
Aku terbangun pagi hari dengan kondisi tubuhku yang terasa lebih ringan, tangkas dan lincah. Memang keadaan tubuhku yang terasa lain dibanding hari-hari sebelumnya, sana sekali tidak menyadari akan adanya perubahan besar di dalam tubuh ku.
Kesadaranku langsung bangkit, ketika aku mencoba menggerak-gerakkan tubuhku di dalam pemanasan seperti yang biasa dilakukan ahli-ahli. Aku bermaksud selalu menjaga stamina dan kesehatan dengan olahraga ringan yang ku anggap pemanasan.
Aku menyapu tendangan ke depan, lalu mengarahkan pukulan, yang terasa bahwa semua gerakanku amatlah lentur. Namun aku belum sadar sepenuhnya. Ketika aku mengayunkan tangan kosong ke depan, dengan memperagakan satu teknik pukulan, aku di buat terkejut.
Ketika itu aku melihat ada angin mengandung energi yang keluar dari sambaran tangan kosong.
Duar.. sambaran energi tangan kosong ku membuat hancur
keramik dan tembikar hiasan, yang sengaja diletakkan guna sebagai hiasan di meja riasku.
Tentu saja mendengar keributan itu Salome dan Jasmine langsung ikut-ikutan terbangun serta, tanpa perlu aku mengguncang guncang tubuh dua gadis manja itu.
"Apa yang terjadi !
Lea... apakah kau telah gila?
Mengapa kau merusak semua terikat dan keramik itu !" tanya Jasmine yang terlihat kaget bercampur kesal.
Sementara itu di lain pihak, Salome memang terkejut juga. Tapi dia berkata,
"Ah... rupa-rupanya kau telah menerobos dan menjadi asisten sihir level-1 hai gadis lugu.
Wel-wel... akhirnya Lea gadis lugu ini resmi menjadi penyihir" Kata Salome dengan senyum gembira.
Seketika Jasmine yang tersadarkan dengan penerobosan ku, ikut-ikutan mencari menjerit melompat-lompat.
"Betapa beruntungnya kau Lea...
Kami berdua mungkin masih menunggu waktu untuk resmi menerobos menjadi Asisten Knight Level satu" kata Jasmine dengan wajah menjadi cemberut.
Salome menegur Jasmine dan mengatakan bahwa dia tak pantas berduka di sela-sela temannya yang merayakan kegembiraan seperti ini. Jasmine seketika merubah air mukanya.
__ADS_1
Jasmin dan salome lalu mengelilingiku serta mengamat-amati akan apa saja perubahan yang terjadi di diriku
"Kau sekarang seorang asisten sihir level 1".
Keduanya memelukku erat-erat, dan aku secara spontan membalas memeluk mereka dan mengucapkan terima kasih.
Pagi itu ketika kami bertiga telah selesai sarapan di kafetaria, dengan diam-diam aku menyelinap, meninggalkan mereka berdua lalu pergi ke laboratorium guna melakukan tes pengecekan atas nilai status di kekuatan baru ku ini.
DI laboratorium akademi, aku menyerahkan token yang berisi 100 lebih poin kontribusi. Wajahku terlihat penuh harap, gelisah tapi gembira, dan juga cemas, ketika melihat petugas laboratorium mulai memeriksa diriku dengan dan memberikan alat penghitung kekuatan untuk aku genggam.
Rasanya waktu berjalan demikian lambat. Entah mengapa setiap kali aku di buru waktu, di saat itulah aku merasa waktu seperti bermain-main, dengan sengaja membuat semuanya terkesan lambat.
Setelah sesi menyenangkan bagi diriku dalam penantian, tak lama kemudian petugas laboratorium data dan memberikan secarik kertas kepada ku. Dan dengan hati berdebar-debar aku membaca isi yang tertulis dalam lembaran itu.
Nama Lea
Ranking : Asisten Sihir Level satu.
Umur 15 tahun..
Kekuatan tempur 1,1
Kelincahan 1,3
Daya hidup 1,5
Kekuatan sihir 5,5
Status sehat
Aku menatap tak percaya akan tulisan di Lembar kertas yang diberikan petugas laboratorium tadi. Meskipun angka kecepatan dan kelincahan ku biasa-biasa saja akan tetapi kekuatan sihir ku berada diatas rata-rata kekuatan sihir asisten level 1. Nilai normal hingga terbaik bagis Asisten Sihir Level Satu adalah di antara poin 3 sampai dengan poin 5. Aku memiliki angka poin 5,5, ini adalh kejutan dan jenius.
Ingin rasanya aku melompat dan berteriak dengan penuh kegembiraan karena tentu saja sebagai seorang calon penyihir atau magus angka dan nilai kekuatan sihir adalah sangat penting.
__ADS_1
Kekuatan adalah untuk mengukur otot atau kekuatan tubuh. Atribut ini penting untuk pertempuran jarak dekat bagi seorang magus atau knight. Atribut kekuatan ini akan mempengaruhi kerusakan atau nilai tempur seseorang ketika menggunakan kekuatan dalam pertempuran dalam jarak dekat.
Kekuatan ini juga akan sangatlah mempengaruhi nilai akurasi atau ketepatan ketika bagus bertempur dengan senjata jarak pendek menggunakan pedang atau pisau misalnya.
Sementara atribut kelincahan amatlah diperlukan magus atau knight untuk mengukur keseimbangan antara semua anggota badan. Tangan, kepala, kaki dan total seluruh anggota tubuh ini juga penting untuk lentur dalam gerakan refleks dan keseimbangan. Kelincahan amatlah penting bagi kami bagi seorang magus ataupun knight.
Kelincahan juga sangatlah penting bagi seorang Knight atau seorang Petarung tatkala dia mengenakan baju zirah atau seorang magus lainnya yang mengenakan baju kulit yang berat bertumpuk-tumpuk, juga ketika ingin menjadi ahli panah.
Daya hidup bagi seorang magus amat diperlukan. Ini penting untuk ketahanan fisik ketika menghadapi penyakit atau ketika markus tersebut terkena bisa atau racun.
Hal yang penting lainnya dari atribut daya tahan hidup ini berpengaruh ketika melakukan pertempuran dengan menggunakan kutukan atau mantra.
Sedangkan atribut kekuatan sihir memang sangat menentukan kemampuan dalam mempelajari teknik atau mantra-mantra khusus. Lagipula atribut ini sangat berguna bagi magus, karena mereka akan memutuskan jumlah mantra yang akan dilontarkan atau dilafalkan atau akan dimudahkan untuk mengutuk.
Ketika kekuatan sihir seorang magus telah tinggi, dia dengan mudah dapat merapalkan mantra, sehingga mantra-mantra rumit yang berjumlah kata yang panjang, dengan mudah dilepaskan ketika terlibat dalam pertempuran.
******
Aku pergi mencari-cari ruangan kosong, lalu di tempat tersembunyi yang tidak dilihat orang itu aku mencoba memanggil api, ingin melihat seberapa besar api yang aku hasilkan.
"Fire !" panggilku dalam bahasa Elf
Mataku seketika menyala-nyala penuh kegembiraan. Hatiku dilanda rasa gembira. Kontan aku memetik dengan rasa kagum kepada diri sendiri, ketika aku melihat api yang ku panggil, itu begitu besar.
Besarnya api ketika kekuatan sihir ku telah di angka 5,5 adalah sebesar api unggun besar, terlihat menyala-nyala hampir menyambar langit-langit ruangan itu. Api itu panas seperti api unggun ketika orang berkemah di malam hari dan membakar potongan-potongan kayu kering nan besar yang sangat tua.
Aku bahkan semakin kagum ketika mencoba menciptakan beberapa senjata dengan menggunakan api sihirku. Senjata Favoritku adalah pedang dari api. Aku bahkan mencoba senjata kedua, yaitu anak panah, juga dari api.
Aku memain- mainkan dua senjata sihir itu di tanganku, dan mencoba membuat mereka menjadi lebih berbahaya lagi. Namun aku kecewa. Tanpa mantra, kekuatan sebenarnya dari api sihir seorang pemanggil api, sesungguhnya tidak terlalu mematikan.
Aku menyesali diri ketika sadar bahwa aku tidak memiliki mantra pengguna api yang cukup untuk melakukan teknik pertarungan, memanfaatkan pedang api atau panah api itu.
Aku lantas berpikir bahwa sebaiknya Aku mencari dan membeli mantra tempur untuk senjata api yang berada pada level satu.
__ADS_1
Bersambung.
Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih.