Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea

Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea
Pasar Akademi (i)


__ADS_3

  Mataku berbinar-binar ketika melihat token atau slip Giok yang berisi kontribusi seratu point per orang - ketika dibagikan call kepada masing-masing kami anggota tim nya.


   Aku sesungguhnya telah lama sekali  memimpikan untuk membeli air mata Unicorn level 0, yang mana dari hasil penelusuran ku di perpustakaan Akademi kami, ada teks-teks kuno yang mengatakan bahwa air mata Unicorn level nol, amatlah bermanfaat untuk seorang ahli sihir atau seorang magus level pemula, untuk menerobos ke tingkat yang lebih tinggi yang disebut dalam hal sebagai asisten sihir level 1 


   Harus kuakui bahwa untuk saat ini, laporan data statistik kekuatan sihir - yang aku ukur di di laboratorium Akademi Militer Dorado, menyatakan bahwa kemampuan kekuatan sihir ku sama atau setara dengan asisten sihir level 1 peringkat terendah. 


   Akan tetapi tentu meskipun aku bersemangat untuk membeli Airmata Unicorn, namun aku tidak berharap banyak bahwa setelah, menyerap dan mengkonsumsi Air Mata Unicorn level nol itu, akan merubahku dalam sekejap mata dan secara ajaib menjadi pantas disebut sebagai calon penyihir. Tentu barang itu hanyalah sekedar stimulus, untuk tiap-tiap orang bersemedi dan mengejar peringkat sihir lebih tinggi.


   Tentu saja kekuatan sihir ku akan meningkat jauh di atas nilai satu, jauh diatas nilai yang selama ini aku milikmu. 


"Jangan terlalu banyak berharap Lea, kemungkinan Airmata Unicorn yang ada di pasaran adalah barang imitasi, atau setidak nya manfaatnya tidaklah terlalu besar seperti yang kamu harapkan" sekali lagi aku menegur diriku, agar tetap rendah hati.


   Setelah berpamitan dari teman-temanku Call, Boy, Jerry dan Debbie, aku bergegas menuju ke kamarku di asrama siswi. Begitu tiba di kamar, aku bergegas naik atas tempat tidurku dan menutup tempat tidurku dengan alat semacam kelambu, yaitu tirai penghalang nyamuk,  dengan maksud agar semua kegiatan di atas tempat tidur tidak dimata-matai Yasmin dan Salome.


   Aku tahu benar kalau dua gadis Knight itu, sangat gemar untuk mengintip semua kegiatan ku. Karena sepertinya kedua Gadis itu terobsesi dengan kemampuan sihir yang memang amat membius.


   Mataku terbelalak, memekik tertahan dan menatap berulang kali ke dalam tas itu. Aku menghitung baik-baik isi tas hasil jarahan dari tim di reruntuhan kuno pada malam kemarin. Kenyataan mengejutkan adalah kalau tas tersebut mampu memuat barang di dalamnya sebanyak 10 x 10 m luasnya. 


   Aku pernah mendengar bahwa ada dan nyata tas-tas ajaib buatan alkemis-alkemis unik, yang mana tas itu mampu membuat barang sebanyak ini disebut dengan nama Tas Antariksa. 


   Akan tetapi yang aku dengar bahwa kapasitas yang paling tinggi di akademi ini adalah Tas Antariksa yang memuat marang seluas lima kali lima meter isi dalamnya.  


   Seketika aku bersukacita,  karena nasibku sangat beruntung, memperoleh tas antariksa yang mampu memuat barang sebanyak 10 x 10 isinya. Aku lalu mengira-ngira, "Berapa harga jual daripada tas antariksa ini? Yang pasti dan tentunya benda semahal ini dikerjakan khusus oleh seorang ahli Alchemy peringkat menengah atau dikenal peringkat. Alkemis peringkat Bumi ini, keberadaannya adalah sangat jauh dan tidak mungkin aku gapai, bahkan di dalam mimpi sekalipun.

__ADS_1


"Aku benar-benar beruntung batinku!"


   Kemudian aku bisa lebih dalam lagi melirik apa isi barang-barang di dalam tas antariksa ku ini. Dengan hati itu gembira luar biasa, aku bersiul penuh kekaguman, ketika menemukan, ada banyak barang-barang seperti eliksir cair yang dipakai sebagai pemulih kekuatan ketika seorang penyihir bertempur. 


   Jumlah benda itu di dalam tas ini, kira-kira 100 elixir cair berwarna biru terang atau peringkat rendah, sementara aku meneliti baik-baik, ada terdapat juga banyak botol kecil berisi 50 cairan eliksir berwarna biru peringkat tengah.


   Selain dari eliksir cair tadi, aku juga menemukan keberadaan 500 elixir padat, itu adalah eliksir yang digunakan sebagai alat bayar. Aku tetap bersyukur meskipun 500 elixir itu hanyalah berada pada peringkat rendah. 


"Bersyukur dan jangan serakah Lea" sekali lagi aku memperingatkan diri.


   Aku sangat bersyukur ketika menghitung satu demi satu harta kekayaan ku hasil jarahan dan hasil penjualan harta benda sumber daya di hutan Cemara Angin di belakang Akademi kami.. seketika aku yang awalnya seorang gadis miskin, tiba-tiba menjadi seorang penyihir yang kaya.


"Memang dengan sedikit kekuatan, seseorang dapat menjadi orang kaya dan hidup enak" batinku 


   Di Pasar Akademik ini area penjualan terbagi dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama berada di lantai dua daripada bangunan pasar Academy di tempat itu adalah penjualan yang dilakukan secara langsung dan resmi oleh pihak Akademi Militer kami.


   Sementara di lantai  satu terdapat banyak sekali pedagang pedagang, yang sebagian besar merupakan siswa-siswa akademis kami sendiri. Mereka umumnya menjual barang-barang yang kadangkala tidak terdapat di lantai dua, atau tidak pernah di jual sama sekali jadi Pasar Akademi sihir lantai dua itu.


   Sesungguhnya aku sangat ingin untuk berbelanja di lantai dua tersebut akan tetapi aku memutuskan untuk menyembunyikan semua kemampuan sihir dan kekuatanku, agar kelak tidak dimata-matai oleh Academy. Intinya aku tak mau repot-repot untuk bergabung dengan organisasi-organisasi tertentu, yang aku pikir sangat merepotkan. 


   Tentu saja dalam hal ini aku juga menjaga diri agar tetap terlihat low profile dan tidak di incar oleh ahli-ahli sihir atau knight di akademi, yang akan menganggapku sebagai ancaman.


   Meskipun gosip berkata bahwa barang-barang yang dijual di lantai 1 umumnya sedikit lebih mahal daripada barang-barang di lantai 2 Pasar Akademi itu, akan tetapi kami pelanggan dan calon pelanggan, seperti sepakat memilih untuk berbelanja di lantai 1 dengan beberapa alasan. Misalnya saja ; Ada banyak sekali terdapat barang-barang gelap atau barang barang selundupan yang tidak akan ditemui di lantai 2. Namun dengan mudah dapat dibeli di lantai 1 

__ADS_1


   Ketika kebingungan memilih toko mana yang akan aku kunjungi, aku melihat seorang anak muda bertubuh sedikit gemuk, wajahnya sedikit berjerawat, rambut berwarna merah kepirang-pirangan, yang dengan ramah memasang senyum paling cemerlang yang pernah aku lihat. 


"Halo namaku Lea.


    Dapatkah aku melakukan transaksi dagang dengan toko kamu? Aku berharap kamu akan menjual dengan potongan harga.. karena.. aku akan datang selalu membeli banyak barang yang menguntungkan kamu". 


"Bolehkah aku tahu siapa namamu?" kata aku memperkenalkan diri


   Lalu dengan senyum yang terlihat tulus anak muda gemuk itu berkata..


"Hai juga Lea.. 


   Namaku adalah Billy dan aku adalah pedagang di sini. Kamu akan terkejut jika melihat-lihat dan membeli barang dagangan ku.


   Ada banyak sekali barang yang tidak akan kamu jumpai di toko-toko lain namun hal itu akan dengan mudah kamu dapatkan di toko kecilku..


   Tentunya semua dengan harga yang pantas" kata Billy mengakhiri perkenalan kami. 


   Aku tersenyum dengan manis sambil mengedipkan mata sedikit genit, mencoba menarik perhatian Billy.. maksudku adalah agar Billy cowok gemuk itu, mungkin akan jatuh hati pada diriku, lalu kemudian aku berharap dia menjual barang-barang dengan harga yang miring sekali.


Bersambung.


   Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih.

__ADS_1


   


__ADS_2