Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea

Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea
Pulau Ponris Atoll (iii)


__ADS_3

ini



Aku semakin menggila, di penuhi rasa bangga akan kemampuanku yang ternyata amat berpengaruh besar di dalam peperangan. "Penyihir Api" begitu Tentara Dark Elf menyebutku.


Aku menari-nari seperti dewi perang, penyihir api yang berdiri di punggung Mesin Terbang ini, yang memiliki kuasa di tangan, kanan dan kiriku dalam wujud api berwarna biru.


Ngeng !


Baldast pun semakin kesetanan melihat orang-orang kocar-kacir ketakutan.


"Mari kita habisi mereka Lea !" teriak Baldast keras-keras yang membuatku semakin mabuk dalam hawa membunuh. Aku di penuhi rasa trance, bangga akan keahlian sihirku.


Aku memandang ke arah bawah, melihat tentara-tentara Kaum Dark Elf, kecil seperti semut yang kini bubar mencari-cari tempat bersembunyi dari Penyihir Api ini.


Aku tidak berpikir bahwa tindakan ini akan memicu kami memenangkan perang, akan tetapi setidaknya perbuatan kami berdua, membuat Tentara-tentara Dark Elf menjadi gentar.


"Sekali lagi !"


Dengan satu gerakan lambaian tangan, api biru itu kembali menyala di tangan kanan dan kiriku. Dan aku dapat merasakan hawa ketakutan di bawah sana, keluar berasap dari tentara-tentara Dark Elf yang kini semakin cemas. Tidak ada rasa iba sedikitpun..


"Pergilah !" kutukan keras meluncur dari bibirku, ketika api menyebar ke sisa-sisa tentara Dark Elf itu, yang belum mendapatkan tempat bersembunyi dari penyihir api ini.


Mereka berteriak dalam usahanya melarikan diri, akan tetapi sungguh sayang teramat sayang. Api biru itu menyelimuti dan membakar mereka menjadi debu, sebelum tempat persembunyian aman di jangkau tentara malang itu. Api sihir yang mengandung kutukan dahsyat.


Dari ketinggian ini aku tersenyum dengan rasa puas, penuh percaya diri dan merasa seolah aku tak terkalahkan, ketika melihat api makin menyebar ketika tentara- tentara panik ini menyebar ke lubang-lubang persembunyian, lalu seperti efek domino, api biru abadi itu ikut-ikutan membakar semua makhluk dalam lubang persembunyian.


Dari arah sana, di belakang kami terdengar sorak-sorai ketika tentara vampire menjadi makin percaya diri, lalu menerjang maju untuk melakukan pertarungan jarak dekat.


Aku menenggak dua tabung eliksir cair, guna mengembalikan energi ku lalu berteriak kepada Baldast, pilot vampir itu..


"Baldast..


Mari kita berbalik ke pasukan di belakang sana. Tugas pembuka jalan telah selesai" teriakku.


"Oke.. kerja yang baik Lea !" teriak Baldast.


Mesin terbang itu seketika bermanuver, sementara aku merunduk, berjaga-jaga agar tetap melekat di punggung mesin, kini semakin lincah dan menguasai.


Tiba-tiba..


Dari punggung mesin terbang itu, aku melihat satu sosok besar, besar sekali. Mungkin panjangnya tiga kali dari mesin monster terbang ini.


Badanku menggigil, mata menyala dengan mulut terbuka lebar, tak percaya melihat apa yang muncul dari balik awan.

__ADS_1


"Naga ! Itu naga sungguhan !" pekik ku.


Aku tak percaya ketika melihat satu sosok besar, dengan kulit berwarna kemerahan bersisik-sisik , sayap lebar membentang dengan latar belakan rembulan bundar, melayang di antara awan hitam bercampur putih, yang membuat kesan dramatis sekaligus horor bagiku, apalagi Baldast.


Di punggung Naga itu aku melihat bayangan bergerak pelan. Lalu kemudian semua semakin jelas. Dia adalah satu sosok mahluk hidup, entah manusia atau Dark Elf yang mengenakan baju zirah, lengkap dengan pedang berwarna kristal seperti es


"Pengendali Es !" suara jerit tertahan kini ngeri.


Seluruh tubuhku bergetar dalam gerak yang tak teratur, menggigil hingga ke tulang-tulangku. Naga adalah makhluk sihir yang menjadi makin berbahaya ketika dia menggabungkan jiwanya dengan penunggang yang ikut-ikutan berkekuatan besar akibat penggabungan dua jiwa mereka.


Naga itu mengeluarkan tangisan mengerikan, ketika sosok Dark Elf berbaju zirah itu berdiri dan berbicara dengan nada kebencian.


"Jadi kau adalah penyihir api itu.


Aku tidak melihat rasa sesal di wajahmu, bahkan bangga membakar hangus banyak tentara Dark Elf kami bukan?" kata pria di punggung naga itu. Matanya bersinar dalam sorot kebencian.


Aku tidak dapat memilih kata-kata yang tepat. Akan tetapi entah mengapa, kalimat singkat ini yang meluncur dari bibirku.


"Menyesal? Heh.. bagiku ini adalah kemenangan pasukan vampire kami?"


Aku merasakan ada aura kemarahan yang meluap keluar dari pria di punggung naga itu. Tapi aku tidak takut.


"Kemenanganmu? Kau bahkan memanggang siapapun di bawah sana, dengan resiko kecil karena dengan pengecut bersembunyi di balik mesin imitasi naga itu !" teriak Dark Elf itu


"Bukankah di dalam perang semacam ini, semua taktik serta cara-cara tercanggih akan dilakukan untuk satu kemenangan?


Lalu mengapa aku harus dibilang pengecut dengan membakar tentara mu dari ketinggian ini?" bantah ku.


Dark Elf itu semakin meluap dalam amarah!


"Dengar kataku !


Kau tidak akan lolos hidup-hidup dari arena perang Ponris Atoll ini.


Aku berjanji, bahkan setelah perang ini usai, kau akan menjadi buronan kaum Dark Elf" ancam pria Dark Elf itu.


Aku bergidik memikir kan ancaman pria itu. Siapa dia? Apakah dia adalah panglima perang atau semacamnya dari kelompok Dark Elf? Tapi aku juga menjadi marah. Mengapa aku yang kini menjadi target mereka, jika ini adalah perang perebutan sumber daya?


"Tunggu sebentar !


Apa yang kau pikirkan? Wahai Dark Elf. Pada awalnya ini adalah peperangan antara Ras Vampire melawan kalian Dark Elf akibat perebutan sumber daya di Ponris Atoll.


Sekarang kau mengatakan kalau aku akan menjadi target ras kalian, meskipun perang telah usai?


Kalian adalah bangsa yang naif. Menuduh kan personal pada akibat perang yang awalnya perebutan sumber daya itu !" aku mengakhiri debat dengan tertawa keras-keras.

__ADS_1


"Baiklah. Itu adalah perang sumber daya antar dua ras.


Akan tetapi aku harus mengatakan sekali lagi bahwa kau akan menjadi target Ras Dark Elf kami setelah perang usai.


Ada banyak putra dan putri bangsawan kerajaan yang mati terpanggang api sihirmu" katanya membuatku merasa merinding. Dark Elf ini adalah tipe mahluk yang pendendam.


Dark Elf itu melanjutkan dengan makin dingin,


"Jadi mari kita selesaikan sekarang, di langit Ponris Atoll ini.


Aku jamin kamu tidak akan menjadi target buruan Dark Elf lagi nanti. Karena kau akan..." Dark Elf ini berhenti berbicara, mencoba bersikap misterius.


"Mati !" pekik nya sambil mengayunkan pedang kristal es di tangannya.


Ini adalah ketinggian yang cukup tinggi. 500 meter dari permukaan tanah akan membuat seseorang hancur dan gepeng ketika terjatuh dari ketinggian itu.


Tapi Dark Elf itu seakan tidak peduli. Dia melompat menerjang ke arah kami, dengan pedang kristal es di tangan.


Aku terkejut tentu saja. Bagaimana bisa Dark Elf itu melayang tanpa terjatuh, kini makin dekat ke mesin monster tebang di mana aku berdiri dengan kuda-kuda di punggung datar monster terbang ku.


Refleks aku mengayunkan satu tanganku, lalu api biru tercipta dalam bentuk sepuluh belati api.


"Pergi !" perintahku pada sepuluh belati yang terbang cepat, menghadang dark elf itu, dengan warna biru putihnya, terlihat kontras dengan gelapnya malam.


Whoaa !


Aku terkejut ketika uap es yang besar, teramat besar keluar dari mulut naga itu, yang lantas memadamkan sepuluh belati yang ku lempar ke arah Dark Elf itu.


"Naga Es !"


Air akan memadamkan api. Demikian juga berlaku untuk es atau uap es yang merupakan turunan air.


Meskipun Afinitas api lebih kuat dibanding afinitas air, akan tetapi, dengan kekuatan sihir Naga Es itu, jelas dia dengan mudah memadamkan belati api yang dilempar ke arah Dark Elf itu.


"Pedang api !" pekikku keras.


Seketika satu pedang panjang, menyala-nyala dalam wujud samurai sepanjang tombak, menyala dalam warna biru putih, kini dalam genggaman ku. Pedang abadi.. aku teringat akan teknik pedang abadi yang diajarkan Kravas berbulan-bulan di Puri Pulau Minnetois.


"Semoga bintang-bintang memberkati ku !"


Aku menggores pedang api itu ketika melihat pria Dark Elf telah di punggung mesin monsterku dan menusuk dengan pedang kristalnya.


Bersambung.


Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih..

__ADS_1


__ADS_2