
Aku terbangun dari tidur dengan keadaan dan kondisi badanku terasa sakit di semua bagian. Sementara tulang-tulang ku seperti akan patah saja rasanya. Aku tersadar bahwa kamar tempat aku terbangun ini, semuanya hanya penampakan monoton - dinding serba putih, yang seluruh ruangan penuh dengan harum aroma khas seperti obat-obatan hingga semua sudut kamar ini.
Beberapa saat barulah aku tahu kalau aku tertidur lebih dari dua hari, tidak bangun-bangun di kamar klinik kesehatan akademi. Seorang asisten tabib yang kebetulan ada dikamar itu menjelaskan semua tentang mengapa aku harus menginap di kamar kesehatan ini.
"Luka latih tanding itu, meskipun terlihat biasa-biasa saja, namun membuat sobek beberapa otot di bagian pengan dan pundakmu" kata asisten tabib itu.
Kisanya bahwa tulang bahuku hampir saja retak, dan diperlukan seorang Healer khusus yang menyambung ulang persendian di bahu ku yang tergeser dari tempat semesti nya. Aku beruntung dalam hal ini, Healer akademi yang bernama Amaya Kayoko kebetulan berada di akademi.
Nona Amaya sendiri yang membetulkan persendian yang bergeser, menggunakan kekuatan sihir. Jika saja Nona Amaya Kayoko ini sedang berdinas di luar kota seperti biasanya, kemungkinan aku akan menjadi cacat. Bahuku itu jika terlambat ditangani, akan tidak pernah dapat dibetulkan lagi untuk kembali ke dudukan semula.
Di kala itu, jika saja aku menjadi cacat, maka semua impianku menjadi seorang Knight musnah sudah. Mungkin pulang ke kota Scorpio adalah jalan terbaik, lalu profesi oaking memungkinkan bagiku saat itu adalah peminta-minta. Bahkan prfesi nista seperti gadis penjual cinta, tidak akan menerima gadis cacat, jika saja aku betul cacat setelah pertempuran itu,
Aku bergidik membayangkan masa depan sura,, seandainya aku cacat - lalu kini aku menjadi lebih banyak bersyukur atas kebaikan Langit mengijinkanku tetap sehat.
Ketika sore hari aku mendapat kunjungan dari Salome dan Yasmin - kawan sekamarku, mereka ribut menceritakan kegemparan yang aku timbulkan dengan bola api di tangan itu.
Aku tersenyum senang ketika Salome dengan antusias bercerita bahwa Sakandhi anak tengil itu, kini harus rela menggunduli kepalanya, setelah api yang ditimbulkan meski tidak membakar dia dan Chino Akae, namun menghabisi rambut mereka berdua. Konon Chinno Akae sekarang ini selalu mengenakan topi baret, menyembunyikan rambut indahnya yang menjadi tidak karuan tersambar api yang ku ciptakan.
__ADS_1
Kami mengakhiri bincang-bincang petang itu dengan mendengar cerita Yasmin, bahwa saat ini aku menjadi trending topik pembahasan di akademi, dengan julukan Gadis Api.
******
Waktu pun berlalu dengan cepat, dan aku telah diizinkan untuk keluar dari rawat inap di kamar klinik kesehatan kepunyaan akademi. Tentu saja aku bahagia. Seorang diri di dalam kamar yang serba putih, tidur-tiduran berhari-hari, telah membuatku menjadi amat bosan.
Hari pertama aku masuk ke kelas kami, semua orang bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Namun aku mencatat dalam hati, kini tak adalah lagi tatapan mencela atau dengusan penuh hinaan kepadaku, seorang gadis yatim piatu dari Kota Scorpio.
Demikian juga ketika kami bertiga - Aku, Sakandhi dan Chinno belajar dalam kelas khusus, para pengendali kekuatan magis yang akan di sebut magus nanti, kami bersikap seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.
Apalagi ketika aku sebagai elementalist pemanggil api ini harus disandingkan dengan Chinno, yang notabene hanya seorang perapal mantra? Huff tentu saja Chinno bukan tandingan pemanggil api berkekuatan besar seperti aku.
Namun yang patut disayangkan adalah kekuatan sihir kami masih amatlah muda, belum layak untuk dipamerkan apalagi untuk diajak berperang melawan ahli-ahli serupa dari bangsa atau ras lain. Kami bertiga masih harus banyak belajar dari dasar. Mengendalikan dan membangkitkan kekuatan terpendam di dalam diri ini, untuk selanjutnya layak diangkat dan disebut sebagai Asisten Sihir Level 1.
Catatan :
Di kisah ini, level sihir seseorang disebut dengan tingkat sebagai berikut :
__ADS_1
Asisten Sihir level 1
Asisten Sihir level 2
Asisten Sihir level 3
Magus level 1
Magus level 2
Magus level 3
SAGE atau Warlock. (ini adalah tingkat tertinggi dalam teknik sihir di novel ini)
Bersambung.
Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih.
__ADS_1