Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea

Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea
Benua Upios (ii)


__ADS_3

Aku menjadi panik setelah mendengar nama Benua yang aneh itu. Sekali lagi aku mencoba mengulangi nama nya, sambil mengingat-ingat, kalau-kalau pernah ada seorang pelaut pelanggan Adelle yang pernah menyebutkan nama Benua Upios.


Tapi hasil pencarianku hingga ke dalam memory terdalamku tidak ada hasilnya. Belum pernah aku mendengar kata Benua Upios. Kini aku mulai was- was. "Jadi di bagian mana dari Benua Casiopea kami, Benua Upios ini berada?" Batin ku tak enak.


Aku berpikir untuk menginterogasi Shana.


"Adik yang baik, apakah kamu dapat menunjukkan seseorang yang akan membantumu untuk kembali ke tempat dari mana aku berasal?" Tanya ku hati hati pada Shana ini.


"Dari mana kakak berasal?" Tanya Shana.


"Aku berasal dari Benua Casiopea. Pernahkah kamu mendengar nama Benua Casiopea?" Tanyaku berharap. Setidak nya jika dia pernah mendengar, pastinarah dan keberadaan Benua Casiopea kami akan mudah aku temui, untuk pulang nanti.


Aku menjadi lemas, ketika Shana menggeleng kepala dengan polos.


" Maaf kakak.. baru sekali ini aku mendengar nama Casiopea itu"


Harapan ku untuk kembali ke Benua Casiopea, mendadak sirna, loyo seperti debu tertiup angin. Wajahku berubah, jelas terlihat buruk. Tapi harapanku belum lagi pergi.


"Baiklah kalau begitu.


Aku akan pergi ke kota terdekat, untuk mencari seseorang yang akan aku bayar menjadi penunjuk jalan pulang ke tempat mana aku berasal" kataku mengeraskan hati.


Pasir hitam di pantai itu menjadi saksi, ketika aku terseok- Seok berjalan, mencoba terlihat tegar dalam usaha mencari kota terdekat yang kata Shana kota itu bernama Kota Sahireb.


Shana ternganga melihat kekerasan hati ku, tertatih-tatih berjalan dalam kondisi belum fit 100%. Mungkin dia iba padaku, Katanya pelan,


"Jika kakak tidak keberatan Izinkan aku akan mendampingimu sebagai pelayan"


Sekarang balik aku yang terdiam tak melanjutkan langkah, mulut hampir terbuka mendengar tawaran anak kecil itu.


Tanyaku,


"Memangnya kamu tidak memiliki kesibukan lain kah? Belajar atau membantu orang tua misalnya.


Lagipula, jika kau mengikuti aku, apakah orang tuamu tidak Nanti aku mencari dirimu" tanya ku memastikan.


Sesungguhnya aku girang, anak perempuan ini terlihat jujur menurutku.


Shana gadis kecil itu hanya tertawa kecil menampilkan raut wajahnya yang polos. Tanpa ragu-ragu dia berkata,


"Aku hanya seorang yatim piatu. Kedua Orang tuaku telah lama tewas sejak aku berusia tujuh tahun.


Aku sehari-hari hanya membantu bersih bersih di warung Bibi Farida, di desa nelayan tak jauh dari pantai ini. Dan belajar itu hanyalah bagian kaum bangsawan. Buka. Kaum miskin seperti aku" kata Shana, membuat ku merasa sedih.

__ADS_1


Aku berpikir dan menimbang- nimbang dalam hati.


"Bukankah baik adanya jikalau aku memiliki seorang asisten petunjuk jalan, atau setidaknya seseorang yang paham dengan situasi di kota, bahkan Benua Upios ini?"


Sampailah aku pada kesimpulan bahwa ide ku ini cerdas, aku lantas menawarkan sejumlah uang yang dapat aku bayar bulanan pada Shana, dalam bentuk koin perak. Mungkin 25 koin perak (ini jumlah yang banyak untuk gadis seperti Shana).


Akan tetapi bukannya gembira dengan penawaran ku berupa koin perak, gadis kecil itu malah berkata, sepertinya ini adalah isi hatinya sesungguhnya,


"Aku melihat Kakak adalah seorang Knight bahkan mungkin seorang petarung yang pandai.


Aku melihat saja baju kakak zirah baju besi, meskipun telah koyak, sehingga aku menyimpulkan kalau kakak adalah petarung yang hebat" Kata Shana memujiku.


Melihat aku hanya diam memperhatikannya dengan serius, Shana melanjutkan.


"Jika diizinkan biar kan aku mengikuti kakak lalu memanggil anda sebagai Master.


Telah lama aku berniat menjadi seorang petarung" kata Shana dengan mata penuh pengharapan.


Memang adalah lazim bagi seorang ahli sihir atau Knight untuk mengangkat seorang pengikut yang bertugas sebagai asisten.


Kehidupan asisten itu akan diserahkan seluruhnya kepada sang master, lalu master akan menanggung kehidupannya dan akan menurunkan beberapa teknik jurus bela diri atau mantra sihir, jika pengikutnya itu memiliki bakat penyihir.


Tanpa berlama-lama, aku lantas mengiyakan permintaan Shana, yang langsung saat itu juga berlutut dan memanggilku Master.


******


Tak lama setelah nya, pasir di Pantai Mutiara menjadi sakti perjanjian seorang master sihir dengan pengikutnya, di bawah siraman matahari sebagai saksi.


Langit berubah menjadi gelap ketika dua orang berjalan yang mana seorang adalah perempuan usia 16 tahun hampir mendekati 17 tahun, sementara mengikuti di belakangnya adalah seorang gadis kecil berusia 11 tahun.


Kota Sahireb adalah kota kecil yang terletak dekat dengan gurun pasir bernama Gurun Atula. Menurut cerita Shana, di gurun itu seringkali terjadi hal-hal berbau mistis.


Hal mistis itu entah berupa ritual pemujaan atau ritual pengorbanan, yang jelas kota dan desa yang diam di sekitar Gurun Atula, menganggap Gurun Atula sebagai tempat keramat.


Aku mencatat dalam hati ketika membaca papan nama di gerbang kota, yang menjelaskan dalam tulisan buram, bahwa penghuni kota tidak lebih dari 100 kepala keluarga.


Tuan kota atau Penguasa kota bernama Rustam Tajik, seorang Knight Level 3 berusia 55 tahun.


Data dipapan itu juga menuliskan kalau penghuni kota itu hidup dari hasil peternakan di mana ada banyak sekali ternak seperti ternak kambing domba dan beberapa hewan-hewan peliharaan lainnya.


Produk turunan hewan-hewan itu seperti susu juga peternakan itik dan ayam juga merupakan komoditi utama penduduk, sehingga mereka tidak bisa dibilang sebagai kota yang miskin, dan juga tidak kaya.


Secara keseluruhan kota Sahireb ini terlihat baik-baik saja dan semua penduduk kotanya tidak hidup dalam garis kemiskinan (aku tidak melihat peminta-minta di jalanan kota).

__ADS_1


Aku mencatat dalam hati, akomodasi di kota ini berupa satu hotel merangkap restoran bernama Hotel Jahiya.


Terdapat juga salon kecantikan tempat orang berhias diri pasar dan beberapa jasa-jasa lainnya seperti jasa penyewaan tentara dan jasa perjalanan (kereta) dan satu toko obat-obatan dan satu toko jasa alkemis.


Aku memasuki Hotel Jahiya lalu memesan 1 kamar, untukku sementara Shana yang terbiasa hidup susah itu dia memilih untuk tidur di luar.


Akan tetapi aku melarang hal itu dan memesan satu extra bed kecil yang diletakkan dekat dengan pintu keluar di situ tempat tidur nanti.


Setelah selesai makan dan beristirahat sebentar, tubuhku telah pulih dan menyesuaikan diri menjadi normal, aku berkata kepada Shana bahwa aku akan pergi ke kantor Tuan Kota untuk melihat-lihat misi apa yang dapat dikerjakan.


Aku butuh uang. Elixir ku telah berkurang banyak, sementara aku berniat memperkuat diri dengan membeli beberapa mantra sihir level tiga.


Sore itu langit berwarna hitam berbaur kuning, perpaduan antara warna aprikot dan gandum, pertanda sebentar lagi malam akan menjelang.


Namun aku tidak mengurungkan niatku dan pergi ke kantor Tuan kota. Aku melangkah dengan kaki yang mantap, setelah mengganti pakaianku dan sepatuku dengan berbelanja di toko serba ada di Kota Sahireb ini.


Meski malam telah menjelang, kantor Tua Kota tetap terang, penuh dengan Lentera bergoyang-goyang dihembus angin gurun, kadang-kadang diselingi juga dengan debu yang dibawa dari gurun Atula.


Cuaca gurun itu membuatku cepat sekali berkeringat dan dengan terpaksa menggunakan semacam kain untuk menutupi mata dan mulut dari pasir yang terbawa ke dalam Kota Sahireb.


Aku mengamati satu demi satu taburan misi yang tertera di papan pengumuman balai kota itu.


"Memburu penjahat..."


"Menyelesaikan tugas pengawalan..."


Aku kesal melihat tidak ada misi yang mencantumkan bayarannya tinggi.


Lalu mataku terkunci pada satu misi paling atas. Itu adalah misi yang ditulis dengan tinta merah pertanda itu misi berbahaya.


"Berburu Harpiest dan melenyapkannya. Harpiest diduga bersembunyi di Gurun Atula.


Kompensasi jika menyelesaikan misi membunuh Harpiest adalah 500 Eliksir kristal peringkat tinggi"


Aku terkejut. Tentu saja karena ini adalah bayaran paling tinggi..


"500 kristal elixir !" mta ku menyala, perasaan penuh adrenalin seolah meluap dalam hatiku.


Aku langsung membulatkan tekad, besok aku akan mendaftarkan diri pada misi ini.


Bersambung.


Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih..

__ADS_1


__ADS_2