Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea

Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea
Serigala Perak Level Dua


__ADS_3

  Aku mulai menyamak kulit serigala perak level satu ini dengan belati yang ku beli dari Kota Scorpio lalu. Di banyak pelajaran di akademi kami, beberapa pelajaran yang di ajarkan adalah teknik menyamak kulit hewan berkaki empat, sehingga aku tidak mengalami kesulitan tatkala memisahkan kulit serigala perak ini dari dagingnya.


"Semua bagian mahluk gelap ini, adalah sumber daya yang berharga, bahkan tulang-tulangnya pun akan berguna dalam membuat ramuan-ramuan tertentu" batinku penuh semangat.


   Aku bahkan dengan gembira mengambil inti atau core mahluk iblis itu, dan menyimpannya baik-baik.


"Mungkin aku tak akan menjualnya, melainkan memanfaatkan inti corenya untuk membuat suatu ramuan atau talisman, setelah memahami teknik ramuan ketika aku resmi menjadi Asisten Sihir Level satu" batinku.


   Namun kegembiraanku tidak berangsung lama. Aku menajamkan pendengaranku, ketika samar-samar mendengar suara rintihan serigala lainnya di kejauhan. 


   Dengan jantung berdebar karena di landa rasa ingin tahu yang dalam, aku melesat cepat, menembus semak-semak dan mencari lihat, apa gerangan yang terjadi dengan rintihan yang samar-samar ku dengar tadi.


   Selang beberapa menit kemudian, aku terbelalaku melihat sesosok berbentuk manusia, mengenakan kerudung gelap, yang kulihat tengah mencekik leher satu Serigala Perak Level dua. Tak lama kemudian aku terdiam diari balik semak, sambil menutup mulut untuk menahan rasa mual ku, tatkala melihat mahluk itu menggigit leher serigala, yang kian lama kian lemah rintihannya ku dengar.

__ADS_1


"Dia menghisap darah serigala perak!" batinku ngeri.


"Hanya mahluk-mahluk terkutuk yang rela menghisap darah mahluk hidup lainnya, untuk bertahan hidup seperti itu.


   Jelas dia adalah ras vampire penghisap darah" kataku dalam hati, dengan jantung yang berdentum kencang karena ketakutan.


   Aku jelas saja sangat ketakutan saat itu. Mahluk vampire itu tercium dari auranya, adalah seorang penyihir dengan peringkat Asisten Sihir level satu. Jelas aku bukanlah tandingan seorang asisten sihir level satu.


   Aku diam dan mematung (bahkan aku tak sadar telah memejamkan mata selama ini) hingga pagi menjelang, tidak bersuara, tidak bergerak, bernafas pun ku lakukan dengan sangat berhati-hati sekali. Aku ketakutan jika penyihir ras vampire itu mengetahui keberadaanku, lalu kemudian menyerangku untuk menghisap habis darahku.


   Aku memandang tak tertarik akan jasad serigala perak level dua, yang di hisap darahnya oleh mahluk vampire itu, dan berniat pergi. Akan tetapi hati kecil ku menertawakan kesombonganku dengan mengejek dan berkata,


"Tak perlu merasa gengsi dan jijik akan bekas gigitan mahluk penghisap darah itu.

__ADS_1


   Serigala Perak di depanmu itu, bahkan peringkatnya jauh lebih tinggi dibanding mahluk ibrli sejenisnya yang telah kau bunuh semalam" suara hatiku itu jelas-jelas memprovokasi aku.


   Lalu dengan membuang harga diriku jauh-jauh,  aku mendekati serigala perak yang telah membeku itu, lalu menguliti dan memanen semua sumber daya yang ada dari bagian tubuhnya.


   Aku kemudian mengucap syukur, karena mahluk penghisap darah itu tidak memanen sumber daya serigala perak level dua yang dia bunuh pada malam itu.


   Setelah selesai dengan Serigala Perak level dua itu, aku melangkah cepat-cepat untuk keluar dari Hutan Cemara Angin, demi menghindari pertemuanku dengan mahluk-mahluk atau ras-ras lainnya, yang jelas-jelas memiliki kekuatan tidak terduga.


"Aku harus cepat-cepat menjual semua sumber daya ini. untuk kemudian membeli mantra atau bahan-bahan sihir yang membuatku bertambah kuat, demi untuk menjadi seorang magus dengan mula-mula mencapai tingkat Asisten Sihir level satu.


   Menjelang siang, aku telah berada di Kota Virgo, lebih tepatnya di Pusat Perdagangan Kota Virgo, sedikit jauh dari Akademi sihir kami.  


Bersambung.

__ADS_1


   Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih


__ADS_2