
Aku baru saja memiliki ide dengan berteriak mengucapkan kata-kata permohonan maaf, bahwa semua itu terjadi karena tanpa sengaja. Ya benar.. telah mengoyak jala tali Rami yang dibuat Kravas di laut itu, tanpa sengaja !
Tiba-tiba suara keras itu berubah menjadi lembut, ... "Lea"
Aku tak percaya pendengaranku. Benarkah ini bukan fatamorgana?
"Lea ..
Apakah kamu hari ini sibuk?" Tanya Kravas lembut.
Aku lantas terbata-bata dan tidak sempat memikirkan jawaban yang tepat, terkejut kenyataan yang tidak seperti aku bayangkan.
"Suara Kravas yang terdengar lembut itu, apakah...
Ini seperti kata orang bijak? Ketika seseorang berkata semakin lembut, sesungguhnya individu itu dalam keadaan yang semakin marah?" Kini aku mulai mengira-ngira dengan paranoid.
Aku masih kalut memikirkan jawaban yang tepat untuk dapat menenangkan Kravas jika dia tahu aku yang lancang merusak jerat jala Rami itu, tiba-tiba Vampir itu memegang tanganku dan berkata dengan sungguh-sungguh.
"Aku ingin mengajakmu untuk berjalan-jalan di kota Obsidian ini.
Bukankah semenjak kedatanganmu di tempat ini, kamu sama sekali belum pernah keluar barang sejengkal dari Puri ini?" Tanyanya dengan raut bersalah.
Aku menertawai Kravas dalam hati. Karena sesungguh nya aku tidak seperti yang dia katakan. Aku bahkan pernah melakukan tour menarik dalam perjalanan fantastis di kedalaman laut, bahkan memiliki dua sahabat dari ras Duyung yang tidak dia sukai.
Akan tetapi kali ini aku terkejut.
"Aku mau mohon maaf atas sikap kurang baik ku sebagai seorang tuan rumah, Lea...
Biarkan Hari ini aku menebusnya. Aku akan mengajakmu berkeliling kota dan menikmati pemandangan Pulau Minnetois kami ini" kata Kravas dengan tatapan yang sunguh-sungguh.
Aku tercengang...
Hal yang tadinya aku anggap akan menjadi buruk, ternyata justru sebaliknya. Sambil menutupi rasa gugup aku berkata
"Aku akan berganti pakaian yang lebih pantas untuk pergi berjalan-jalan denganmu" kataku bergegas meninggalkan dapur.
Perasaanku campur aduk. Antara kaget, takut dan senang. Gadis mana yang tidak bangga ketika di ajak satu pria tampan, berwajah menarik dan penampilan menarik seperti Kravas? Tentu aku harus mengenakan pakaian pantas, agar aku terlihat cantik di samping nya, ketika ratus tatapan gadis-gadis yang mengidolakan dia melihatku di samping bukan?
__ADS_1
Akan tetapi kravas menghentikan langkahku dan berkata.
"Aku lebih menyukai seorang gadis yang tampil apa adanya. Tidak perlu berdandan berlebihan. Biarkan semua terlihat alami,.." dia menatapku tajam dan membuatku jengah.
"Seperti yang engkau tampilkan pada hari ini Lea. Kamu terlihat cantik apa adanya.
Mari kita segera keluar dan berjalan-jalan" titah Kravas.
Aku tidak lagi memiliki alasan apapun lagi, untuk menghindar barang semenit dari Kravas. Tangan Kokoh pria itu langsung menarikku, lalu kami berdua pergi menuju istal tempat penyimpanan kuda.
Disana Kravas memilih seekor kuda yang bertubuh tinggi besar yang warnanya gelap sekelam malam, yang terlihat sangat serasi dengan sosok kravas yang tinggi dan bersahaja dalam balutan baju berwarna gelap.
Untukku, dia memilih seekor kuda betina yang berwarna putih anggun, dengan surai panjangnya, juga terlihat serasi dengan warna pakaian ku yaitu atasan blus berwarna krem dan celana khaki yang aku tutup dengan mantel berwarna coklat pudar.
Kami berdua lantas berkeliling kota Obsidian dengan menaiki kuda. Tentu saja aku menjadi sorotan bermacam-macam tatapan mata, baik dari para pejalan kaki maupun tatapan mata-mata yang tersembunyi dari balik jendela Kota Obsidian.
Aku merasakan hawa permusuhan yang begitu tebal dari sorot mata gadis-gadis yang kami jumpai di sepanjang jalan. Kravas ini adalah seorang idola para gadis dan aku dianggap saingan yang berbahaya.
Kami memulai perjalanan wisata ini mulai dari pusat perdagangan kota, lalu melihat barang-barang antik seperti kalung gelang dan lain sebagainya. Aku sungguh bahagia ketika itu.
Hari itu adalah hari yang cukup cerah menjelang musim semi atau musim bunga. Tentu saja semua hal terlihat begitu indah, karena bunga-bunga mulai mengeluarkan kuncup-kuncup nya dan hawa dingin mulai memudar pelan-pelan.
Tak habis habisnya aku mengeluarkan kata kata kekaguman. Bahkan ketika malam menjelang Kravas membawaku terbang dengan kemampuan sihir nya, dan kami berdua berdiri di puncak 1 menara, memandang seluruh kota dengan lampu-lampunya yang berkelap-kelip, terlihat sangat ajaib serta memandang hamparan luas lautan.
Aku merasakan bulu kudukku meremang dengan pemandangan dramatis dan indah itu, hal yang belum pernah kurasakan dimanapun. Berdiri diterpa angin dingin dengan mantel panjang yang melambai-lambai di tempat tertinggi yaitu di menara yang tidak mungkin dapat aku capai tanpa bantuan seseorang yang dapat terbang seperti Kravas ini.
Saat itu Kravas lalu menceritakan keluh kesahnya, hal yang terjadi di antara ras Vampire dengan Dark Elf. Katanya.
"Tambang batu kristal elixir peringkat tinggi yang sedianya adalah kepunyaan ras Vampire kami, karena masih berada di area perbatasan tepatnya di tempat bernama Ponris Atoll, secara tiba-tiba semua penambang diserang oleh kelompok yang tidak dikenal. Mereka membunuh tanpa tersisa satupun pekerja tambang kami.
Belakangan diketahui bahwa penyerang itu adalah kaum dari Dark Elf yang mana raja mereka Gledr Tung memang mengeluarkan instruksi bahwa Ponris Atoll adalah dalam wilayah kekuasaan dari Dark Elf karena jaraknya tepat di perbatasan antara Dark Elf dengan Pulau Minnetois kami" suaranya terdengar muram.
Setelah berpikir sejenak, aku berkata,
"Lalu apa tindakanmu selanjutnya" Tanyaku kepada Kravas.
"Mungkin kami akan berperang" kata Kravas muram.
__ADS_1
"Jelas-jelas Ponris Atoll itu adalah wilayah kekuasaan dari kami ras Vampire akan tetapi Raja Gledr Tung itu dengan berani mengklaim secara sepihak bahwa Ponris Atoll adalah kepunyaan dari ras Dark Elf.
Kamu tahu sendiri bukan?
Kalau batu kristal Eliksir itu adalah sumber daya yang sangat berharga di seantero dunia ini. Di Benua Cassiopeia dan terlebih lagi di Samudra Kalumish.
Dengan sumber daya yang banyak, kami dapat membangun kejayaan masa lalu kami dengan meningkatkan kemampuan sumber daya Vampire.
Kami akan mampu meningkatkan daya tempur, bahkan berdagang dengan ras-ras lain yang ada di Benua Casiopea maupun Samudra Kalumish" kata kravas sedih
Sesungguhnya aku telah meminta bantuan Raja Kurcaci yaitu Raja Sviemo untuk membantu kami berperang melawan pihak Dark Elf nanti.
Kami sangat perlu bantuan, karena jumlah kami Kalah banyak dibanding Dark Elf. Dark Elf itu amat gemar beranak-pinak sehingga populasi mereka amat banyak di Pulau
Rentless Chain" kata Kravas.
"Raja Sviemo amatlah serakah. Dia mau untuk membantu ras Vampire kami bertempur dalam perang melawan Dark Elf akan tetapi meminta upah pengelolaan warisan Ponris Atoll sebesar 50 bagian.
Kamu tahu sendiri bukan ras Kurcaci itu adalah ras yang sangat gemar dengan benda-benda seperti emas perak dan batu batu kristal Dan Permata. Jelas mereka bahkan lebih tergila-gila dengan batu kristal eliksir di Ponris Atoll" kata Kravas galau.
Hening... Angin bertiup dari arah laut, dan aku semakin kedinginan. Aku berpikir keras.. apa maksud Kravas menceritakan tentang ini semua padaku?
"Sesungguhnya kami juga dapat meminta pertolongan dari seseorang akan tetapi aku ragu Apakah sosok itu mau menolong kami dalam berperang ini.
Kemampuannya adalah sihir yang sangat jarang sekali ditemui di benua kalau Samudra Kalumish"
Aku mulai waspada. Dan benar seperti tebakanku, Kravas dengan lembut memegang tanganku, menatap bola mataku. Katanya
"Lea gadis pemanggil api...
Maukah kamu membantuku ras Vampire ini dalam perang melawan Dark Elf?"
Seketika hatiku menjadi dingin menjadi es. Suasana romantis yang sebelumnya telah aku rasakan, bahkan membuat hatiku tersentuh tiba-tiba tercampakkan seperti dihempaskan ke dalam lautan.
Rupanya kebaikan itu hanyalah palsu belaka. Kravas membawaku jalan-jalan, dan semua kebaikan romantis ini bukan karena dia menginginkan kehadiranku.
Dia hanya membutuhkan kekuatan ku sebagai pengendali api. Saat itu juga rasa simpati ku yang tadinya mulai tumbuh dan mengagumi sosok Vampire ini berubah menjadi kebencian.
__ADS_1
Bersambung.
Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih..