutnya yang menguap ,
__ADS_1
Sementara Rara hanya diam memperhatikan jalan yang dipijaknya , mengingat hari sudah malam dan gelap , di halaman sekolah tak ada lampu penerangan sedikitpun ,
Kinan dan Rara mendatangi rumah teman - teman yang biasa bermain bersama Dimas , namun hasilnya nihil Dimas tak ada di rumah mereka , dan tak satu pun yang melihat Dimas ,
Setelah satu jam mencari keberadaan Dimas , Kinan dan Rara kembali ke rumah tanpa hasil ,
Saat melihat kedatangan kedua putrinya tanpa Dimas , Surya bisa menduga jika Dimas tidak ditemukan , rasa khawatir dan amarah bercampur jadi satu ,
Begitu pula Pelangi yang mendengarkan pembicaraan Surya dan kedua putrinya dari dalam kamar ,
Pelangi hanya bisa berdoa semoga Tuhan senantiasa melindungi Dimas di manapun dia berada ,
sesungguhnya Rara pun merasakan hal yang sama seperti Kinan dan Dimas , ia tidak suka dengan sikap sang papa yang kelewat egois , tapi Rara tak bisa berbuat apa , ia lebih memilih diam ,
Mereka memiliki papa tapi mereka tidak pernah merasakan kasih sayang yang seutuhnya dari sang papa ,
Dan Pelangi , semenjak ia memutuskan berbaikan dengan Surya dan melahirkan Dandi , Pelangi menjadi istri yang tunduk dan patuh pada Surya dan perhatiannya lebih tercurahkan sepenuhnya pada Dandi ,
Mungkin lebih tepatnya , dulu disaat Pelangi diperlakukan tidak baik oleh Surya , anak - anaknya lah yang selalu ada untuk menghibur dan menguatkan Pelangi ,
dan sekarang disaat kondisi rumah tangga Pelangi dan Surya membaik , justru anak - anak kehilangan sosok mama yang selalu ada untuk mereka ,
Mungkin Pelangi tidak menyadari hal itu , ia tengah menikmati keharmonisannya dengan Surya dan bayi baru mereka , hingga lupa jika ketiga buah hati lainnya juga membutuhkan perhatian ,
Keesokan harinya Dimas pulang ke rumah , Dimas pun tak luput dari amarah sang papa , tanpa pikir panjang Surya melepas sabuk dari pinggangnya dan melayangkan sabuknya ke tubuh Dimas ,
Dimas yang mendapat perlakuan kasar dari papanya hanya diam seraya menatap lekat wajah sang papa dengan mata yang berkaca - kaca ,
Hatinya tercabik , rasa anti Pati mulai tertanam dihatinya kala merasakan sabuk sang papa mengenai tubuhnya ,
Pelangi yang tak tahan dengan perlakuan Surya pun bangkit dan berdiri berusaha menjadi tameng bagi Dimas ,
" Cukup kak,,,,! , kekerasan dan amarah nggak akan menyelesaikan masalah , lagi pula Dimas masih kecil ! " seru Pelangi ,
Surya pun sontak menarik sabuk yang nyaris mengenai tubuh Pelangi , tidak suka dengan sikap Pelangi yang membela Dimas Surya pun melemparkan sabuk ke sembarang arah dan
" Brak,,,,,,! " Surya menghantam meja di ruang tamu hingga menciptakan lubang besar di sana ,
Pelangi dan Dimas yang masih berdiri pun terperanjat , begitu pula Kinan dan Rara yang berada di dalam kamar , bahkan Dandi yang tengah tertidur lelap pun menjerit dan menangis ,
__ADS_1
" Dimas , masuk ke kamar " titah Pelangi , tanpa menyahuti Dimas membalikkan tubuhnya melangkah menuju kamar ,
Pelangi pun meninggalkan Surya seorang diri di ruang tamu .