
Keesokan hari ,
Usai membersihkan tubuhnya , Pelangi menyantap sarapan yang telah disiapkan oleh bundanya , pagi - pagi sekali bunda Rahayu sudah mengantarkan sarapan untuk Pelangi dan menantunya ,
Pelangi menikmati setiap suapan yang masuk kedalam mulutnya , ia kembali teringat saat masa kecil dulu , bunda selalu membuatkan sarapan untuk dirinya dan kelima saudaranya sebelum berangkat ke sekolah ,
Makan bersama dalam satu meja , walau tanpa kehadiran sang Ayah dan makan alakadarnya , namun tidak mengurangi nikmatnya , ia selalu bersyukur masih ada bunda yang selalu ada untuk dirinya dan kelima saudaranya ,
Surya pun turut menemani Pelangi sarapan , sementara bayi Kinan masih terlelap di box bayinya ,
Usai sarapan , Pelangi menghampiri bayi Kinan , membawanya kedalam gendongannya , untuk memberikan ASI , Pelangi mengusap lembut pipi putrinya agar bangun dari tidurnya , Kinan harus minum susu dua jam sekali sesuai anjuran bidan Asih ,
Perlahan bayi Kinan menggeliatkan badannya ,
" eaa,,,,,,eaa,,,,,eaa,,,," tangis bayi Kinan saat terbangun dari tidurnya ,
" Selamat pagi putri cantiknya mama " sapa Pelangi saat putrinya membuka matanya ,
" Mimi susu dulu yuk sayang , biar putri mama tumbuh sehat dan kuat " ujar Pelangi lembut ,
Pelangi mengarahkan ASI nya kemulut bayi Kinan , bayi Kinan menyesap ASI nya dengan lahap ,
" bayi pintar , Mimi yang banyak ya,,,," tutur Pelangi seraya mengusap puncak kepala putri mungilnya ,
" Kuat bener mimi nya sayang , papa jadi pengen mimi juga " celoteh Surya , seraya tersenyum nakal kearah Pelangi ,
" Apaan sih kak,,,,," gumam Pelangi , wajahnya bersemu merah ,
Setelah merasa kenyang , bayi Kinan pun kembali terlelap dalam dekapan Pelangi , Pelangi pun menyudahi aktifitas menyusuinya lalu merapihkan pakaiannya ,
" Udahan kasih ASI nya , aku kan belum yang,,,,," goda Surya ,
" Kak,,,,," Pelangi tersipu malu , gemas melihat sikap Pelangi , Surya mencium kilat bibir Pelangi yang merekah ,
" Kak,,,,,malu,,,, nanti dilihat orang. " Rajuk Pelangi , Surya hanya terkekeh ,
Hari ini Pelangi dan bayi Kinan sudah diperbolehkan Pulang , kesehatan keduanya membaik , namun Pelangi harus menunggu kepulangan bidan Asih dari dinasnya , mengingat ada berkas - berkas yang harus dipenuhi untuk persyaratan pembuatan akta kelahiran ,
" Kak tolong baringkan Kinan di box bayi " Pinta Pelangi pada Surya ,
Surya mengambil bayi Kinan dari gendongan Pelangi , memindahkannya ke box bayi ,
__ADS_1
" Kamu mau kemana sayang ? " tanya Surya saat melihat Pelangi turun dari ran
Menjelang sore ,
Pelangi tiba dikediaman orang tua Surya , kehadirannya disambut oleh ibu dan adik - adik Surya ,
Bayi Kinan menjadi piala bergilir , ia berpindah dari tangan ibu ke tangan adik - adiknya bergantian ,
kediaman orang tua Surya menjadi ramai dengan kehadiran dan tangis bayi Kinan ,
Sementara Pelangi pergi ke kamarnya untuk mempersiapkan tempat tidur bayinya , ia merapihkan perlengkapan bayi Kinan , menaruhnya didekat tempat tidur agar memudahkan dirinya saat membutuhkan ,
Selesai merapihkan kamarnya , Pelangi beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang berkeringat serta merasakan tidak nyaman diarea tubuh bagian bawahnya karena ia sedang dalam masa nifas ,
Usai mandi Pelangi merasa lebih segar , baru saja ia membuka pintu kamar mandi , ia terkejut melihat Surya yang tengah berbaring sambil memeluk putri mungilnya ,
Pelangi menghampiri keduanya , ia mengulas senyum melihat suami dan putrinya yang terlelap ,
Pelangi tengah berganti pakaian , ia tidak menyadari jika Surya hanya berpura - pura tidur ,
Tiba - tiba,,,,,
" Astaghfirullahal'adzim " Pelangi terlonjak kaget ,
" Ya ampun kak,,,,,gimana kalo aku jantungan terus pingsan " gerutu Pelangi ,
Surya tak menjawab , ia hanya menciumi pipi dan leher Pelangi yang mengeluarkan aroma wangi ,
" Pelangi merasakan sesuatu yang menegang dibawah sana "
Suami mana yang tak akan bergairah melihat kemolekan tubuh sang istri yang putih mulus tanpa cela ,
" Kak,,,,aku sedang nifas " Pelangi mengingatkan Surya , tidak mungkin ia melayani hasrat suaminya yang tengah memuncak "
" Sadar dengan ucapan sang istri , Surya pun bergegas menuju kamar mandi , menuntaskan hasratnya di sana sekalian membersihkan tubuhnya ,
Sedang Pelangi hanya tertawa geli melihat tingkah suaminya ,
Usai berpakaian Pelangi mempersiapkan perlengkapan bayi Kinan , ia hendak menyeka bayi Kinan ,
Dengan telaten Pelangi membuka satu - persatu kain yang membalut tubuh putrinya , menyeka sekujur tubuhnya nya dengan washlap ,
__ADS_1
" Ea,,,,eaa,,,," bayi Kinan terbangun saat merasakan dingin menyentuh tubuh polosnya ,
" Sayang,,,,,kamu kedinginan ya , maaf ya,,,,mama udah ganggu bobo Dede , Dede nya di lap dulu biar bersih , seger dan wangi , biar bobo nya nyenyak ya,,,, " Pelangi mengajak bayi Kinan berinteraksi , seolah mengerti apa yang dikatakan sang mama , tangis bayi Kinan terhenti , ia menatap sang mama seraya menggerak - gerakkan tubuhnya ,
" Anak pintar ,,,,,anak Soleh,,,,," puja Pelangi pada putrinya ,
Selesai menyeka tubuh putrinya , pelangi mengeringkan dan mengoleskan minyak telon ke tubuh putrinya ,
" Selesai,,,,,,sekarang putri mama sudah wangi,,,,cantik,,,,," Pelangi menimang putrinya penuh kasih ,
Surya baru saja keluar dari kamar mandi , ia terlihat segar dengan rambutnya yang basah karena guyuran air ,
" Eh,,,,,,,sayangnya papa udah cantik aja " Surya berjalan menghampiri keduanya ,di kecup nya kening sang putri lalu beralih mengecup kening Pelangi ,
Surya merasa menjadi lelaki paling bahagia , ia bersyukur memiliki istri dan putri yang cantik dalam hidupnya ,
Hari merambah malam , Pelangi telah terlelap disamping bayi mungilnya sementara Surya masih terjaga , ia tengah melakukan latihan senam pernafasan , dengan posisi kuda - kuda mengayunkan tangannya keatas kesamping kiri dan kanan , kebawah lalu ke depan , sambil menarik nafas dan menghembuskan nya secara beraturan ,
Latihan pernapasan yang sering dilakukannya , selain untuk menjaga tubuhnya agar tetap bugar , juga mengasah ilmu tenaga dalamnya agar lebih mumpuni ,
Setelah satu jam berlatih dan keringat yang membasahi tubuhnya mengering , Surya membasuh wajah , tangan dan kakinya , bersiap untuk beristirahat menyusul istri dan putrinya yang sudah lebih dulu terlelap ,
Surya duduk disamping putri mungilnya yang sebelumnya terhalang oleh bantal guling , merebahkan tubuhnya disamping sang putri setelah lebih dulu memberikan kecupan di kening kedua wanita yang sangat disayanginya ,
Perlahan mata Surya mulai memejamkan matanya ,
" eaa ,,,,,eaa,,,,," baru saja Surya terlelap tangisan putri mungilnya membangunkannya , Surya bangun dari tidurnya , begitu pun Pelangi ,
" Kak Surya tidur lagi aja " titah Pelangi , namun bukannya tidur , Surya turut menemani Pelangi mengurus putri mungilnya ,
" Kenapa sayang,,,,," tanya Pelangi seraya memeriksa popoknya ,
" Popoknya penuh ya,,,,,,,ganti dulu ya,,,,," Pelangi mengganti popoknya dengan cekatan , Selesai mengganti popoknya , Pelangi memberikan ASi kepada bayinya agar kembali tidur ,
Surya menatap Pelangi yang tengah memberikan ASI nya , Surya hanya bisa menelan saliva nya , tatkala mengamati gunung putih mulus yang semakin padat berisi ,
" Sabar,,,,sabar,,,," batin Surya berusaha menahan diri dari godaan yang ada dihadapannya ,
" Tidur kak,,,,udah malem " Pelangi yang melihat gelagat sang suami pun akhirnya membuka suara ,
Surya pun berusaha memejamkan matanya , berharap hari cepat berlalu ,
__ADS_1