Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea

Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea
Mantra Fire Arrow Level Satu


__ADS_3

   Setelah aku membayar sejumlah 10 kristal eliksir rendah kepada penjaga Planet Black Area, aku kini mengamati nya baik-baik. Sepertinya orang itu juga adalah seorang penyihir. Aku menduga tingkat sihirnya berada sekurang- kurangnya pada peringkat jabatan Asisten Sihir Level 2.


"Bahkan mungkin dia memiliki kekuatan fisik tempur yang setara Knight asisten peringkat dua" batinku, menyelidik. 


   Aku merasa sungguh telah hebat dengan tingkat sihirku. Tapi ketika aku keluar di dunia nyata, kemampuan sihir ku hanya sebuah lelucon.


"Kau harus belajar lebih giat, sebelum kau diutus sebagai prajurit Negara" batinku.


    Aku masuk Planet Black itu, berkeliling sambil melihat-lihat barang barang dagangan pada semua toko-toko di lembah pasar gelap Planet Black area. 


   Ada banyak sekali konter-konter ataupun toko toko yang rapi  berjejeran, mulai dari toko kecil  penjual ramuan-ramuan dan bahan-bahan alkimia, sampai toko toko besar dengan dagangan dengan mantra sihir yang dipajang terang terangan.


   Semua pajangan mantra sihir di kemas dalam bentuk salinan atau slip semacam token dengan menuliskan nama-nama mantra tersebut 


   Aku terkesiap ketika seorang pedagang yang diperkirakan adalah Knight asisten level dua yang menjual satu teknik pedang dengan harga 4000 kristal Tengah.


   Mungkin karena teknik tersebut adalah teknik level 1 sehingga salah sangka dan berpikir, "Mengapa suatu teknik yang hanya berada pada level 1 seperti itu dijual sedemikian mahal?" mungkin mereka memiliki kelebihan tersendiri sehingga harga yang dijual sebesar 4.000 krystal elixir, batinku menjelaskan.


   Di toko toko yang lebih besar lagi, aku melihat ada sedikit Artefak sihir yang di jual. Sebagai Magus dan calon petarung, artefak sihir amatlah diperlukan untuk bertempur.


   Aku kemudian memperhatikan para pembeli yang banyak memenuhi planet Black area itu, yang semuanya mengenakan jubah atau penutup wajah seperti kerudung ataupun topi seperti caping, yang memiliki tirai dari kain tipis.


   Tentu saja mereka melakukan itu, sama seperti aku. semua pembeli itu ingin menyembunyikan identitas mereka agar tidak diketahui dari mana dan siapa yang membeli barang itu.


   Bukankah planet area Black ini adalah satu pasar yang dikategorikan sebagai tempat perdagangan barang sihir ilegal atau black market? Jadi Aku maklum ketika semua orang ingin menutupi identitas dirinya melampirkan selembar kain di wajah dan tidak ingin dikenali.


   Ketika itu aku menghampiri 1 toko yang dijaga oleh perempuan berpakaian dengan rok yang begitu lebar, bertumpuk-tumpuk dengan  warna warna begitu cerah, penuh bunga-bunga.


   Dia juga mengenakan baju dengan  lengan yang besar, seperti gelembung balon, beserta selendang yang ditumpuk di pundaknya. Bahkan perempuan itu juga mengenakan ikat kepala yang disebut bandana dan semuanya berwarna cerah penuh hiasan bunga-bunga hibiscus.


    Wajahnya terlihat tegas dengan hidung yang terlalu mancung menurutku seperti paruh burung dan dia mengenakan anting-anting yang sangat besar kira-kira sebesar genggaman tanganku.


   Herannya, aku tidak tahu. Mengapa aku demikian tertarik dengan penampilan perempuan itu dan langsung menuju ke toko nya.


   Aku menduga di seorang perempuan Gipsi peramal nasib, profesi menarik yang disukai, kadang dibenci.

__ADS_1


   Mungkin karena penampilan menariknya sehingga aku dalam kesempatan pertama dan tidak ragu-ragu langsung menanyakan keperluan ku.


"Salam ! 


   Apakah anda menjual mantra Fire Arrow level 1?" Tanya ku gugup. Aku baru pertama membeli barang ilegal seperti ini, sehingga aku merasa gugup, takut jika tiba- tiba pihak istana melakukan penggerebekan. Lanjutku...


"Dan jika sekiranya mantra itu ada, tolong sebutkan harganya dan aku akan membayar lalu membawa pulang" kataku tanpa senyum, menutupi wajah ku semakin dalam dengan tudung itu. Aku tak ingin diketahui baru berusia lima bela tahun.


   Dengan raut wajah yang terlihat serius perempuan itu berkata "Mantra Fire Arrow level 1 seharga 500 krystal elixir tengah, tidak kurang sama sekali"


   Aku mencoba bernegosiasi dengan mengatakan bahwa uangku tidaklah banyak akan tetapi perempuan gipsi itu sama sekali tidak goyah dengan akting ku yang buruk.


   Pada akhirnya, aku menyerah kalah dalam peperangan tawar-menawar melawan peramal itu. Sambil merogoh tas Antariksa ku, aku menyerahkan 500 krystal elixir tengah dengan hati yang sedih. (Aku sedih karena uangku berkurang banyak)


   Ketika penjual perempuan Gipsi itu menyerahkan mantra Fire Arrow level 1, aku menggenggam salinan itu erat-erat seperti layaknya. memegang 1 barang paling berharga yang harus ku jaga bagaikan pusaka.


   Perempuan Gipsi itu berkata,


"Dengarkan aku anak muda.. aku menebak kalau peringkat sihirmu adalah asisten sihir level 1 bukan?


   Aku terbelalak tak percaya mendengar penjelasan perempuan itu.


"Maksud Anda?" tanya ku galau.


   Perempuan Gipsi itu lantas  memperkenalkan namanya. Dia bernama Patahuli suatu nama yang khas sekali dengan nama gipsy. Sebaliknya aku juga memperkenalkan diriku. dan kemudian kami berdua langsung berubah pembicaraan menjadi akrab.


"Dengarkan kata-kata ku Lea" kata Patahuli.


"Aku menduga kalau kau adalah asisten sihir level 1.


   Itu adalah tingkat yang pemula sama sekali. Dan aku berniat baik untuk memberi penjelasan kepadamu.


   Mantra fire arrow ini sebenarnya,  meskipun dia adalah mantra level 1, akan tetapi umumnya yang menggunakan mantra serangan ini adalah asisten sihir level 2, dengan kekuatan sihir  diatas 5"


"Dengan kekuatan sihir rata-rata atau dibawah 5,  jelas ketika kamu dalam suatu pertempuran akan melafalkan mantra serangan ini.. mungkin baru saja 5 kata rumit yang kau ucapkan. Musuh telah menikam kamu atau mengutuk mu dengan mantra lainnya. 

__ADS_1


   Apalagi, pada kenyataannya mantra ini terdiri dari 10 kata rumit yang tidak mudah diucapkan, apalagi dalam sekali kedipan mata.


   Jelas jelas kau akan tewas ketika bertempur dengan mantra sihir ini"


   Ketika itu lantas aku menjadi galau mendengar penjelasan si Gipsi.


"Jadi maksudmu... Aku sia-sia telah membeli mantra. penyerangan level 1 ini?" Tanyaku dengan wajah setengah pucat.


   Aku membayangkan 500 kristal eliksir yang telah kupakai untuk membeli mantra fire arrow ini. Uang sebegitu banyaknya akan menjadi sia-sia ketika kelak bertempur nanti, hanya karena aku tidak dapat melafalkan mantra serangan ini dalam satu kedipan mata.


   Wajahku berubah menjadi jelek namun Patahuli tersenyum dan berkata menghiburku..


"Gadis bodoh !


   Tidak perlu anda seketika itu juga menjadi galau dan bersedih hati" katanya.


"Dunia magus saat ini telah berkembang jauh lebih maju, sehingga untuk mengatasi hal-hal kecil seperti itu bukan lagi masalah" kata-kata holy menghiburku. Wajah ku sendiri langsung memiliki setitik harapan.


  Dia melanjutkan kata-katanya dengan berkata.


"Saat ini telah dibuat dan diciptakan oleh ahli ramuan dan Alchemist, 1 pil yang dinamakan pil ketenangan dan pil kepercayaan.


   Dengan mengkonsumsi pil ketenangan dan pil kepercayaan itu aku menjamin kemampuan menghafal dan konsentrasi kamu akan jumlah kata-kata dalam mantra sihir, akan mendapat jalan keluar.


   Bahkan mungkin hanya dengan mengucapkan satu kata pendek semua pelafalan 10 kata rumit sudah langsung akan menjadi kata mantra pendek yang pas untuk membangkitkan mantra fire Arrow itu !" Kata Patahuli mantap. Tentu saja aku terhibur.


"Benarkah?" Tanyaku gembira.


"Apakah benar ada barang seperti itu? 


   Kalau benar ada tolonglah aku Patahuli tunjukkan padaku apa yang anda sebut dengan pil ketenangan dan kepercayaan itu !" Kataku penuh memaksa.


Bersambung.


   Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2