
Aku pernah mempraktekkan hal ini dahulu sekali ketika masih tinggal di kota Scorpio dan biasanya teknik murahan seperti ini amatlah manjur jika diberlakukan pada laki-laki, terutama laki-laki hidung belang. Namun kenyataan berkata lain.
Dengan tegas dan sedikit mencibir Billy berkata,
"Tidak perlu kau menjual senyummu dan terlalu banyak mengedipkan mata. Aku telah berdagang sejak kecil usia dini mengikuti orang tuaku dan aku tahu teknik-teknik kecil yang biasa dilakukan gadis-gadis dengan mengumbar senyum atau apapun itu namanya.." aku sedikit terpukul mendengar jawaban cowok itu. Dia melanjutkan..
"Mereka ... demi mendapatkan harga yang murah atau rendah bahkan kalau bisa mendapatkan gratis, rela mengerjap-ngerjapkan mata, seperti ada debu yang menempel di mata mereka.
Perlu aku tegaskan disini aku tidak akan tergoda dengan senyuman dan kedipan palsu itu" kata Billy dengan tegas.
Seketika wajahku berubah menjadi merah seperti kepiting rebus, da aku merasa sangat malu. Jelas-jelas cowok berjerawat ini seolah-olah tengah mengupas kulit ku mentah-mentah dan membaca isi hatiku dengan jelas
Lalu sambil berpura-pura angkuh demi menutupi rasa malu ku aku balas mencibir dan berkata,
"Cih !
Siapa pula yang akan merasa jatuh cinta atau ingin menggoda kau. Jelas-jelas dari penampilan buruk mu saja, itu tercermin seorang laki-laki yang kasar.
__ADS_1
Lagipula aku tak tertarik pada anak laki-laki berpenampilan tidak menarik" kataku mengakhiri hinaanku.
Meskipun begitu, Billy dalam hal ini sama sekali tidak merasa tersinggung dengan tindakan kasar ku. Sebaliknya anak muda gemuk itu malahan tertawa terpingkal-pingkal dan dia berkata.
"Aku menduga kalau kamu bukanlah berasal dari kota Virgo ini.
Ya memang benar. Logat dan tata cara berbicaramu, jelas-jelas menunjukkan kalau kamu bukanlah orang asli di kota ini: kata nya dan aku terdiam karena memang aku sedikit kasar dibandingkan gadis-gadis lain di Dorado sini.
"Kamu terlihat berbicara dengan dan terang-terangan.
Akan tetapi aku harus berkata jujur bahwa aku suka dengan semua sikap terus terangmu itu" kata Billy memuji ku.
Lalu sikapku berubah menjadi lebih hangat dan aku bertanya kepada dia dalam nada yang lebih ramah
"Hai gemuk..
Eh bolehkah aku memanggilmu gemuk?" tanya ku meminta persetujuan.
__ADS_1
Billy mengangguk kepala dengan wajah tetap tersenyum. Dan aku melanjutkan pertanyaan ku.
"Apakah kamu memiliki suatu salinan atau teknik tentang cara pembuatan ramuan elixir cair?
Aku ingin membelinya"
Dengan wajah yang menampakan raut seperti orang terkejut, Billy berkata.
"Kamu ingin membeli benda itu, maksudku teknik dan cara membuat ramuan elixir cair bukan?
Perlu kamu tahu Lea... salinan ramuan seperti itu biasanya hanya akan dijual kepada ahli ahli ramuan atau setidaknya seorang calon sihir yang memiliki elemen kayu bawaan" Billy menatap dan memindaiku. Kemudian dia melanjutkan...
"Sementara aku melihat dirimu, meskipun kamu adalah seorang penyihir. Tapi kamu adalah seorang pemanggil api dan bukan seorang penyihir yang memiliki elemen kayu.
Apakah dengan harga 150 Eliksir pembayaran peringkat rendah itu, salinan teknik membuat eliksir cair akan bermanfaat buatmu?
aku kuatir benda ini akan menjadi hiasan semata di laci kamarmu. Sementara semua uangmu bernilai 150 Eliksir rendah, telah lenyap tanpa mendatangkan keuntungan sedikitpun" kata Billy menasehati aku.
__ADS_1
Bersambung.
Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih.