Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea

Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea
10 Pria dan Gadis Iblis


__ADS_3

Akan tetapi bukannya berhenti, bayangan Zalrin itu terlihat berjalan lebih cepat lagi. tangannya terlihat digandeng satu laki-laki mengenakan mantel panjang, gelap menyembunyikan penampilannya.


Kedua sosok itu menghilang di ujung jalan, tertutup oleh arus orang-orang berbagai ras yang keluar masuk ke dalam Bazaar.


Dengan kasar aku menepis tangan orang-orang yang melenggang seolah-olah menghalangi langkahku, mataku terkunci dan mengejar Zalrin.


'Aku tak boleh kehilangan jejak Zalrin. Gadis itu adalah satu-satunya harapanku untuk kembali ke Benua Casiopea'


Aku berhenti di jalan buntu, kini kebingungan mencari-cari Zalrin yang lenyap seperti ditelan Bumi.


'Jelas sekali Aku melihat dia bersama sosok bermantel gelap itu masuk ke dalam lorong ini.


Mengapa tiba-tiba mereka dua lenyap seperti debu ditiup angin?' batinku dan berpikir keras. Bagaimana cara Zalrin dengan sosok mantel hitam itu menghilang begitu cepat?


Angin gurun bertiup lembut, debu-debu terbang naik ke permukaan mencapai lubang hidung, membuat sesak pernapasan siapapun. Sementara aku di lorong buntu itu, dengan hati yang galau.


'Kesempatan emas itu lewat sudah' batinku kesal.


Namun kegalauanku pudar seketika. Kala itu di ujung pertigaan jalan, memasuki lorong buntu ini 10 pria memegang golok melengkung panjang berjalan misterius ke arahku.


Yang seorang diantara 10 pria itu malahan dengan sengaja menggores pedang panjang itu di dinding-dinding rumah menciptakan percikan api. Sepertinya dia ingin membuat kesan mendalam bahwa mereka adalah sosok yang menakutkan.


Aku menunjukkan wajah yang tawar dan bersikap malas melayani mereka semua. Lalu berkata singkat.


"Maafkan Aku. Saat ini aku sedang sibuk dan tak ingin melayani kalian.


Ada hal penting lain yang harus kulakukan, dan tak memiliki waktu banyak untuk bercakap-cakap dengan kalian 10 pria asing ini" suara ku sengaja kubuat angkuh.


"Silakan buka jalan biarkan aku lewat dan semua akan baik-baik saja" kataku tegas, memberi peringatan. Mereka tidak tahu, aku seorang penyihir berbahaya.


Akan tetapi harapanku berbeda dibanding kenyataan. Yang ada malahan 10 pria itu tertawa terbahak-bahak mendengar ancamanku.

__ADS_1


Beberapa bahkan duduk sambil memegang perutnya, tertawa terkencing-kencing seolah-olah Aku adalah satu badut yang datang khusus memberi hiburan.


"Baiklah waktu hiburan telah selesai, sekarang minggir kalian dari hadapanku, biarkan noaa besar ini lewat, untuk kembali ke tempat tinggalku" kata semakin sombong, tak sabar membuang waktu dengan cecunguk-cecunguk ini.


Sambil mengangkat gaunku tinggi-tinggi, dan bersikap anggun seolah-olah mereka adalah kecoa berbau busuk, aku berjalan melewati kumpulan pria kasar itu sambil menutup hidung.


Dengan lirikan mata aku melihat wajah-wajah tidak senang tergambar di raut 10 Pria kasar itu.


Trang !


Dua pedang panjang jatuh menghujam jalan tempat aku melangkah, tepat di jarak satu kaki dari langkah terdepanku. Dua pedang berkilauan itu tertancap di tanah membentuk tanda X seolah memberi syarat bahwa aku tak boleh melewati garis batas itu.


Aku melirik tipis ke 10 bayangan pria kasar di belakangku tanganku mengepal, Daan setitik percikan api muncul di tangan kiri dan kananku. Aku mulai hilang kesabaran.


Mencoba untuk menahan diri aku berbalik badan menatap 10 pria kasar itu dan berkata ramah.


"Tuan-tuan yang terhormat. Sesungguhnya apakah keinginan kalian?.


Aku masih mencoba ramah melihat reaksi orang-orang itu. Tapi kulihat mereka tidak berubah menjadi sedikit lebih ramah.


Seorang yang terlihat sepertinya adalah pemimpin di antara 10 pria kasar itu, dia yang menurut tebakanku adalah paling kuat dan mungkin pernah menjalani pelatihan menjadi Asisten Knight level 1, berkata dengan keras,


"Ikut dengan kami dan bersedia untuk dipersembahkan menjadi selir dari tuan muda kelompok Konglomerat Emas kami" pria itu melempar satu borgol sepertinya mau beri syarat agar aku mengikat kedua tanganku pada borgol yang dia lempar itu.


"Konglomerat Emas itu mahluk macam apa? Batinku makin hilang sabar.


Aku berusaha keras menahan diri agar tidak seketika meledak dalam marah. Kemudian aku kembali bertanya terdengar masih sopan.


"Jika aku menolak?" Tanyaku sambil mengedip-ngedipkan mata sedikit genit.


Si pemimpin pria kasar itu meludah ke jalan dan berkata.

__ADS_1


"Hanya ada dua jalan jika kau ingin hidup. Ikut kami dan menjadi selir tuan muda konglomerat emas lalu hidupmu akan Sejahtera seumur hidup.


Atau jika kamu menolak tawaran ini, silakan congkel kedua bola matamu dan serahkan kepada kami sebagai bukti, bahwa kau berani menantang tuan muda dari kelompok Konglomerat Emas kami "


Mendadak aku tertawa keras-keras, ku selipkan energi sihir dan mantra pemikat membuat 10 orang itu bergetar terlihat takut kepada diriku.


"Dia penyihir !"


"Kita telah salah target !"


Akan tetapi semua sudah terlanjur basah. Nasi telah menjadi bubur dan mereka telah tahu kalau aku adalah seorang penyihir, meski belum dapat dikatakan sebagai magus.


"Kalau begitu aku akan memilih Langkah kedua menyerahkan bola mataku atau bola mata kalian yang akan ku ambil" desisku, mirip suara ular kuno, terdengar jahat dan mengintimidasi.


Mendadak bola api itu menyala besar. Aku membuatbapi biru ku menjadi cambuk berkepala bola api besar, yang kemudian kulontarkan kepada 10 orang itu, berturut-turut satu demi satu.


Diiringi tawaku yang melengking seperti suara iblis, aku kini terlihat mengerikan. Mirip dengan gadis iblis, aku adalah seorang perempuan aneh dengan penampilan langka, berambut dengan dua warna juga aneh - gelap dan biru terang, yang mengenakan riasan gelap seperti penyihir jahat - membuat cambuk api itu berjalan cepat tak terkira.


Bola api terlihat membakar bola mata 10 orang pria kasar itu satu demi satu, mengubah sosok pria-pria kasar itu menjadi orang buta dalam seketika.


Suara lolongan rasa pedih kesakitan dari 10 orang itu tak juga membuat hatiku iba. Dengan jahat aku menginjak dada laki-laki kasar yang kau anggap pemimpin, yang sebelumnya berkata akan mencongkel dua mataku.


"Sekarang Katakan padaku. Siapa yang sesungguhnya akan menjadi buta.


Aku perempuan iblis ini, ataukah kalian 10 laki-laki kasar yang tidak dapat melihat cuaca, datang datang mengancam seorang penyihir jahat seperti diriku yang menjadi buta?"


Suara mengaduh-aduh permohonan meminta pengampunan dari 10 orang itu tidak kupedulikan.


Puas setelah melampiaskan rasa kesal karena dihina, bahwa aku akan dipersembahkan sebagai selir pemuas nafsu tuan muda Konglomerat Emas itu, aku meninggalkan 10 pria kasar menyedihkan itu sambil memaki-maki berulang kali bahwa "Aku bukan pelacur!".


Bersambung.

__ADS_1


Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih..


__ADS_2