Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea

Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea
Kekuatan Api


__ADS_3


Peta Kota Virgo


  Bahkan pada satu kesempatan ketika pelajaran teknik bertempur tangan kosong dengan instruktur Kapten Cannabas, kala itu aku diatur untuk melakukan sparing melawan Sakandhi Rokana.


"Mulai !" titah Kapten Cannabas yang suara teriakannya membuat nafasku menjadi memburu. Aku tahu kalau aku ditargetkan oleh Chino yang bekerja sama dengan Sakandhi, aliansi itu - untuk membuatku terbaring di tempat tidur setidak nya sehari.


   Itu terbukti ketika Sakandhi, pria bangsawan itu memancingku dengan gerakan menghindar, ketika aku melakukan pukulan tinju menyamping ke arah pipinya. Lebih bodohnya aku, saat itu aku ikut terpancing.


   Padahal sesungguhnya Sakandhi sengaja melakukan itu, agar aku menjadi bernafsu untuk mengejar tulang pipinya dengan pukulan beruntun.


Buk ! satu tinju Sakandi masuk bebas menghujam bahuku.


   Aku ingin sekali menjerit keras-keras, karena kudengar suara berderak - sepertinya tulang bahuku berpindah pada bagian engselnya.

__ADS_1


   Aku menggigit bibirku keras-keras, mencoba menahan nyeri yang seperti belati menusuk pundakku, dan kulayangkan satu tendangan lurus membalas kekejian Sakandhi.


Buk ! bukannya tendanganku masuk dan membongkar dada Sakandhi, yang ada adalah bunyi pukulan keras tadi adalah tinju kedua Sakandhi yang masuk bebas mengenai perutku. Seketika aku merasa mual dan kepingin muntah, tapi aku menahan semua sakit ini. 


   Kepalaku menjadi pening dan tidak bisa berpikir apa-apa lebih jauh. Terlebih di dalam pandangan ku yang kini menjadi kabur, aku melihat Sakandhi memasang wajah mengejek, mengiringi teriakan Chino Akae putri sang Kolonel,


"Hajar dia Sakandhi !


   Buat perempuan dusun itu tahu pentingnya arti pelatihan beladiri dan seseorang yang di sebut Knight dari garis darah bangsawan !


   Tidak pantas kami kaum bangsawan ini untuk duduk di meja yang sama, apalagi sehidangan dengan keturunan terkutuk orang-orang Han itu"


   Biar bagaimanapun aku sangat mengagumi dan mencintai ayahku, pria tampan keturunan Han yang menjadi suami dari ibuku. Saat ini darahku mendidih dengan cepat, kesadaranku menipis dan aku larut dalam kondisi trance.


   Aku tak sadar sama sekali ketika sinar mataku berubah menjadi keji, sekeji iblis. Suara ku berubah menjadi seperti suara parau yang aneh ketika aku menatap Sakandhi dengan Chino Akae yang bersorak-sorak di belakangnya memberi semangat. Dua anak muda itu tak sadar kalau aku saat ini tengah mengalami kondisi trance.

__ADS_1


"Semua yang menghina ku dan suku Han, patut menerima akibatnya !"


   Aku bahkan tak sadar sama sekali ketika dari tanganku yang bergetar hebat melompat satu bola api besar, sebesar bola basket. Itu adalah api yang berkekuatan jauh lebih besar daripada ketika aku melakukannya di lorong-lorong Kota ini, tatkala di buru dracula bermata biru itu.


   Orang-orang, maksudku kawan kawan sekelas ku masih saja tertawa-tawa ketika melihat tangan ku bergetar keras. Mereka mengira kalau aku bersandiwara, berbuat seolah-olah tangan mengalami tremor akut.


   Namun ketika bola api sebesar  bola tenis menyala di tanganku, suara-suara ejekan itu pelan-pelan terhenti. Dan semua menjadi hening ketika api di tanganku berubah menjadi sebesar bola basket.


   Keributan tawa dan hinaan kini berubah menjadi keadaan mencekam, suara-suara nafas tertahan terdengar di mana-mana. 


"Hentikan !" suara seseorang terdengar menghalangi ku untuk melepas bola api sebesar bola basket ke arah kerumunan Sakandhi dan Chino yang kini memucat seputih kapas.


   Sayang sekali, tenagaku telah habis dan tak dapat menarik balik bola api yang berhasil aku ciptakan itu. Aku hanya menatap hampa ketika bola api itu bergerak secepat hantu, menyambar ke arah Sakandhi dan Chino, diiringi jeritan histeris dimana-mana.


"Oh Sakandhi yang malang" bisikku dengan senyum tipis, sebelum aku jatuh pingsan. Semua energi ku telah habis ketika menciptakan bola api sebesar bola basket tadi. Belum lagi rasa sakit yang melanda bahu dan perutku, membuat aku kepingin tidur. 

__ADS_1


Bersambung.


    Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih.


__ADS_2