
Tiga hari sudah Pelangi berada di kediaman Mentari , selama tiga hari pula Pelangi tidak pergi mengajar , Surya pun tidak berusaha untuk menemui atau pun menjemput Pelangi , ia lebih mengutamakan ego dan harga dirinya ketimbang perasaan ketiga anaknya ,
Hingga akhirnya Mila kembali turun tangan ,
" Sur , mau sampai kapan kamu seperti ini , apa kamu ngga kasian sama anak - anak kamu , seharian kemarin mereka tidak makan apapun , mereka menginginkan mama nya pulang " tutur Mila ,
Sementara Surya tak menyahuti , dia fokus pada layar kaca di hadapannya ,
Merasa tidak dihiraukan oleh putra sulungnya itu , Mila pun berlalu dari hadapan Surya dengan perasaan dongkol ,
Surya menatap kepergian sang ibu dengan tatapan dingin ,
Mila yakin jika permasalahan yang terjadi di antara Surya dan Pelangi itu disebabkan oleh putra sulungnya yang selalu merasa paling benar dan ingin menang sendiri ,
Dikediaman Mentari ,
Pelangi begitu merindukan dan mencemaskan kan ketiga buah hatinya , karena berpikir terlalu berat hingga akhirnya Pelangi jatuh sakit ,
Rahayu sangat mengkhawatirkan keadaan Pelangi , namun ia tidak bisa berbuat banyak , Pelangi melarangnya memberitahukan keberadaannya dan kondisinya yang sedang sakit pada siapapun termasuk anak dan suaminya ,
Ia tidak ingin Surya memandang lemah dirinya , dan tidak ingin membuat ketiga buah hatinya semakin bersedih ,
Hari keempat selepas kepergian Pelangi ,
Pagi ini Kinan , Rara , Dimas masih berada di dalam kamar , mereka belum bersiap - siap untuk pergi ke sekolah ketiganya masih berada di tempat tidur ,
Kinan duduk disamping kedua adiknya yang berbaring , Rara dan Dimas mengalami demam sejak semalam , Kinan tidak memberitahu siapapun mengenai kondisi kedua adiknya tidak pula pada sang papa ,
" Ma , Rara sama Dimas sakit , Kinan ga tahu harus apa , mama cepat pulang ma " gumam Kinan ,
" Kak Kinan , Rara kangen mama , Rara pengen ketemu mama "
" Iya ,,,,Dimas juga,,,, " ujar kedua adiknya ,
Akhirnya Kinan memutuskan untuk memberi tahu papanya ,
__ADS_1
" Pa,,,,papa,,,,,! " Kinan memanggil papanya seraya mengetuk pintu kamar ,
setelah berkali - kali mengetuk pintu namun tak juga ada jawaban ,
" Ama,,,,Ama ,,,,," akhirnya Kinan menemui Ama di kamarnya ,
Setelah dua kali mengetuk pintu , Pintu kamar Ama pun terbuka ,
" Kinan , ada apa sayang ? " ujar Ama yang masih mengenakan mukena nya ,
" Maaf Ama , Kinan ganggu Ama , itu Ama , Rara sama Dimas demam , Kinan udah coba panggil papa , tapi papa jangankan keluar dari kamar , menyahut pun ngga ada " jelas Kinan ,
" Ya Allah,,,,,ya udah kamu temenin dulu adek - adek kamu , Ama mau ganti dulu , nanti Ama menyusul " ujar Mila ,
" Surya emang kebangetan , aku bisa memahami kemarahan Pelangi , karena memang anakku sendiri yang memang susah untuk mengerti " batin Mila sembari melepas mukenanya ,
Sebelum keluar dari kamar , Mila terlebih dulu mengambil kotak obat , berharap ada stok obat yang bisa diberikan pada cucunya untuk menurunkan demamnya ,
Setelah menemukan obatnya , ia pun pergi menuju paviliun dengan tergesa , setibanya di paviliun , Mila menyentuh kening kedua cucunya yang terasa panas ,
" Ini ngga bener ini ! , aku harus segera mengambil sikap , kasian anak - anak terlantar " batin Mila
Nasi goreng telah selesai dibuat , Mila menaruhnya kedalam piring ,
" Ayo kalian sarapan dulu setelah itu minum obat " Mila menyerahkan tiga piring berisi nasi goreng kepada cucu - cucunya ,
Ketiganya pun menyantap nasi goreng buatan Ama nya ,
" Rara , Dimas , ini minum obatnya biar kalian lekas sembuh " ujar Mila setelah keduanya selesai makan , Rara dan Dimas pun mematuhi perintah Ama nya ,
" Ama , Rara kangen mama , Rara pengen dipeluk mama , mama kapan pulang Ama " Rajuk Rara ,
" kalian harus sembuh dulu ya , nanti kalo kalian sudah sembuh baru kita ketemu mama ,
sekarang kalian istirahat dulu ,
__ADS_1
Kinan , jaga adik nya , Ama mau belanja dulu di depan " pesan Mila pada ketiga cucunya ,
" Iya Ama " sahut Kinan ,
" Tuhan , ada apa dengan mama sama papa , dulu mereka tidak pernah seperti ini , Kinan ngga mau mama sama papa pisah " ratap Kinan memandangi kedua adiknya dengan tatapan sedih ,
Mila pun meninggalkan ketiga cucunya , melangkah menuju teras rumah yang mana di sana sudah menunggu penjual sayur langganan nya ,
Mila mulai memilah sayuran beserta bumbu untuk dimasak hari ini , setiap harinya Mila harus memasak dengan porsi besar , untuk kesepuluh putra putrinya kini ditambah dengan ketiga cucunya ,
Selesai berbelanja , Mila memutuskan kembali ke paviliun untuk menemui Surya , setelah sebelumnya menyerahkan sayuran yang akan dimasak kepada putrinya ,
" Sur,,,,Surya,,,,! " Mila memanggil putra sulungnya , mengetuk pintu kamarnya berkali - kali ,
beberapa menit kemudian pintu kamar terbuka , Surya berdiri dihadapan Mila dengan hanya mengenakan kaos singlet dan sarung sebagai bawahannya ,
" Ada apa Bu , pagi - pagi sudah kemari " Ujar Surya seraya keluar dari kamarnya dan menghempaskan bokongnya di sofa , yang diikuti oleh Mila ,
" Sur , mau sampai kapan kamu seperti ini , mau sampai kapan kamu membiarkan Pelangi pergi , kenapa kamu tidak menemui nya kerumah Umi " tanya Mila ,
" Dia sendiri yang pergi dari rumah , biar dia pulang sendiri , kalo aku temuin dia terus ajak dia pulang nanti dia makin besar kepala Bu " ujar Surya
" Sur,,,,seharusnya kamu bersyukur , disaat kamu tidak bekerja masih ada istri kamu yang bekerja yang membantu meringankan beban kamu , coba kalo kalian berdua tidak bekerja bagaimana kalian bisa menghidupi anak - anak kalian "
" Bu , jangan hanya karena aku nganggur terus ibu belain Pelangi , jangan mentang - mentang dia bekerja lantas dia bisa pulang seenaknya , ngga mikir suaminya nunggu dirumah " gerutu Surya ,
" Sur , istri kamu kerja sebagai seorang pendidik yang sudah disumpah untuk mengabdi menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan yang berlaku , sementara kamu duduk manis , tumpang kaki dirumah tanpa menghasilkan dan banyak menuntut ,
Sur , dengar ibu baik - baik , seorang manusia memiliki titik lelah , bila suami nya tidak bisa diandalkan , dia akan mundur teratur dan Pelangi tidak akan segan - segan berpisah dari kamu karena dia memiliki karir dia bisa mendapatkan pendamping yang lebih dari kamu , hidupnya tidak akan susah saat tua nanti karena memiliki tunjangan hari tua " Mila berusaha mengingatkan putra sulungnya yang kepala batu ,
" Tanpa Pelangi aku bisa ngurus anak - anak aku Bu " Ujar Surya ketus ,
" Apa ibu ngga salah dengar Sur , semenjak Pelangi pergi mana ada kamu peduli , mana ada kamu urus anak - anak kamu , ibu yang urus mereka ! " tutur Mila
" Aku ngga pernah minta ibu buat mengurus anak - anak , mereka sudah besar , Kinan juga bisa mengurus dan menjaga adik - adiknya " Surya membela diri ,
__ADS_1