
Keesokan harinya aku bangun dengan tubuh yang terasa lebih segar dari biasanya. Pertemuanku dengan 2 anak ras duyung itu membuatku merasa seolah bertemu dengan sahabat lama yang dengan setia bersedia mendengar cerita-cerita perjalanan ku sampai ke Pulau Minnetois, dengan sabar penuh kehangatan.
Rasanya aku tidak sabar untuk janji temu ulang dengan mereka berdua siang ini.
Ervin dan Alana telah menjanjikan akan membawaku dalam suatu tour melihat-lihat keindahan Pulau Minnetois atau keindahan taman laut di sekitarnya.
Aku lantas melakukan kegiatan seperti hari-hari sebelumnya agar tidak menimbulkan rasa curiga Betty. Aku tahu bahwa Betty adalah seorang juru masak akan tetapi dia juga merangkap mata-mata dari Kravas.
Aku sarapan di ruang makan Puri sendirian dengan hidangan yang terlalu melimpah menurutku, yang semua disediakan Betty.
"Makan omelet serta roti gandum itu Lea. Kau terlalu kurus untuk seorang gadis usia 15 tahun" kata Betty menambah makanan di piring ku.
Sesudahnya aku pergi ke dapur dan menemani Betty seperti kebiasaan ku setiap hari. Aku lalu bertanya-tanya tentang keadaan pulau-pulau di sekitar sini dan tanpa sengaja arah pembicaraan kami mengarah kepada peperangan yang terjadi antara ras-ras di pulau-pulau di Samudra Kalumish ini.
Menurut Betty ras vampire mereka saat ini telah mencapai ke hubungan diplomasi yang memburuk dengan ras Dark Elf, di bagian Utara Samudra Kalumish.
"Hal ini disebabkan perebutan daerah kekuasaan di lautan Kalamish, area yang mengandung banyak sumber daya hasil laut di area di batas dua ras ini.
Ras Vampir dan ras Dark Elf bertikai saat ini. Sementara itu ketika ras vampire meminta bantuan diplomasi dari ras-ras lain seperti ras kurcaci, ras burung dan ras duyung, ketiga ras itu hanya menanggapi dingin permintaan bantuan dari Lord Kravas.
Terang sajakah Lord Kravas meradang, amarahnya meluap. Padahal beberapa masa yang lalu, dia telah dengan murah hati membantu ras duyung dan ras burung ketika dua Kelompok itu menemui masalah dalam hubungan diplomasi dengan Dark Elf. Itu tidak adil menurut Lord Kravas" jelas Betty.
Aku hanya mengangguk-angguk kepala lalu berpamitan. Sesudahnya aku pergi ke ruang latihan tempur untuk melemaskan otot-otot ku.
Teknik pedang Abadi itu betul-betul suatu teknik yang harus aku kuasai jika aku ingin menjadi seseorang yang disebut sebagai Petarung Knight nanti.
Meskipun kekuatan ku diblokir dengan kalung ilusi itu akan tetapi aku memendam harapan yang besar. Suatu saat nanti aku mampu mematahkan sihir kalung ilusi itu, lalu melarikan diri dan berlatih lebih tekun lagi untuk menjadi seorang magus terkenal di Benua Casiopea.
Siang hari setelah makan, aku berkata kepada Betty kalau aku ingin berjalan-jalan sebentar di taman. Melihat-lihat sekitar sambil mencari angin.
Karena aku telah selesai menjalani separuh hariku dengan rutinitas, Betty tidak lantas menjadi curiga. Dia memberi izin keluar, dengan catatan aku tidak boleh pulang ketika gelap. Jauh sebelum hari menjelang malam, aku sudah harus di Puri.
******
__ADS_1
Dengan gembira aku berlari-lari kecil sambil membiarkan kulitku di sentuh angin. Aku bahkan sengaja mengganti pakaian ku seringkas mungkin dengan mengenakan celana panjang yang berbahan nyaman serta kemeja dari kain bermodel Sporty. Tak lupa membalut tubuhku dengan mantel tebal.
Tentu saja ketika nanti dalam tour air laut, atau permainan seru yang kami lakukan nanti, tidak mungkin aku mengenakan mantel tebal ini. Itu akan sangat memberatkan jika berenang dengan mantel musim dingin ini.
Aku berdiri di bibir pantai Oyster beach, membiarkan angin laut menyentuhku, dengan aroma asin ciri khas laut. Lalu kemudian mulai meniup meniup keong kecil yang merupakan hadiah dari Ervin.
Meski tidak terdengar suara apa-apa yang keluar dari keong itu, akan tetapi sesuai dengan instruksi dari Ervin, konon hanya kaum Duyung sajalah yang akan mendengar suara itu. Dengan catatan, suara itu akan jelas di dengar Ervin sebagai pemberi hadiah kepada ku.
Tidak terlalu lama, kira-kira 5 menit setelah tiupan tanpa suara itu, aku melihat deburan ombak serta air yang gemericik di tengah laut. Lalu 2 sosok laki-laki dan anak perempuan muncul dari tengah lautan sambil melambaikan tangannya kepadaku.
Aku melompat-lompat girang dari tepi pantai ketika melihat sosok Ervin dan Alana. Dua remaja ras Duyung itu lantas membawaku jalan-jalan dalam bentuk tur di lautan, setelah sebelumnya memberikan ku 1 tabung bulat yang harus aku kenakan di kepala.
Ketika aku mengenakan tabung bulat yang terbuat dari kaca transparan itu, Aku terkejut ketika tidak lagi merasa sesak nafas ketika menyelam atau berenang di dalam laut. Bahkan aku mendengar suara di Duyung itu, seolah mereka berbicara di kuping ku langsung.
Karena kemahiran dalam teknik renang ku sangatlah jauh dibanding Ervin dan Alana, 2 duyung itu lantas memegang tanganku dan kami melesat di dalam lautan melakukan perjalanan menakjubkan.
Pertama-tama mereka menunjukkan padaku taman laut yang indah dapat berada di kedalaman laut tepi Pulau Minnetois itu.
Kemudian mereka mengajakku pergi ke batu-batu karang yang timbul di tengah lautan lalu kami duduk di sana sambil makan buah-buahan laut dan rumput laut.
Aku tertawa lepas selama beradegan sandiwara menyerupai Siren. Ervin berakting sebagai Kapten kapal yang tergoda dengan nyanyian ku, Siren lalu menjadi kekasih ku. Oh.. pipiku memerah sementara Alana bertepuk tangan memuji akting buruk kami dengan tatapan kagum.
Sesudahnya kami bahkan melakukan tur lebih dalam lagi di tengah lautan. Kala itu kami berjumpa dengan banyak sekali ikan-ikan besar, ikan-ikan kecil dan juga makhluk makhluk lain yang belum pernah aku lihat sebelumnya.
Aku mencatat dalam hati. Kelihatannya semua makhluk- makhluk itu sangatlah akrab dan mendengar kata-kata Ervin.
Ketika aku menanyakan hal itu kepada Alana, dengan tertawa kecil Alana berkata bahwa Ervin adalah putra mahkota dari Raja Duyung dari kelompok Ras Duyung di Pulau Crystal sana.
"Ayah kami adalah Raja dari ras duyung..
Dan kami bukan tinggal di dalam lautan, seperti cerita-cerita kuno yang beredar.
Akan tetapi semua kami hidup di dalam tinggal di satu pulau yang bernama Pulau Crystal itu" pungkas Alana.
__ADS_1
Setelah mendengar cerita Alana itu, aku tersadar. Meskipun kedua Duyung ini anak Raja, yang satu Putra Mahkota, sementara yang lain adalah Putri Raja, akan tetapi mereka amatlah baik dan tidak angkuh.
Mereka demikian ramah dan mau menganggapku sebagai sahabat. Jelas-jelas dalam hal ini aku amat sangat tersanjung.
Waktu pun berlalu seperti angin berhembus cepat.
Seperti kata pepatah bahwa Tiada Pesta Yang Tak Usai, saat itu langit telah menunjukkan warna yang merona kemerahan, pertanda malam akan segera tiba. Berpisah !
Pada akhirnya aku berdiri sendirian di bibir pantai Oyster beach sambil Melambaikan tangan ketika Ervin dan Alana.
Dua Duyung ramah itu bersiap-siap untuk kembali ke Pulau Crystal. Aku menatap sedih kearah mereka berdua, tangan ku selalu melambai, terasa tak ingin berpisah.
Samar-samar aku mendengar Ervin berteriak..
"Terima kasih manusia cantik yang bernama Lea. Terima kasih telah menolong kami berdua.
Kelak kami akan berkunjung dan melihat-lihat kamu, jika memungkinkan, akan membawamu untuk jalan-jalan seperti tadi.
Jangan lupa dengan keong yang aku berikan. Panggil nama ku ketika kamu rindu diriku.
Mungkin kami memiliki kesempatan untuk datang dan berkunjung kepadamu !" teriak Ervin dari tengah laut.
Aku berdiri kesepian. Ketika dua sosok duyung tersebut menghilang dari pandanganku, angin berhembus dingin membuat aku menggigil dan merapatkan mantel menutupi tubuh dan leher lagu.
Tanpa aku sadari air mataku jatuh menetes, aku mengingat kehangatan dan keramahan yang diberikan oleh 2 ras Duyung, yang meski berasal dari keluarga bangsawan dari Pulau Crystal, mereka tidak sombong.
Aku memendam harapan, bahwa suatu hari kelak kami akan bertemu kembali dan melakukan hal-hal menarik dan menyenangkan seperti siang tadi.
Malam semakin gelap lalu aku berjalan menyusuri bibir pantai meninggalkan jejak-jejak kaki menuju ke Puri Lord Kravas, sekali lagi sendirian dan sepi.
Air mataku kembali menetes. Aku teringat kehidupan lama ku di Kota Scorpio.
Bersambung.
__ADS_1
Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih..