
Beberapa bulan kemudian ,
Matahari baru saja menampakkan diri diufuk timur , lembayung pagi pun merebak menghias langit cerah ,
Pelangi beserta kelima saudaranya tengah melakukan rutinitas pagi sebelum memulai aktifitas sekolahnya , mereka membagi tugas untuk membantu meringankan beban sang bunda ,
sementara Rahayu sang bunda tengah berada didapur menyiapkan sarapan untuk buah hatinya ,
Rahayu membuatkan nasi goreng alakadarnya untuk sarapan anak-anaknya , mengingat uang simpanan Rahayu mulai menipis , karena dua bulan terakhir sang suami Adijaya tak datang berkunjung , jangankan memberi uang untuk kebutuhan Rahayu dan anak-anaknya , memberi kabarpun tidak , sehingga Rahayu harus menggunakan uang simpanannya untuk menutupi biaya hidup juga biaya sekolah putra -putrinya ,
Siang hari ,
Asisten Adijaya datang menemui Rahayu dikediamannya ,
" Tok,,,,,tok,,,,tok,,,,,! , Assalamu'alaikum,,,,,,! " asisten Adijaya mengetuk pintu seraya berucap salam , samar terdengar suara sahutan dari dalam rumah ,
" wa'alaikum salam,,,,, pak Amir,,,,,! , Rahayu terkejut melihat kedatangan asisten dari suaminya ,
" pak Amir sendirian,,,,? , bapak mana,,,,? " tanya Rahayu sembari mencari-cari sosok Adijaya , bukannya mempersilahkan tamunya masuk lebih dulu melainkan memberondong tamunya dengan pertanyaan ,
" Maaf bu mengganggu,,,,! " Amir membuyarkan fokus Rahayu pada pencariannya ,
" Oh,,,,maaf,,,,! , silahkan masuk pak,,,,! " Rahayu mempersilahkan tamunya masuk kedalam ,
" Terima kasih bu,,,,disini saja , saya hanya ingin memberitahukan kepada ibu , kalo sudah satu minggu ini bapak tidak masuk kerja , kabar yang saya dapat kalo bapak saat ini sedang sakit " tutur pak Amir hati-hati ,
" Bapak sakit apa pak Amir,,,,? " telisik Rahayu ,
" Maaf bu,,,,untuk masalah sakit bapak apa , saya kurang tahu , mungkin hanya itu saja yang bisa saya sampaikan kepada ibu " tutur Amir ,
" Terima kasih pak Amir , sudah memberitahu saya " ucap Rahayu ,
" Sama-sama bu , baiklah , saya permisi bu,,,,! , assalamu'alaikum,,,,! " pak Amir pamit undur diri dari hadapan Rahayu ,
" Wa'alaikumsalam,,,,,! " balas Rahayu , ia masuk kedalam rumah dan menutup pintu rumahnya rapat-rapat , ia mendudukkan dirinya disofa ,
__ADS_1
" Kamu sakit apa mas ,,,,separah apakah sakitmu hingga dua bulan ini kamu tidak datang menemuiku juga anak-anak ! " batin Rahayu lirih ,
Tak lama kemudian anak-anak Rahayu baru saja datang dari pulang sekolah , mereka bersekolah ditempat yang sama , SD, SMP , SMA yang berada dalam satu komplek dan jarak tempat sekolah dari rumah pun sangat dekat , hanya membutuhkan waktu tempuh lima belas menit saja , dan lingkungan sekolah mereka pun berdekatan dengan stasiun kereta ,
" Assalamu'alaikum,,,,,! " mereka mengucap salam bersamaan ,
" Wa'alaikumsalam,,,,,! , kalian sudah pulang , ganti pakaian kalian dulu lalu shalat setelah itu baru makan ! " ujar Rahayu lembut ,
" Baik bunda,,,,,! " sahut mereka ,
Usai menunaikan shalat dzuhur , Rahayu beserta keenam anaknya berkumpul dimeja makan , mereka menyantap makanan yang sudah disiapkan oleh sang bunda dengan penuh rasa syukur walau hanya dengan lauk seadanya ,
" Nak,,,,,saat ini ayah kalian tengah sakit , itu sebabnya akhir-akhir ini ayah kalian tidak kemari " Rahayu memberitahukan perihal keadaan sang suami pada anak-anaknya ,
" Bunda tahu dari mana kalo ayah sakit ? " tanya Mega ,
" Tadi pak Amir asisten ayah kalian datang kemari memberitahukan kabar ayah kalian " tutur Rahayu ,
" Ayah sehat atau sakit nggak ada bedanya bun , ayah nggak pernah pulang , nggak pernah ada buat kami , kami tidak berarti dimata ayah ! " seru jingga ,
Rahayu bisa memahami perasaan buah hatinya , mereka kehilangan kasih sayang ayahnya , mereka harus memendam kesedihan , berkorban perasaan disaat melihat ayah dari teman-teman mereka bisa hadir disekolah untuk sekedar memenuhi undangan dati sekolah atau mengambil raport , sedang ayah mereka tak pernah ada ,
Rahayu selalu menjadi ayah sekaligus ibu bagi keenam buah hatinya , Rahayu pun tak mampu berbuat banyak , karena sesungguhnya nya Rahayu dan anak-anaknya berada diposisi yang sama , sama-sama memendam kecewa , jika sosok suami sekaligus ayah yang mereka miliki tidak sesuai dengan yang mereka harapkan , namun ia harus mengesampingkan egonya demi menguatkan anak-anaknya ,
" Pelangi,,,,besok kamu ikut bunda untuk menjenguk ayahmu ya nak,,,,? " pinta Rahayu pada Pelangi ,
" Baik bun,,,,! " sahut Pelangi ,
Rahayu membantu merapihkan meja makan dibantu oleh Mentari dan senja , yang mencuci semua piranti makan yang kotor , sedang pelangi membantu merapihkan pirantinya kelemari , selesai membantu sang bunda , ketiganya menuju kamar mereka untuk mengerjakan tugas sekolah ,
" Kak,,,, ayah kita sakit parah ya,,,,sampai-sampai ayah tidak menjenguk bunda sama kita " tutur Senja ,
" Kakak juga nggak tahu Senja ,,,,! , besok bunda akan pergi menengok ayah , barulah kita tahu bagaimana kondisi ayah ! " Mentari berusaha membujuk adik-adiknya , yang dibalas anggukan oleh Pelangi dan Senja
Mereka pun lanjut mengerjakan tugas sekolahnya , Mentari dengan telaten membantu tugas sekolah kedua adiknya , hingga tanpa sadar ketiganya terlelap diantara alat-alat tulis mereka ,
__ADS_1
Sore hari ,
" Mentari,,,,senja,,,,Pelangi,,,,bangun nak sudah sore ! , Rahayu membangunkan ketiga putrinya mengingatkan keduanya jika sudah memasuki waktu ashar ,
" Hoaammhh,,,,,,! , mentari menggeliat , Senja mengerjapkan matanya , Pelangi mengucek matanya dengan tangan yang masih menggenggam pinsil dan Bayu masih tergolek ,
Rahayu mengulas senyum mendapati polah keempat anaknya yang masih nampak imut , sedang kedua putrinya yang lain lebih sering menghabiskan harinya bersama teman seusianya ,
Ketiganya merapihkan alat tulis mereka lalu pergi mandi bersama ,
Usai menunaikan shalat ketiganya bermain dihalaman rumah , Mentari menjaga ketiga adiknya sembari menyapu halaman rumah yang berdebu , sementara sang bunda tengah mengikuti pengajian disekitar tempat tinggal mereka ,
Menjelang senja ,
" Assalamu'alaikum,,,,,! " ucap Rahayu yang baru saja pulang dari kegiatan mengaji ,
" Wa'alaikumsalam bunda,,,,,! " Senja , Pelangi dan Bayu berhamburan menghampiri Rahayu ,
" Bunda bawa apa ? " tanya Pelangi ,
" Ayo kita masuk dulu , kita buka sama-sama didalam " ajak Rahayu
Mereka pun berjalan mengikuti sang bunda yang diikuti oleh Mentari dibelakangnya ,
Sesampainya dimeja makan bunda membuka dua buah tas yang didapatnya dari tempat pengajian tetangganya yang mengadakan syukuran ,
Rahayu membuka bungkusannya lalu membagi semua makanan itu menjadi enam bagian , agar semua anak-anaknnya bisa menikmati makanan yang dibawanya , Rahayu memang selalu bersikap adil pada keenam buah hatinya ,
" Kalian makannya nanti ya,,,,bareng sama kakak-kalak kalian " ujar ibu lembut ,
" Bun,,,,,untuk bunda mana ? " tanya Mentari ,
" Ibu sudah makan disana tadi " Rahayu berbohong ,
ayo sekarang kalian shalat magrib dulu baru setelah itu kalian makan " titah Rahayu yang dibalas anggukan oleh anak-anaknya ,
__ADS_1