Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea

Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea
Kucing Bernama Akaam


__ADS_3

Saat melangkah ke pasar kota yang tidak terlalu ramai, aku merasa sunyi.


"Kemanakah orang- orang kota ini pergi?


Ada begitu banyak pedagang, akan tetapi pembeli yang datang hanya beberapa gelintir orang saja" batin ku.


Sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan keramaian. Namun ketika kamu berada di tempat yang sepantas nya penuh dan ramai dengan aktivitas kehidupan, pasar sepi ini membawa perasaan yang aneh di hati.


"Perempuan Gipsi lagi!" Batin ku berdebar.


"Mengapa orang- orang ini seperti ada dimana- mana?" Aku menutup muka ku sebagian dengan tudung, berusaha tidak di lihat perempuan tenung itu.


Terakhir kali wanita semacam perempuan ini meramal nasibku di Kota Scorpio, dan lihatlah. Kini aku bahkan terlempar di benua aneh bernama Upios ini!" Batin ku marah.


Peramal adalah bagian dari sihir dan tenung. Mereka berusaha menyingkap rahasia langit, dan mencoba menerka nerka apa yang terjadi di masa datang. Mungkin sihir jenis ini cocok untuk perang, ketika mereka meramal cuaca atau meramal kemenangan dan jalur jalur yang aman bagi pasukan.


Tapi untuk meramal nasib kedua kali? Oh tidak. Aku trauma dengan ramalan perempuan Gipsi seperti itu.


"Kita bertemu lagi !" Sebuah suara mengusik diriku.


Aku menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari cari siapa yang berbicara dengan ku.


Tapi yang aku lihat hanya lah perempuan Gipsi itu yang sibuk melihat lihat ke dalam bola kristal di hadapannya.


"Kucing itu?" Tanya ku kaget dalam hati.


Aku melihat perempuan Gipsi itu tidak mengajakku berbicara. Dia sibuk sendiri. Namun kucing itu menatapku dengan mata anehnya.


Buku kuduk ku seketika meremang. Sangsi akan kemungkinan mahluk- mahluk lain di luar manusia dan ras ras lain yang dapat berbicara.


"Mengapa kamu bingung? Apakah kamu tidak melihatku menatapmu dalam-dalam?"

__ADS_1


Suara itu kembali bergema di benakku. Aku menatap tajam kucing itu, lalu berbicara dengannya menggunakan benak.


"Apakah kamu yang mengajakku berbicara ?" Aku bicara menggunakan benak pada kucing itu.


Meong...


"Benar.. itu aku!


Buka kah kita pernah bertemu? Apakah kamu lupa?" Kata kucing itu, terdengar keras di benakku.


Aku merasa akan gila. Ternyata aku dapat berbicara dengan kucing. Tentu saja aku kaget. Kata ku dengan benak..


"Kamu bisa mendengar ku bicara dengan benak? B- bagaimana mungkin? Aku bukan ahli penjinak binatang yang paham bahasa kaum kami" kata ku ngeri.


Suara kucing itu terdengar mencibir..


"Tidak usah berkata- kata se dramatis itu. Kita bahkan pernah bertemu sebelumnya di Kota Scorpio beberapa waktu yang lalu" kata kucing itu.


"ER.. siapa namamu? Nama ku Lea.." tanya ku membunuh kegugupan dalam diri.


"Nama ku Akam. Dan mengapa kamu bisa berada di benua ini?" Tanya Akam.


"Aku terseret arus laut ketika hanyut dalam suatu pelayaran. Bagaimana dirimu Akam bisa berada di Benua Upio ini?


Apakah kau jalanku pulang ke Benua Casiopea?" Tanyaku penuh harap.


Akam memicingkan mata sebentar. Tak lama kemudian dia membuka mata lagi...


"Takdir mu belum mengijinkan kamu kembali ke Benua Casiopea" kata Akaam.


"Aku tidak bisa membuka rahasia langit dengan memberitahumu tentang jalan pulang ke Benua mu.

__ADS_1


Akan tetapi takdir berkata bahwa, kelak kau akan kembali ke Benua Casiopea, setelah hal besar terjadi di negeri ini. Kamu akan menjadi satu kekuatan yang ditakuti" kata Akaam seperti dalam keadaan trance (kesurupan).


Aku terdiam. "Apakah ini satu ramalan?


Aku menghindari perempuan Gipsi itu tapi aku diramal eh Akaam kucing aneh itu...


Sekonyong- konyong perempuan Gipsi yang awal nya terlihat tidak peduli, tiba tiba berbicara..


"Takdir tak akan pergi.


Dan kau tak bisa menghindari dari ramalan perempuan Gipsi dan kucing nya" dia mengedipkan mata, membuatku tambah ngeri.


Rupanya Gipsi itu tahu apa yang diperbincangkan Akaam dengan ku tadi.


Karena ngeri dengan ramalan ramalan selanjutnya, aku bergegas meninggalkan dua ahli nujum itu dengan perasaan bergidik. Aku harus mencari Amin Nasirian, asisten Knight yang memiliki jasa penyewaan.


Aku berkeliling dan bertanya kepada orang di sekitar untuk informasi tentang Toko milik Amin Nasirian.


Selama keliling di pasar ini, aku juga dapat melihat barang-barang yang ditawarkan seperti beberapa kebutuhan mantra dan bahan alkimia di tempat tersebut.


Itu berarti aku dapat memilih benda yang cocok, tanpa perlu capek capek pergi ke The Bazaar of Wonder di Gurun Atulla.


Di Toko Amin Nasirian..


"Selamat datang di Pasar kota Sahireb. Saya akan membantu Anda menemukan rumah impian Anda.


Ceritakan kebutuhan anda, dan biarkan saya bisa membantu?" Kata pria di toko itu. Aku mempertimbangkan apakah di adalah pemilik toko ini, Amin Nasirian yang di maksud Tuan Kota? Dia tidak terlihat seperti seorang Knight.


Bersambung.


Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih..

__ADS_1


__ADS_2