
Begitu melihat sosok Imp-imp itu menjadi nyata, tiga anak laki-laki yaitu Cal, Boy dan Jerry melompat secepat angin dengan pedang terhunus di tangan mereka. Tentu saja sebagai Asisten Knight level satu, kekuatan yang digunakan pada saat menebas ke arah tiga Imp sudah lebih dari cukup.
"Pergi ke dalam kehampaan" teriak tiga anak muda knight itu. Tiga imp yang terkejut tentu saja tak menyangka gerakan tiga anak muda itu demikian cepat. Dalam hitungan detik saja ketiga nya mati dan lenyap dalam Kehampaan.
Melihat hal itu, tentu saja tujuh imp tersisa menjadi tercengang. Enam imp terlihat mulai ketakutan, sementara satu yang tersisa - mungkin pemimpin kelompok imp melompat maju.
Dengan bengis imp pemimpin itu meraung. Kata nya, (terdengar menyeramkan)..
"Bagus !
rupa-rupanya kalian adalah sekelompok kecil manusia yang memiliki kemampuan. Sayang sekali kalian akan mati dengan kekuatan sihir !"
Aku sedikit terkejut melihat Imp pemimpin kaumnya itu akan menggunakan sihir. Setahuku, dari pelajaran yang dipaparkan Instruktur Kapten Trisoka, beliau menjelaskan bahwa dari lima roh halus yang ada dan biasanya di jadikan budak kontrak, imp adalah terlemah.
Menurut Kapten Trisoka, Imp adalah makhluk dengan kemampuan sihir paling rendah, dan paling sering di pekerjakan sebagai budak semisal menyikat lantai, atau pembawa pesan biasa. Mengapa Imp ini demikian berani dan mengancam para Knight?
Namun prasangkaku akan imp yang lemah dan rendah kekuatan sihirnya menjadi buyar seketika. Pemimpin Knight itu menjulurkan jari telunjuknya, lalu asap tebal keluar dari ujung jari dan membentuk satu makhluk ilusi berbentuk ular yang sangat besar.
Aku melompat ke belakang, sedikit takut melihat ilusi ular besar dengan mulut menganga, siap menelan kami berlima. Tentu saja aku tahu akan sihir-sihir dasar seperti ini. Ilusi biarpun sesederhana apapun, jika kita sedang dalam keadaan lemah, niscaya ilusi itu akan menjadi kenyataan dan dapat merenggut nyawa siapapun yang percaya.
Aku melihat dengan kagum ketika Debbie gadis pemanah itu melepaskan tiga anak panah sekaligus, mencoba menembus ular besar yang kian nyata - bukan berupa ilusi seperti awal-awal.
Aku memaki dalam hati ketika melihat semua tembakan Debbie gagal. Kulit ular besar itu kini berubah menjadi nyata, sekeras baja. Tentu saja tiga anak panah Debbie tidak akan artinya di hadapan kulit sekeras baja itu.
"Serang bagian kepalanya !" perintah Cal.
__ADS_1
Tiga anak muda assistant knight itu kembali menerjang dengan kecepatan seperti bayangan.. Aku berdoa semoga ketiganya dapat menyelesaikan ular ilusi itu.
Trang ! Trang ! Trang !
Mereka bertiga terlihat melongo, ketika pedang di tangan mereka patah menjadi dua. Aku sendiri menjadi ketakutan.
"Kulit ular ilusi itu menjadi begitu tebal?sihir apa yang digunakan imp budak itu?" batinku melirik ke imp pemimpin.
Aku memerhatikan imp pemimpin itu tertawa terbahak-bahak sambil mulutnya sesekali meneguk botol kecil berisi cairan berwarna kebiruan.
"Cairan Eliksir peringkat rendah?" batinku terkejut.
"Dari mana makhluk itu memperoleh Eliksir yang gunanya untuk mengembalikan energi setelah seorang penyihir menghabiskan tenaga ketika selesai melafalkan mantra atau bertempur secara sihir.
"Pantas saja makhluk jelek itu mampu mempertahankan sihir ilusinya, yang mampu bertahan lebih dari lima belas menit tanpa kelelahan"
Mataku nyalang seketika. Eliksir adalah benda yang sangat mahal. Cairan itu acap kali dipakai oleh kaum Magi atau penyihir, ketika terlibat di dalam pertempuran seperti ini. Dengan persediaan eliksir cair, (eliksir cair berbeda dengan eliksir alat pembayaran) seorang Magus atau penyihir tidak perlu merasa takut kehabisan tenaga atau energi sihir, ketika bertempur dengan merapalkan mantra berulang kali.
"Aku harus merebut eliksir sihir dari tangan Imp itu. Aku menduga mereka memperoleh benda tersebut dari pelintas yang mungkin adalah pedagang atau penyelundup" batin ku bersemangat.
Aku tersadar dari lamunanku, ketika melihat tiga kawanku, Cal, Jerry dan Boy berlari ke ujung reruntuhan, menghindari mulut ular besar yang kian buas terlihat. Sementara itu aku melihat Debbie yang mengejar dari belakang, berulang kali menembak ular besar itu dengan kesia-siaan.
"Mengapa mereka tidak menyerang imp pemimpin itu?
Bukankah dia merupakan sumber dari ilusi ular besar, yang kini menjadi nyata?" aku menggeleng kepala melihat kebodohan teman-temanku itu.
Kemudian dengan melenggang aku mendekati Imp pemimpin yang terlihat menggerak-gerakkan tangannya, serupa penyihir pengendali mayat hidup sedang menggerakkan monster alat tempur nya.
Dengan ucapan pelan aku berbisik dalam hati..
__ADS_1
"Fire !"
Lalu api sebesar bola basket menyala-nyala di tangan kananku, yang kemudian aku main-mainkan seperti orang sedang melempar-lempar bola basket. Kataku kepada imp pemimpin itu..
"Berikan semua isi tas kamu, dan aku akan membunuhmu dengan kematian yang mudah" kataku jahat dengan mata berkilat-kilat.
Aku sendiri merasa heran, mengapa aku bisa berakting menyerupai perempuan iblis yang gemar membunuh. NAmun efeknya adalah imp itu terlihat sedikit ketakutan.. Well, aku memang harus berkata, bahwa sesungguhnya kekuatan seorang magus atau menyihir itu, pada tingkat tertinggi adalah yang memiliki element hitam di dalam dirinya. Elemen api adalah nomor dua terkuat setelahnya.
Imp pemimpin itu berkata dengan memberanikan diri,
"Pergi kau penyihir kecil. Jangan mencoba menakut-nakuti aku.
Aku melihat sendiri bahwa tingkat petarung mu bahkan tidak berada pada level manapun, bahkan yang terkecil dalam tingkat petarung sihir.
Pergi dan jangan mencoba bermain-main dengan aku" kata imp pemimpin itu galak.
"Well.. kalau begitu kamu harus mati mahluk kecil.."aku menjentikkan setitik nyala api dari kumpulan bola api di tangan kananku.
Aku melihat dengan perasaan tidak takut sama sekali, ketika lidah api ******* imp pemimpin yang kini melolong pilu. Aku bahkan tidak merasa kasihan melihat imp yang tadinya begitu perkasa, kini bertekuk lutut di bawah kendali api sihir yang aku panggil. Lalu dengan kasar aku merenggut tas yang dimiliki Imp itu, lalu menyembunyikannya cepat-cepat ke balik mantel seragam akademiku.
Tentu saja aku melakukan hal itu karena empat kawanku, mungkin berada di kejauhan, berlari akibat diburu ular besar, hasil ilusi imp ini.
Setelah melakukan tindakan memanggil api seperti tadi, tentu saja sebagian energi sihir ku lenyap, dan kekuatanku harusnya melemah. Tapi kali ini aku tidak perlu kuatir. Aku telah memegang tiga botol kecil, eliksir cair tingkat berwarna biru. lalu menenggak setengah botol nya, untuk mengembalikan energi sihirku.
Aku tertawa senang ketika merasakan energi sihir kupilih hingga 90 % - yang menurutku cukup untuk menghabisi enam imp sisa, dengan menggunakan kekuatan api.
Bersambung.
__ADS_1
Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih