
Saat hendak melangkah menghampiri tempat menjemur pakaian ,
" Surya,,,,,sejak kapan kamu ada disini " tegur Pelangi ceria , saat mendapati Surya yang tengah duduk di sebuah bangku di halaman belakang ,
Pelangi berusaha bersikap wajar di depan Surya , hanya untuk menutupi kesedihan yang tengah dirasanya semata ,
Surya menoleh ke arah suara lalu mengulas senyum ,
" Baru aja ! " sahut Surya berbohong ,
" Syukurlah mudah-mudahan Surya nggak denger kejadian di dalam barusan " batin Pelangi ,
" Aku tahu kamu sedang berusaha menyembunyikan kesedihan kamu dari aku , tapi jejak di mata kamu nggak bisa membohongi siapa pun kalo kamu baru saja menangis ! " batin Surya ,
Pelangi mulai mengambil jemuran keringnya satu persatu memasukkannya ke dalam keranjang cucian lalu menaruhnya di atas bangku yang tadi di duduki Surya ,
Usai mengangkat jemuran , Pelangi meraih sapu lidi , ia berniat hendak menyapu halaman rumah ,
" Aku bantu ya,,,,! " Surya bangkit dari duduknya , meraih sapu lidi lain yang ada di pojokan rumah ,
Jika tidak mengingat pesan dari Joe kakak iparnya , Pelangi sebenarnya ingin menolak keberadaan dan bantuan dari Surya , karena selain tidak mau merepotkan Surya Pelangi tidak mau semakin merasa berhutang kebaikan pada Surya ,
" Pelangi,,,,biarin Surya bantu pekerjaan kamu , kamu jangan pernah nolak bantuan dari Surya , anggap aja itu bantuan dari mas hanya Surya sebagai pelaksananya , nanti biar mas yang bicara sama kakakmu Jingga juga Ismail ! "
Itulah pesan Joe pada Pelangi , kalo kakak-kakak iparnya sudah berbicara , Pelangi tidak berani menyanggahnya , karena Pelangi percaya semua yang kakak-kakak iparnya lakukan adalah sebagai bentuk rasa sayang mereka pada Pelangi ,
Saat ini baik Pelangi mau pun Surya tengah menyapu pekarangan rumah dari sisi yang berbeda ,
Surya menyapu dengan sesekali mengarahkan pandangannya pada Pelangi , sedang Pelangi fokus pada aktifitasnya , ia ingin kegiatan menyapunya lekas selesai dan berlalu dari hadapan Surya ,
Setelah satu jam , akhirnya sesi menyapu pekarangan pun selesai ,
__ADS_1
" Surya , makasih banyak kamu sudah bantu pekerjaan aku , maaf karena selalu direpotkan ! " tutur Pelangi ,
" Sama-sama Pelangi , enggak koq , aku nggak merasa direpotkan , meski pun om Joe nggak kasih aku tugas ini dengan sukarela aku bakal bantuin kamu " ungkap Surya ,
" Udah mau magrib , aku permisi masuk ke dalam ya,,,,! " pamit Pelangi ,
" Iya,,,,aku mau balik kerumah om Joe ! " pamit Surya yang di angguki oleh Pelangi ,
Pelangi masuk ke dalam rumah dengan membawa keranjang cucian ditangannya , bersamaan dengan itu Surya pun keluar dari pintu pagar halaman belakang ,
Baru saja Pelangi masuk , suara Jingga sudah kembali menghentikan langkahnya , dengan gaya andalannya berkacak pinggang , bak model yang sedang mengekspresikan diri , hanya bedanya kalo model mengekspresikan tubuhnya dengan lenggak- lenggoknya yang mempertunjukkan sebuah karya sedangkan Jingga mengekspresikan bibirnya yang komat kamit mengucap mantra yang menorehkan luka ,
" Pelangi,,,,kamu kalo kerja tuh yang cepet , kamu sengaja ya nyapunya di lama-lamain biar bisa berduaan sama si Surya , kamu jangan keganjenan Pelangi ! " hardik Jingga ,
" Astaghfirullahhal'adzhim,,,,,! " batin Pelangi lirih , Pelangi tidak sanggup berkata-kata , luka yang di buat oleh perkataan kakaknya sepulang sekolah tadi saja belum mengering sekarang luka itu semakin menganga dibuatnya ,
Pelangi Menaruh keranjang cucian di dalam kamarnya , ia lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya ,
Air menyapu sekujur tubuh Pelangi membawa serta air mata yang turut menyapu kedua pipinya ,
Usai mandi Pelangi mengenakan mukenanya hendak menunaikan shalat magrib ,
Selepas mengucap dua salam , Pelangi kembali bersujud di atas sajadah , melepaskan beban yang membuat dadanya terasa sakit , meluapkan amarah yang tertahan , menumpahkan tangis yang terbendung ,
Isak tangis memecah keheningan di dalam kamar Pelangi , Pelangi menangis sesenggukan hingga air mata membasahi sajadahnya ,
" Ya Rabb , berikan aku kekuatan dalam menghadapi segala cabaran-Mu , lapangkanlah hati ini , jika memang ini ujianku dalam menggapai ridho-Mu aku ikhlas ya Rabb,,,,,! " rintih Pelangi di sela isak tangisnya ,
Setelah cukup lama ia berkeluh kesah kepada sang pemilik hidupnya , Pelangi berhenti menangis , rasa sesak yang sedari sore terasa menghimpit dadanya perlahan mulai berkurang , kini Pelangi lebih tenang namun tetap saja kesedihan itu meninggalkan jejak di kedua kelopak matanya ,
Pelangi kembali berkutat dengan pekerjaan rumahnya , jarum jam di kamar Pelangi menunjukkan pukul delapan malam , Pelangi masih disibukkan dengan kegiatan menyetrikanya ,
__ADS_1
" Pikirannya menerawang , sejak kecil ia tak merasakan kasih sayang seorang ayah , ia selalu menjadi saksi mata atas ketidak adilan yang di dapat sang bunda , kini ia mendapat perlakuan buruk dari kakak kandungnya sendiri ,
sedang pria yang selalu ada untuknya , yang selalu membuatnya tertawa dan membuatnya tersanjung dengan segala perhatiannya tengah bertugas di negeri orang membawa serta cinta dan harapannya ,
Kak Rey,,,,apa kabar kakak disana , Pelangi harap kak Rey baik-baik saja , kak Rey,,,,Pelangi merindukan kak Rey,,,! " batin Pelangi lirih , air matanya kembali luruh ,
" Pelangi,,,,,! " suara kakak iparnya Ismail membuyarkan lamunannya ,
" Iya mas,,,,! " Pelangi bergegas menyeka air matanya , ia beranjak menuju pintu dan membukanya , di dapatinya kakak iparnya yang tengah berdiri di depan pintu kamarnya ,
" Makan dulu mas sudah belikan kamu nasi goreng spesial , mas taruh di atas meja ! " seru Ismail dari balik pintu ,
" Iya mas , bentar lagi , nanggung udah mau beres " ujar Pelangi ,
" Ya udah , awas jangan sampe nggak di makan ! " Ismail melongokkan kepalanya ke dalam kamar Pelangi , mencari tahu apa yang Pelangi kerjakan sampai tidak keluar kamar sedari magrib tadi ,
Ismail mendapati beberapa tumpuk pakaian yang telah di lipat dan tersusun rapih di dalam keranjang cucian , dan beberapa helai kain yang teronggok di atas karpet serta sebuah setrikaan ,
" Iya mas , makasih banyak ! " sahut Pelangi ,
" Hemm,,,,,! " gumam Ismail ,
" Sejenak Pelangi termenung setelah menutup kembali pintu kamarnya ,
" Kenapa bukan kak Jingga yang menawarinya makan , kenapa kakak iparnya begitu baik sedangkan kakak kandungnya sendiri bersikap kebalikannya , apa kak Jingga membenci aku , karena selama ini kakaknya tidak pernah memperlakukan dirinya seperti layaknya seorang adik " Pelangi bertanya-tanya dalam hati ,
Pelangi melanjutkan pekerjaannya , tak lama kemudian Pelangi keluar dari kamarnya dengan membawa keranjang yang berisikan pakaian yang telah disetrika , menaruhnya di kursi yang terletak di depan pintu kamar sang kakak ,
Pelangi membalikkkan tubuhnya melangkah menghampiri meja makan , diraihnya sebuah stereoform yang tergeletak di atas meja , membawanya ke dalam kamar ,
Tiba di dalam kamar Pelangi duduk lesehan di karpet tempatnya menyetrika tadi , membuka kemasan stereoformnya , seketika aroma wangi khas bumbu nasi goreng merebak menusuk indera penciumannya ,
__ADS_1
" Dengan rasa enggan Pelangi menyantap nasi gorengnya ,
" Makasih mas , mas sudah peduli sama Pelangi " batin Pelangi , menitikkan air mata sembari mengunyah nasi gorengnya ,