Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea

Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea
Melepas Kalung Ilusi


__ADS_3

Rasa amarahku pada Kravas aku pendam dalam-dalam. Dari seorang yang diperlakukan seperti tamu, kini terhempas kembali menjadi pesakitan yang harus berperang.


Apalah daya, diriku hanya seorang tawanan di Pulau Minnetois ini. Tentu saja aku seharusnya sadar dan tidak terkecoh dengan kata-kata Kravas. Dia adalah Lord pemilik kota. Puri itu adalah penjara ku.


Aku lalu bersikap seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Aku mengangguk kepala, mengiyakan permintaan Kravas dengan mimik palsu.


"Jika itu permintaanmu, aku menyanggupi dan akan membantu ras Vampire kalian.


Akan tetapi tentunya dengan syarat-syarat tertentu" kata ku licik.


Jika dia dapat memanfaatkan kondisiku sebagai tahanan, mengapa aku tidak balik memanfaatkan situasi ini? Aku menyeringai seperti iblis di dalam hati.


"Katakan saja Lea. Aku akan mempertimbangkan permintaanmu" kata Kravas.


"Kau harus melepaskan kalung ilusi ini" kata ku tegas. Aku melihat Kravas dan mencoba menyelidiki reaksinya. Tapi dia terlihat biasa saja. Dan aku menjadi semakin berani.


"Aku pasti akan merasa kesulitan manakala kalung ilusi ini tetap melekat Leherku.


Aku tidak dapat memanggil api atau melakukan beberapa mantra dan.


Semua tindakan sihir praktis terblokir!" kataku kepada kravas.


"Bagaimana caranya aku dapat membantu kalian, memanggil api dalam perang dan membakar Dark Elf, jika kalung terkutuk ini tetap melekat di leher ku?" Teriak ku emosional. Aku meledak dengan mengeluarkan semua uneg-uneg dan rasa kurang puas ku.


Kemudian dengan dramatis aku menunjukkan leher ku ke Kravas..


"Lagipula


Dengan tingkat kultivasi sihir ku yang hanya di peringkat Asisten Sihir Level 2 ini seperti tidak berarti apa-apa. Aku akan menjadi bahan lelucon di. Medan perang nanti" sanggah ku kepada Kravas. Aku mengungkapkan ke engganan ku untuk pergi perang.


Dia, Kravas berjanji kalau nanti dia akan melepaskan kalung terkutuk itu. Sihir pemblokir yang melekat di leherku betul-betul membuat ku kesal, dan terlihat lemah sepanjang waktu.


Kravas kemudian lantas berjanji bahwa akan membawaku ke Alkemis khusus kaum Vampire, dan menanyakan ramuan atau pil apa yang akan cocok untuk aku konsumsi, mempercepat peningkatan level sihir ku secara instan.


"Tentu ada harga yang harus dibayar Lea. Biasanya pil seperti ini, dapat ditebus dengan jumlah Eliksir Kristal peringkat tinggi" kata Kravas.


Hati ku lantas mencelus. Aku membayangkan kondisi keuangan ku yang merosot drastis, karena aku tidak bisa menjual ramuan-ramuan Eliksir selama menjadi tahanan.


Tapi aku hanya mengangguk kepala, mengiyakan seolah-olah biaya itu tidak masalah buat ku.


Dan lagi, aku berpikir bahwa lebih dari 6 bulan aku berada di Pulau ini aku tidak melakukan latihan apa-apa baik itu latihan pernapasan Siulian, atau praktek merapalkan mantra, jadi Kultivasi ku mandek. Tidak mungkin Alkemis itu mampu membuat ramuan yang instan bagiku. Dan saat itu aku akan mengelak membayar biaya pil, pikirku mantap.


Malam itu ketika semua orang di Puri telah tertidur lelap, diam diam aku memanggil Zhimmer.

__ADS_1


Roh halus yang bekerja dengan terikat kontrak denganku itu muncul dari kegelapan dalam wujud seorang remaja Vampire. Muda dan tampan.


Aku lantas menanyakan hasil mata-mata yang dilakukan Zhimmer di kota Obsidian ini. Aku berharap banyak kalau dia telah menemukan cara untuk mematahkan kutuk di kalung ilusi ini, dan aku tidak perlu kebaikan hati Kravas.


Akan tetapi kekecewaan lah yang aku tuai. Zhimmer menjelaskan bahwa Kutuk itu tidak dapat dipatahkan oleh sembarang orang, kecuali sang pemberi kutuk di kalung ilusi.


"Pemberi kutukanlah yang mematahkan kalung itu" kata Zhimmer.


Ini artinya berarti kalau kalung ini hanya dipatahkan oleh Kravas. Dan aku membutuhkan kebaikannya dengan berpura-pura baik besok nanti.


Aku terdiam sedih namun aku juga bahagia. Biar bagaimanapun, toh kalung jelek ini akan pergi dari leherku, dan aku hanya perlu menghina pada Kravas besok nanti.


Sebelum aku menyuruh Zhimmer pergi, aku meminta beberapa barang yang telah aku pesan untuk dibeli ketika menyamar sebagai Vampire di kota Obsidian itu


"Perlu untuk memperkuat diri, ketika nanti di masa perang, aku semakin kuat dan dapat melarikan diri" kata ku didalam hati


Tidak lama kemudian keadaan kembali menjadi sepi setelah Zhimmer menghilang di balik kegelapan malam. Aku tidur dengan lelap dan dalam mimpiku, aku melihat bahwa diriku berada dalam satu peperangan berbahaya.


Dalam perang itu, aku terlihat seperti seseorang penari api, Dewi api lebih tepat. Dan lawan-lawanku ketakutan menghadapi serang api sihir.


Keesokan harinya di ruang latihan itu, ketika aku tengah berlatih rangkaian tarian Pedang Abadi, seperti biasa tiba-tiba Kravas menerobos masuk dan berbicara keras-keras.


Katanya,


"Ritual?" Tanyaku ngeri.


"Apakah ketika kamu memasang kalung ini di leherku, harus ada ritual-ritual khusus?"


"Hahaha.. aku bercanda. Mengapa kau begitu tegang Lea? Relax!" Kata Kravas.


"Kemarilah !"


Aku lantas mendekati Kravas, dan Vampire itu seperti mengucapkan beberapa kata rapalan mantra dalam bahasa asing bagiku.


Ketika dia selesai mengucapkan mantra nya aku merasa leher seperti tercekik. Seketika aku megap-megap mencoba berteriak minta tolong tapi tidak ada suara yang keluar dari bibirku.


Aku jadi panik. Tapi Kravas menenangkanku, memegang tanganku dan berbisik.


"Tenang Lea. Kamu Tidak akan mati.


Ini adalah efek wajar yang terjadi ketika kalung ilusi itu dilepaskan dari leher seorang target" lembut suaranya dan aku menjadi lebih tenang, menikmati siksa kalung terkutuk itu lepas dari leherku.


Tidak lebih dari 30 detik, setelah aku megap-megap seperti akan kehabisan nafas mau mati, saat itu terdengar bunyi yang sangat keras seperti bunyi rantai yang putus.

__ADS_1


Kraak ! Leherku langsung plong, bernafas dengan normal.


Sesudah bunyi keras besi patah itu, aku melihat satu kalung yang melayang dari Leherku, bergerak mistis lalu terjatuh ke lantai ruang pelatihan dalam kondisi rusak parah.


Kravas merangkul diriku dan berbisik


"Semua sudah berlalu Lea"


Entah mengapa, dadaku berdesir dan aku bersimpati. Menurutku, dia betul-betul sangat peduli denganku, walaupun kutuk itu berasal dari dirinya.


Aku tersenyum hangat sambil mengucapkan terima kasih. Berulang kali aku memegang leherku, mengingat-ingat selama ini aku hidup dan bernafas dengan benda terkutuk di leherku.


Siangnya setelah makan siang, Kravas memberikanku 2 botol kecil yang berisi cairan unik. Aku mengamati dan bertanya-tanya di dalam hati, "Benda apa ini?"


Kravas berkata,


"Malam sebelum tidur, kamu harus minum 2 Ramuan ini.


Ramuan pertama adalah esensi terbuat dari debu Phoenix. Debu Phoenix amat bermanfaat bagi penyihir afinitas api.


Sedangkan cairan yang satunya adalah terbuat dari tanduk iblis yang dinamakan Essence of Demon Horn"


"Itu adalah 2 ramuan yang paling hebat yang sulit dicari.


Harga jual pun amat mahal. Dengan meminum kedua ramuan itu aku berharap kemampuan sihir mu akan meningkat dengan instan dalam hitungan hari" kata Kravas meyakinkan.


"Kuharap kau akan menerobos menjadi asisten sihir level 3, sebelum perang dimulai.


Kita masih perlu berlatih kerja sama dengan petarung lainnya dari ras Vampire" pungkas Kravas.


Meskipun aku senang menerima dua ramuan itu, namun aku berusaha menutupi rasa gembiraku dengan bersikap acuh tak acuh.


Aku menerima benda dua benda itu dan mengucapkan terima kasih kepada Kravas.


Malam harinya, sebelum tidur aku mengkonsumsi cairan pemberian Kravas dan berdoa semoga aku menerobos menjadi Asisten Sihir 3.


Kemudian aku pun duduk bersila dalam posisi Lotus lalu kemudian membacakan kembali rapalan mantra teknik siulian yang rasanya seperti telah berabad-abad tidak aku lakukan.


Aku selalu tertidur lelap dan terbangun agar kesiangan keesokan harinya dengan perasaan luar biasa.


Sepertinya terjadi perubahan pada diriku. Aku merasa kekuatan ku bertambah dan kelincahan ku juga meningkat.


Bersambung.

__ADS_1


Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih..


__ADS_2