
Saat diperjalanan keempatnya bersimpangan dengan Rahayu yang hendak menuju rumah Pelangi ,
" Kalian sudah berangkat rupanya " tegur Rahayu ,
" Iya bunda , bunda untuk hari ini bunda ngga usah kerumah ya " tutur Pelangi ,
" Loh , kenapa ? " Rahayu keheranan ,
" Di rumah ada kak Surya Bun " ujar Pelangi ,
" Emang dia ngga kerja ? " tanya Rahayu lagi ,
" Ngga tau Bun , tadi waktu kita berangkat dia masih tidur Bun " jelas Pelangi ,
" Kenapa kamu ngga bangunkan dia , ya sudah biar ibu yang bangunkan dari pada dia nanti telat berangkat kerja " Rahayu menawarkan diri ,
" Ngga usah Bun , percuma saat anak - anak nya berpamitan saja dia ngga peduli , Pelangi cuma ngga mau bunda sakit hati dengan sikapnya " ungkap Pelangi ,
" Ini sebenarnya ada apa Pelangi ? " telisik Rahayu ,
" Maaf Bun , ini sudah siang takut kami telat datang ke sekolah , pulang sekolah Pelangi langsung kerumah kak Mentari , nanti Pelangi cerita sama bunda " Pelangi mengakhiri perbincangannya dengan sang bunda ,
" Ya udah , kalian hati - hati dijalan " pesan Rahayu ,
Setelah menyalami Rahayu keempatnya melanjutkan perjalanannya , sementara Rahayu kembali pulang ke kediamannya ,
" Ya Tuhan,,,,,,,apa lagi yang terjadi dengan Pelangi , koq perasaan aku semakin ngga enak ini " batin Rahayu ,
Sejak semalam Rahayu memang merasa tidak enak hati , dan entah kenapa feeling-nya langsung tertuju pada Pelangi , tapi ia berusaha menepisnya dan tetap berbaik sangka ,
siang hari matahari begitu terik menyinari bumi , mengiringi perjalanan pulang Pelangi dan ketiga putra putrinya ,
Seperti yang sudah dibicarakan Pelangi tadi pagi , siang ini ia akan pulang ke kediaman Mentari kakaknya ,
Kendaraan yang mereka tumpangi telah sampai di depan gang , perjalanan dari jalan utama menuju kediaman Mentari lumayan jauh , menyusuri lorong gang ,
__ADS_1
" Uuhh ,,,,,,,panasnya " ujar Kinan , saat mereka baru saja sampai di kediaman Ami , kini mereka tengah duduk ber selonjor di kursi teras rumah , sementara Pelangi langsung masuk kedalam rumah melalui pintu samping ,
" Assalamu'alaikum " ucap Pelangi saat memasuki pintu dapur , yang disahuti oleh Rahayu bundanya , nampak Rahayu tengah mencuci perabotan bekas memasak ,
" Kalian sudah pulang rupanya " tutur ibu ,
" Iya Bun , baru saja " Pelangi mencium punggung tangan sang bunda , lalu menaruh tas nya di kursi ,
" Mana anak - anak ? " tanya Rahayu ,
" Mereka sedang duduk di teras , mereka gerah karena kepanasan " Pelangi mengambil botol berisi air minum dan juga gelas lalu membawanya ke teras ,
Tiba diteras , Kinan , Rara dan Dimas langsung menyerbu air minum yang baru saja ditaruh diatas meja oleh Pelangi ,
" Kalian ini " Pelangi mengembangkan senyum di bibirnya melihat polah ketiga buah hatinya ,
kalo lelahnya sudah berkurang kalian masuk temui Ami ya,,,," titah Pelangi ,
" Iya ma " sahut ketiganya ,
" Ayo kalian sholat dulu " titah Pelangi pada ketiganya ,
Ketiganya menunaikan shalat lanjut makan siang ,
Usai makan , ketiga anak Pelangi bermain di teras rumah sementara Pelangi membantu bundanya merapihkan meja makan dan mencuci piring kotor , selesai di dapur keduanya duduk di ruang tengah ,
" Pelangi , sebenarnya ada apa dengan kamu dan Surya ? , apa kalian bertengkar lagi ? " telisik Rahayu ,
" Iya Bun " Pelangi menatap kosong ke depan ,
" Ada apa lagi nak ? " Rahayu mengulang pertanyaan nya ,
" Bunda tahu kan selama ini sikap kak Surya berubah , Pelangi selalu salah dimata dia , Awalnya Pelangi berpikir jika kak Surya mungkin sedang banyak masalah ditempat kerjanya ,
Pelangi tidak mau berburuk sangka pada kak Surya , tapi semakin lama batin Pelangi mengatakan ada yang berbeda darinya , Pelangi sudah berusaha menepis perasaan itu karena Pelangi tidak ingin menjadi istri yang posesif ,
__ADS_1
Dan kemarin saat melihat sikap kak Surya yang begitu lembut dan manis , semua dugaan dan rasa curiga Pelangi terbantahkan , tapi itu hanya sesaat " ungkap Pelangi ,
Pelangi pun mulai menceritakan semua peristiwa kemarin sore hingga malam yang menyebabkan pertengkaran mereka , Rahayu pun mendengarkan cerita Pelangi dengan antusias ,
Namun saat Pelangi bercerita dengan berurai air mata , Rahayu pun tak mampu membendung kesedihannya , air mata pun lolos membasahi pipi ,
" Ya ampun Pelangi , sekarang dia sudah berani berbuat seperti itu , bisa - bisa dia menghabisi kamu demi perempuan itu " Rahayu merasa khawatir atas keselamatan Pelangi juga cucu - cucunya ,
" Kadang Pelangi berpikir , kenapa dulu Pelangi lebih memilih menikah dengan Surya , kenapa tidak bersabar menunggu kedatangan kak Rey " Pelangi sempat menyesali keputusannya ,
" Pelangi , bunda juga marah dan kesal atas apa yang Surya perbuat sama kamu , tapi pernikahan kamu dan Surya tidak akan berlangsung tanpa seijin Allah , kamu jangan pernah mengungkit masa lalu dan menyesalinya , bersabarlah Pelangi , Allah tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya " Rahayu mencoba mengingatkan ,
" Iya Bun , kadang Pelangi berpikir , apa salah dan kurang Pelangi sampai kak Surya tega menduakan Pelangi "
" Kita tidak pernah tahu akan seperti apa alur hidup kita , itulah yang dinamakan ujian pernikahan , Perjalanan hidup itu tidak akan selamanya berjalan mulus , pasti ada kerikil - kerikil tajam dan jalan berbelok yang akan kita tempuh ,
Kamu tahu betul bagaimana bunda ketika kamu kecil dulu , jika dulu bunda bisa memilih , bunda juga tidak mau di duakan oleh ayahmu , bunda bisa saja meminta pisah dari beliau , tapi bunda memikirkan nasib kamu , adik dan juga kakak - kakak kamu ,
Bunda rela mengorbankan perasaan bunda demi kebahagiaan kalian , agar kalian tidak kekurangan kasih sayang dan perhatian ayah kalian , walau kenyataannya sama saja ,
kami masih ada ikatan pernikahan saja ayahmu tidak pernah ada untuk kalian , apa lagi kalau bunda memutuskan berpisah dengan ayahmu " Rahayu kembali membuka masa lalunya sebagai gambaran pada Pelangi ,
" Pelangi dulu selalu memimpikan jika kelak Pelangi menikah , Pelangi ingin memiliki suami yang mencintai , melindungi dan bertanggung jawab sepenuhnya , tapi takdir berkehendak lain " batin Pelangi ,
" bunda juga tidak menyangka jika kamu akan mengalami hal yang sama seperti bunda , maafkan bunda Pelangi " Keluh Rahayu dalam hati ,
Hari menjelang sore , Pelangi dan ketiga buah hatinya dalam perjalanan pulang kembali ke rumah
Setibanya di rumah Pelangi terkejut melihat kondisi rumah layaknya kapal pecah , begitu pula dengan Kinan , Rara dan Dimas , ketiganya mengedarkan pandangan ke seputar ruangan yang berantakan seperti baru saja terjadi bencana ,
" Kalian masuk kamar dan ganti pakaian kalian " titah Pelangi ,
Pelangi bergegas menaruh tasnya lalu berganti pakaian , ia mulai merapihkan pakaian yang berserakan , pecahan kaca yang berasal dari piring dan gelas yang sepertinya sengaja di banting ke lantai ,
" Astaghfirullah,,,! " tanpa sengaja tangan Pelangi terkena serpihan beling hingga berdarah , ia pun bergegas menghisap tangannya agar darahnya berhenti mengalir ,
__ADS_1