Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea

Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea
Akademi Kota Virgo


__ADS_3

  Aku tidak tahu mengapa Tuan Shaakir bisa muncul di jalanan sepi seperti itu, dan secara kebetulan da tak terduga, dia bertemu denganku yang ketakutan ini.


Tuan Shaakir hanya menjelaskan ini suatu kebetulan semata. Kisahnya menuturkan kalau sekembalinya di Akademi Militer, seorang healer ternama mengobati serta menjahit ulang luka di dadanya. Luka akibat senjata sihir seperti itu, umumnya hanya dapat di obati oleh Healer menggunakan teknik jahitan sihir juga.


   Itu sebabnya dia Tuan Shaakir dengan sangat lekas terlihat sembuh. Dari cerita Tuan Shaakir, dia mengatakan kalau dua orang berkerudung yang bertempur dengannya di waktu lalu, kini ikut-ikutan memburu dia ke Kota Virgo ini. Itu sebabnya ketika Tuan Shaakir tatkala telah sembuh, dia melakukan patroli malam mencari-cari tiga orang vampire yang ku namai dracula itu. Beruntung bagiku, dia justru bertemu dengan ku.


"A-aku ketemu dengan orang yang kusangka adalah orang yang sama merobek dada anda, Tuan Shaakir" kata ku sambil terbata-bata, mengadu.


   Aku bahkan mengatakan dugaanku kalau pria itu adalah seorang drakula seperti yang digambarkan oleh orang-orang tua, sejak aku masih kecil. Namun Tuan Shaakir mengatakan kalau kelompok pria itu adalah vampir. 


"Lea, mereka ras vampire. Bukan draculla. Dracula adalah nama satu vampire yang kisahnya menjadi legenda di dnia barat sana" kata Tua Shaakir mengajariku.


   Aku hanya mengiyakan, karena di dalam bayanganku, vampire atau drakula, itu adalah hal yang sama. Dua-dua nya kelompok penghisap darah. Namun aku tidak mengemukakan pendapatku, karena aku hanyalah seorang awam. Beda hal nya dengan Tuan Shaakir, yang adalah seorang tenaga pengajar di Akademi militer.

__ADS_1


******


   Aku memasuki kamar ku di Akademi Militer setelah Tuan Shaakir membawaku ke tempat itu dan melapor di bagian administrasi, kalau aku adalah salah satu referensi yang direkrut di Kota Scorpio. Petugas itu lalu memberi padaku seragam akadmi, semakacam jaket pendek berwarna merah, yang di bordir dalam lukisan akademi militer, dan juga logo Virgo.


   Tentu saja, sebagai siswa akademi yang masuk ke akademi tanpa mengikuti tes ketat - hanya berdasarkan referensi khusus, seperti aku misalnya, aku tidak perlu membayar biaya akademi bulanan.


   Aku bahkan memperoleh gaji dari akademi sebesar lima keping tembaga setiap bulannya. Ini adalah jumlah yang cukup besar bagiku, dibanding kehidupan sederhana ku di Kota Scorpio sana. Di Kota Scorpio itu, aku harus rela di colek dan di raba-raba oleh pria hidung belang, barulah aku akan mendapatkan tip koin perunggu.


(Kelak di kemudian hari, aku akan tertawa melihat uang bernilai rendah seperti lima keping perak itu)


Kembali lagi ke bagian pendaftaran akademi...


   Menurut bagian administrasi, bayaran kami akan lebih tinggi lagi, jika dalam menjalani pelatihan ini, kami mengambil misi penyelesaian yang diberikan akademi. Eliksir adalah bayaran tertinggi, yang biasa didapatkan oleh kaum Knight atau kaum Magi di Benua Casiopea ini (aku baru tahu tentang mata uang eliksir ini setelah berada di akademi ini).

__ADS_1


   Karena aku memiliki bakat sebagai pengendali api atau disebut elementalist oleh Tuan Shaakir, aku di daftarkan ke dalam kelas tambahan khusus untuk Magi (Magus adalah sebutan bagi manusia yang menjalani kehidupan sebagai penyihir)


   Bersama dengan dua gadis lainnya, aku di tempatkan d salah satu kamar sederhana di asrama akademi. Dua gadis yang sekamar denganku adalah Yasmin, seorang gadis dari Provinsi Taurus dan Salome dari Provinsi Gemini. Ketika bertukar kisah di dalam kamar, aku mengetahui kalau mereka berdua masuk kedalam akademi dengan beasiswa dari Provinsi Gemini dan Provinsi Taurus.


   Dari cerita-cerita mereka, aku menyimpulkan jikalau mereka berdua itu adalah ahli beladiri menggunakan senjata pedang. Yasmin bahkan telah berlatih beladiri dengan menggunakan pedang sejak dia berusia enam tahun.


   Sedangkan Salome adalah gadis yang berasal dari keluarga bangsawan. Sebagai keluarga bangsawan yang selalu mementingkan adanya seorang ksatria di dalam keluarga, Salome adalah salah satu jenius yang berbakat untuk menjadi knight.


   Aku terdiam mendengar cerita mereka berdua yang bangga akan kemampuan tempur yang dilatih sejak usia dini. Dalam hatiku, aku sungguh kecil hati karena aku betul-betul orang awam di dalam pelatihan ini.


"Tak perlu kamu bersedih. Kamu bahkan memiliki bakat sebagai seorang magus - elementalist pemanggil api" kata Salome dan Yasmin menghiburku.


Bersambung.

__ADS_1


    Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih.


__ADS_2