
Hadi menatapku dengan raut yang sulit ditebak. Tapi aku paham bahwa itu adalah tatapan yang menyirat ucapan terima kasih.
Aku menganggukan kepala membalas tatapan terima kasih dari Hadi dan berkata.
"Silahkan mengambil waktu memulihkan semua energi yang telah habis terkuras. Santai saja. Hanya tersisa 1 bandit yang harus kami tumpas.
Aku berlari cepat dibantu dengan kepakan Sayap Pelangi ini membuatku seperti berlari sangat cepat mirip seperti terbang jaraknya beberapa jengkal di atas permukaan tanah. Dalam hatiku aku kagum dengan kehebatan Sayap Pelangi ini.
" Aku beruntung. Sungguh sangat beruntung." Batinku mengucap syukur.
Dari kejauhan aku mendengar Deru angin pedang berdesingan. Tak lama kemudian di depanku tampak dua bayangan berkelebat tertutup kilatan pedang.
Terlihat benar pertarungan itu adalah penentuan mati dan hidup antara Sataar Mostaan anggota timku melawan Taji sang Bandit dari kelompok barisan tengkorak hitam. Keduanya terlihat sama-sama kuat.
Sataar sebagai seorang Knight, ahli pedang sihir mengeluarkan semua kemampuannya berusaha menindas Taji dengan tusukan-tusukan tajam disertai kekuatan berbau sihir.
Bahkan beberapa kali aku melihat Satar Mostaan itu mengeluarkan satu aneh teknik yang melibatkan unsur alam, mirip seperti petir, bercahaya berkilauan menimbulkan energi mematikan sengatan listrik.
Akan tetapi lawannya Taji sang bandit itu tidak kalah uletnya. Sepertinya bandit Barisan Tengkorak Hitam itu dahulu pernah menjalani pelatihan untuk menjadi paling tidak seorang ahli pengolah sihir namun dalam jalur Knight.
Dia mampu menciptakan energi dari pedang yang ditebaskan membentuk semacam tameng atau penghalang sehingga Sataar Mostaan kesulitan menembus benteng pertahanan yang diciptakan Taji, juga menggunakan kekuatan mistis itu.
"Rupa-rupanya kau pernah menjalani pelatihan menjadi seorang Knight bukan?.
Aku bertanya-tanya dari Akademi mana atau siapa Master yang mengajarkanmu menjadi seorang asisten Knight seperti ini?...." Sataar memprovokasi.
"Apakah hidup ini terlalu keras sampai-sampai seorang peringkat dua asisten Knight seperti kamu mau merendahkan diri menjadi seorang bandit dan pencoleng di tengah gurun sepi ini?.
__ADS_1
Jika kau mau merendahkan hati datang ke Kota Sahireb dan meminta pekerjaan, aku yakin Tuan kota akan bersedia menerimamu sebagai seorang pekerja.
Itu jauh terhormat ketimbang menjadi Penyamun seperti saat ini" Kata Satar menghina dalam usaha membakar emosi Taji.
"Tutup mulutmu !
Jangan kau mencoba untuk menghakimi diriku. Begitu banyak perjalanan telah aku lalui dan aku dapat membedakan mana yang asli dan mana hanya berpura-pura baik.
Sesungguhnya kalian para Knight dan juga ahli Sihir itu tidak lebih sama seperti kami kaum Penyamun.
Kalian juga melakukan kekerasan demi kekerasan pada skala tertentu. Namun kalian memoles wajah kalian, sehingga dari luaran terlihat baik sampai masyarakat memandang tinggi profesi kalian" Kata taji mencibir.
Saatar langsung menjawab dengan nada yang terdengar emosional. Dia tidak senang mendengar Taji mantan petarung dari kelompok Knight mereka kini beralih profesi menjadi Penyamun.
Bahkan Taji tanpa segan-segan dia melecehkan profesi Knight dan ahli sihir, disamakan dengan kaum Penyamun.
"Rupanya dirimu sudah tidak dapat terselamatkan" Sataar seperti menyesali pernyataan Taji.
"Lebih baik aku mencabut nyawamu, membiarkanmu mati di tanganku secara terhormat ketimbang terhina mati sebagai Penyamun.
Kamu yang mencoreng dan menyeret-nyeret profesi kami Knight yang berjalan pada jalur kebenaran ini"
Sataar menelan 1 eliksir warnanya biru dari tabung reaksi yang tiba-tiba berada dalam genggaman tangannya. Energinya seketika meluap. Terlihat berbahaya dengan kekuatan full nampak seperti naga muda.
Taji yang sejak dari tadi sudah ngos-ngosan karena semakin banyak energinya terbuang selama pertempuran yang menghabiskan kekuatan sihir, kini tersisa kurang dari setengah di pusat energinya.
Dia terlihat gelisah karena tidak memiliki persiapan, bahkan tidak memiliki eliksir cair untuk menambah kekuatannya, pulih seperti semula.
__ADS_1
Kegelisahan itu jelas tampak dan terbaca oleh Sataar, yang tanpa ragu-ragu, Sataar menggores pedang ke arah langit, memicu dan memanggil satu kilat terlihat menyala di ujung pedangnya.
Berlatarkan Rembulan, beralaskan batu dan pasir gurun berselimutkan malam Satar terlihat menyeramkan dengan pedang menyala meletup energi listrik. Katanya menyeramkan,
"Hari ini aku mewakili kaum Knight yang terhormat, aku menghukummu hai Taji, Bandit terkenal dari gurun Atulla
Barlah dosa-dosamu yang mempermalukan kami dapat terhapuskan ketika darahmu basah tergores di ujung Pedang ini"
Satar menerkam dalam gerakan lompatan ringan seperti kapas. Pedangnya disodok lurus mengarah ke dada taji. Kilat menyala-nyala mengiringi laju pedang, lantas menghancurkan pertahanan sihir yang dibuat oleh pedang Taji.
Rupanya sejak dari tadi Sataar memang menahan diri, tidak mengeluarkan seluruh kekuatannya. Kini setelah mendengar kejahatan yang dilakukan oleh Taji, mempermalukan mereka kaum Knight, maka dia tidak segan-segan untuk mengambil nyawa Bandit mantan Knight itu.
Taji menjerit pilu ketika energi listrik yang muncul dari ujung pedang Star menyetrum dan membuatnya dalam kondisi stun, diam tak bergerak kaku dalam beberapa detik ke depan.
Stun memang adalah salah satu skill yang dimiliki oleh ahli-ahli pedang terutama para Knight yang berfungsi untuk membuat syok fisik dan jiwa lawan karena kejutan sengatan listrik.Itu akan memberi celah bagi lawan, ketika sang Knight akan menebas dengan tusukan beruntun.
Ini terjadi sama pada Taji. Saat dia dalam kondisi stun saat itulah Sataar mengambil kesempatan. Pedang di tangannya meraung dalam tebasan, lurus menyodok tepat di jantung taji sang Bandit.
Taji tewas seketika. Matanya melotot, shock tak menyangka bahwa dia akan mati secepat itu.
Sementara Sataar kini terlihat terhubung-huyung. Dia telah menggunakan kekuatan yang dimilikinya sebanyak 95 bagian hampir maksimum, membuat dirinya hampir meledak.
Aku mendekati Sataar dan memberi satu sentuhan sihir peredam menurunkan tekanan yang melanda hati asataar, hampir membuat tubuhnya meledak karena overdosis penggunaan tenaga.
Bersambung.
Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih..
__ADS_1