Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea

Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea
Mantra Pemanggilan Level nol


__ADS_3

   Aku memasuki Toko Resonansi Bintang, salah satu toko yang ada di pusat perdagangan Kota Virgo kami. Toko Resonansi Bintang ini, tidaklah terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil. Jumlah pelanggan pun seperti yang aku lihat, tidak terlalu banyak sehingga menurut pandanganku, toko dengan jumlah pelanggan yang melimpah, cenderung membeli barang dagangan kita, dengan harga murah.


   Pria itu terlihat seperti pria umumnya di usia tiga puluh lima tahun. Badannya sedikit gemuk, berbicara dengan ramah dan tampak menguasai banyak hal. Namanya adalah Tuan Bubba, pemilik Toko Bintan Resonansi.


   Aku menyerahkan semua sumber daya yang aku panen dari Serigala Perak level satu malam itu, kecuali daging dan inti corenya dari hewan dark beast itu.


"Aku akan membeli dengan harga 125 eliksir peringkat menengah dan itu adalah harga tertinggi yang dapat aku tawarkan" kata Tuan Bubba sambil sekali lagi memeriksa semua sumber daya yang aku serahkan padanya.


"Nyawaku hampir saja melayang karena darkbeast ini" kataku serius.


"Aku berpikir, seratus lima puluh adalah harga terbaik yang aku minta" kata ku tegas.


"Deal" lalu Tuan Bubba memberikan Eliksir peringkat tengah sebanyak 150 kristal kepada diriku.


   Aku memasukkan eliksir itu ke dalam tasku yang tersembunyi di balik baju seragam akademi. Lalu dengan penuh percaya diri aku membanting sekali lagi, sumber daya yang dipanen dari mahluk penghisap darah, vampire yang kulihat pada malam itu. Aku tidak menceritakan serigala itu mati karena kehabisan darah, kepada Tuan Bubba.


"Tiga ratus lima puluh eliksir peringkat tengah, tidak kurang sedikitpun. atau aku akan berpindah ke toko sebelah. Diperlukan kekuatan minimal asisten penyihir level satu, atau asisten knight level satu untuk menaklukan monster kecil ini" kataku setengah mengancam.


   Dengan cemberut Tuan Bubba membayarku 350 eliksir peringkat menengah yang dengan tangkas langsung ku selipkan ke dalam tas rahasiaku sekali lagi.

__ADS_1


   Meskipun terlihat agak kesal karena gagal memperdayaku, Tuan Bubba melempar senyuman ketika aku akan pergi. Katanya berteriak sambil melambai tangan,


"Kelak jika kamu memperoleh hasil perburuan, jangan bosan-bosan untuk berkunjung dan menjual hasil perburuanmu di Toko Resonansi Bintang ini.


   Harga terbaik tentu saja akan aku berikan, dan No tipu-tipu" kata Tuan Bubba setengah berpromosi.


   Setelah mendengar kata-kataku yang dapat di artikan sebuah janji, Tuan Bubba terlihat puas karena hubungan kami berdua seperti nya akan berlanjut terus - saling menguntungkan dalam transaksi jual beli.


   Aku bergegas kembali ke Akademi Militer Negeri Dorado kami, lalu menuju ke toko perlengkapan resmi akademi. Mataku tertuju pada perempuan gemuk setengah tua yang selalu berlagak sombong itu.


"Mantra Pemanggilan Roh level nol, tolong berikan padaku" kataku sambil meletakkan 50 eliksir peringkat tengah ke meja dimana perempuan penjaga toko akademi itu duduk.


   Aku menyimpan baik-baik salinan mantra pemanggilan kelas nol atau paling rendah, dengan harapan aku akan memanggil Foliot yang akan dipekerjakan sebagai budak nanti.


"Apakah kamu masih memiliki mantra penyerangan lainnya pada peringkat nol?" tanya ku pada si gemuk.


   Dengan mengangkat wajah nya penuh rasa enggan, perempuan itu ketus menjawab.


"Mantra Tangan Racun Terkutuk level nol, harga 50 eliksir peringkat tengah, tersedia dan tersisa dua slip giok salinan.

__ADS_1


   Jika kamu tidak membayar mantra itu sekarang, aku jamin keesokan hari ketika kamu datang lagi untuk memberi salinan mantra itu.. mungkin kamu harus menunggu setengah tahun kemudian, barulah mantra itu ada.


   Kau tahu bukan? Belakangan ini pabrik yang bekerja sama dengan Akademi untuk mencetak salinan mantra sihir kami, sedang kekurangan tenaga kerja. Alhasil perbanyakan salinan mantra Akademi Dorado ini, kini terhambat"


   Tanpa menunggu lama-lama, aku langsung menyodorkan lima puluh eliksir peringkat tengah dan meminta perempuan gemuk itu membawa salinan giok Mantra Tangan Racun Terkutuk.


   Ketika perempuan gemuk itu telah pergi ke belakang untuk mengambil pesananku, tiba-tiba pikiranku di penuhi pertanyaan.. Apakah ada semacam jimat atau apapun itu, yang berfungsi sebagai pemancar dan penguat kekuatan sihir ku, agar aku dapat memanggil api lebih kuat lagi? Well.. akan aku tanyakan pada perempuan gemuk itu nanti.


   Aku dengan palsu berusaha terlihat manis dan ramah, ketika menanyakan keberadaan Jimat Penguat dan Pemancar untuk elementalist, apakah tersedia di toko akademi ini, kini bernapas lega. Perempuan itu berkata bahwa jimat penguat pemanggilan element oleh elementalist ada di toko akademi, dan dijual seharga 100 eliksir peringkat tengah.


   


   Kenyataannya bahwa perempuan gemuk itu tidak kesal dengan permintaanku satu persatu, bukannya sekaligus meminta dia mengeluarkan barang-barang yang menjadi impianku, membuat mood ku membaik sehingga aku memutuskan akan mempelajari mantra Tangan Racun itu terlebih dahulu.


   Aku balik ke kamarku sambil menghitung sisa eliksir ku yang ternyata masih banyak. 300 eliksir peringkat tengah adalah jumlah yang banyak bagiku.


"Aku akan menabung dan mungkin aku akan membeli artefak sihir, kelak jika eliksir ku terkumpul banyak" batinku menyemangati diri, sambil membayangkan artefak paling rendah saja, harga nya mencapai 2000 eliksir peringkat tinggi.


Bersambung.

__ADS_1


   Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih


__ADS_2