
Satu bulan berlalu , kabar kepulangan Mentari pun telah sampai ke telinga Pelangi , sang adik Bayu lah yang mengabarinya ,
Semenjak saat itu pula Rahayu tak lagi datang untuk menjaga Dandi , terpaksa Pelangi membawa Dandi ke sekolah ,
ia mengajar sambil menggendong Dandy ,
Walau lelah dirasanya namun Pelangi harus tetap profesional dalam menjalankan tugasnya , rasa pegal yang mendera bahu tak dirasanya ,
Inilah yang dinamakan pengabdian , tak peduli sebesar dan seberat apapun beban yang tengah di pikul nya ia tetap menjalankan kewajibannya ,
Dua Minggu sudah Pelangi mengajar sambil membawa Dandi ke sekolah , bila ada yang bertanya , mengapa Pelangi tidak mencari pengasuh saja untuk Dandi , maka Pelangi akan menjawab ,
" Seandainya penghasilan dirinya dan suami mencukupi untuk bayar pengasuh sudah dari awal dia lakukan itu tanpa harus mengorbankan sang bunda "
Sudah bisa menghidupi keempat anak nya dan membayar sewa rumah itu sudah sangat disyukurinya ,
Mengingat upah suaminya yang kecil dan upah Pelangi yang masih dibawah kata cukup , karena pangkatnya yang masih dibawah standar ,
Pelangi harus melanjutkan sekolahnya untuk penyetaraan D2 agar gajih yang diterima nya sebagai seorang guru mengalami kenaikan sesuai SK yang berlaku ,
Di suatu malam , satu Minggu menjelang ujian nasional kelulusan Rara , sepasang suami istri tengah duduk didalam kamar ,
keduanya nampak begitu serius membicarakan masalah yang tengah dihadapi dalam rumah tangga mereka ,
" Kak , gimana ini kak , semakin hari Dandi semakin aktif aja , kalo setiap hari aku ngajar sambil bawa Dandi aku ngga fokus mengajar , karena perhatian aku terpecah antara kewajiban dan kekhawatiran "
" Bukannya aku ngga peduli , aku juga kepikiran karena gimana pun juga Dandi kan anakku juga , tapi mau bagaimana lagi " ungkap Surya ,
" Apa kita harus mengorbankan salah satu anak perempuan kita untuk berhenti sekolah supaya menjaga Dandi ? " tanya Pelangi "
" kalo memang menurut kamu itu yang terbaik aku ikut aja " ujar Surya ,
Keesokan harinya ,
Sepulang dari sekolah , usai menidurkan Dandi Pelangi menjatuhkan bokongnya ke sofa untuk melepas penat setelah seharian mengajar sambil menjaga Dandi yang baru saja pandai berjalan ,
Baru saja ia menghela nafas panjang , tiba - tiba terdengar suara ketukan di pintu ,
" tok,,,,tok,,,,tok,,,,assalamu'alaikum " ucap seseorang dari balik pintu ,
Sontak Pelangi bangkit dari sofa seraya menyahuti ,
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam " Pelangi membukakan pintu ,
" Nampak dua orang lelaki berdiri di depan pintu "
" Selamat siang ibu " kedua lelaki itu menyapa Pelangi ,
" Selamat siang , maaf , bapak ini siapa dan dari mana " tanya Pelangi sebelum mempersilahkan keduanya masuk ,
Pelangi tidak mau gegabah memasukkan sembarang orang ke dalam rumahnya dikala sang suami tak ada di rumah ,
apalagi kedua tamunya itu adalah lelaki yang belum dikenalnya sama sekali ,
" Maaf Bu , apa ibu orang tua dari Kinan ? " tanya Salah seorang pria kepada Pelangi ,
" Betul pak , saya ibu kandungnya Kinan " Pelangi memperkenalkan diri "
" Kami berdua adalah guru dari SMPN 8 tempat dimana Kinan bersekolah " sahut salah seorang Pria , seraya menjulurkan tangannya untuk bersalaman ,
" Silahkan masuk pak " setelah mengetahui siapa kedua tamunya itu barulah Pelangi mempersilahkan tamunya itu masuk ke dalam rumah ,
Kedua tamu yang mengaku sebagai guru dari sekolah Kinan pun melangkah masuk lalu duduk ,
" Mohon maaf sebelumnya pak , apa ada hal penting sehingga bapak - bapak datang kemari ? " tanya Pelangi ,
Perkenalkan nama saya Andra , saya wali kelas dari Kinan dan ini pak Abas , beliau guru BP disekolah " pak Andra memperkenalkan dirinya juga rekan sejawatnya , yang di angguki oleh Pelangi ,
" Begini Bu , ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan kepada ibu mengenai Kinanti ,
Maaf Bu , apa Kinan setiap hari pergi ke sekolah ? " telisik Andra ,
" Iya pak , Kinan setiap hari pergi ke sekolah " ujar Pelangi ,
" Apa hari ini Kinan pamit pergi ke sekolah ? " tanya Andra lagi ,
" Iya betul pak " Pelangi yakin ,
" Baik , begini Bu , perlu ibu ketahui sudah satu Minggu ini Kinan tidak masuk sekolah "
" Astaghfirullah,,,,,! " Pelangi terkejut , tapi setiap hari dia pergi dari rumah untuk sekolah ,
" Iya ibu , Kinan pamit dari rumah untuk ke sekolah , tapi dia tidak sampai ke sekolah , bahkan sudah beberapa bulan ini dia tidak membayar uang SPP , bahkan uang kawannya untuk bayar SPP pun dipinjam oleh Kinan " ungkap Andra ,
__ADS_1
" Ya Allah , Kinan ada apa dengan kamu nak ,,,," gumam Pelangi ,
" Padahal setiap bulan saya kasih untuk bayar uang SPP pak " Jawab Pelangi lesu ,
" Iya Bu , tapi Kinan tidak membayarkannya " tegas Andra ,
" Baik Bu , hanya itu yang ingin kami sampaikan , semoga saat Kinan pulang nanti , Kinan bisa terbuka kepada ibu apa yang tengah terjadi pada Kinan semoga kita bisa menemukan jalan keluarnya " jelas Andra ,
" Baik pak , maafkan anak saya , karena perbuatannya sudah sangat merepotkan bapak - bapak " Pelangi memohon maaf atas kesalahan yang diperbuat Kinan ,
" Sama - sama Bu , itu sudah kewajiban kami , kami kemari pun bukan untuk menyudutkan putri ibu , justru kami kemari agar Kinan tidak sampai dikeluarkan dari sekolah " ungkap Andra ,
" Baik pak , terima kasih banyak atas perhatian juga bantuannya " ucap Pelangi ,
" Baik ibu kalau begitu kami permisi , assalamu'alaikum " pamit keduanya ,
yang dibalas oleh Pelangi ,
Selepas kepergian kedua guru dari anaknya itu Pelangi menghempaskan bokongnya dengan lesu ,
" Ya Allah ujian apa lagi yang Engkau berikan kepada hamba , hamba tidak menyangka jika Kinan akan merusak kepercayaan hamba ,
Masalah Dandi belum lagi terselesaikan kini sudah datang masalah baru , ya Allah,,,,,Kinan,,,,," batin Pelangi , tanpa terasa air matanya berlinang ,
Pelangi tidak menyadari jika ada sepasang mata dan telinga yang turut menjadi saksi pembicaraan dirinya dengan kedua guru Kinan tadi ,
Ya , pemilik sepasang mata dan telinga itu tiada lain dan tiada bukan adalah Rara ,
Menjelang senja , Kinan belum juga pulang ke rumah , Pelangi begitu khawatir karena tidak mengetahui dimana keberadaan Kinan saat ini ,
" Kinan ,,,,kamu dimana sih jam segini belum pulang , apa yang harus mama bilang kalo papa bertanya tentang kamu Kinan " gumam Pelangi gelisah ,
Dan benar saja tidak lama kemudian Surya kembali dari tempat kerja ,
selepas magrib , Surya merasa tidak melihat putri sulungnya , lalu ia bertanya pada sang istri ,
" Ma , dari tadi aku ngga lihat Kinan , kemana dia ? " Surya menanyakan keberadaan putri sulungnya itu ,
" Itu pa , tadi dia ijin tidur di rumah temannya , orang tuanya pergi ke luar kota jadi temannya minta ditemani Kinan " Pelangi berbohong pada suaminya ,
Padahal saat ini batinnya tengah berperang karena tidak tahu dimana keberadaan Kinan dan mengatakan kebohongan kepada sang suami seolah mengetahui betul keberadaan putri sulungnya itu ,
__ADS_1
Rara yang mengetahui kebohongan mamanya tentu sangat menyayangkan sikap sang mama ,
" Kenapa mama berbohong sama papa , kenapa mama menutupi kesalahan kak Kinan " batin Rara ,