
Kereta yang kami tumpangi setelah berjalan hampir satu jam lamanya, tiba-tiba berhenti. Aku tersentak kaget ketika pintu kereta dibuka dari luar dan suara dari luar terdengar orang berbicara beramai-ramai,
"Selamat datang kembali Lord Kravas Savzileg!"
Kravas, pria Vampire itu lantas berjalan turun dari kereta setelah sebelumnya memerintahkan seseorang membantuku turun dari tempat dudukku.
Aku melihat ada lebih dari delapan pria dan wanita, yang semua nya dalam balutan busana gotik berjejer di sepanjang jalan menuju pintu masuk rumah yang modelnya juga berarsitektur gotik.
Aku melangkah dengan asing, tanganku dipegang perempuan gotik itu sementara mata ku melihat ke kiri dan ke kanan. Rumah besar ini seolah berdiri sendiri, tidak memiliki tetangga.
"Rumah besar ini seperti Puri tempat tinggal kaum bangsawan kaya saja" batin ku.
Namun perempuan yang belakangan ku tahu bernama Betty itu langsung menuntunku ke dalam Puri itu, tak membiarkan ku dengan kegiatan layak nya spionase. Aku ternyata diberi kamar sendirian di lantai dua dimana borgol dan rantai di tangan dan kaki ku telah dilepaskan.
"Menurut Lord Kravas, anda diperkenankan berjalan-jalan melihat-lihat seisi Puri.
Dan anda tidak diizinkan keluar dari Puri, karena itu berhubungan dengan keselamatan anda" kata Betty tegas.
Aku berbalik badan dan menanyakan
"Apakah aku diizinkan untuk berjalan-jalan di taman atau kebun Puri yang kulihat sepintas tadi?
Well ... Anda tahu bukan? Akan terasa membosankan, setelah sebulan lebih terkurung dalam dek satu kapal, lalu sekarang aku juga harus di kurung kembali?" Tanya ku dalam nada protes.
Namun Betty berkata bahwa semua yang berhubungan denganku, adalah keputusan yang wajib meminta persetujuan Lord Kravas terlebih dahulu
Dengan cemberut aku terpaksa memulai tur pribadiku sendirian, di dalam puri yang besar ini. Aku melihat-lihat dengan rasa kagum pada lukisan-lukisan pajangan di dinding yang kesan kuno nya kental terasa.
__ADS_1
Ada beberapa gambar pria- pria bangsawan lengkap dengan busana khas mereka. Aku bahkan melihat lukisan yang mirip dengan wajah Kravas, Vampire yang menawanku dan membawaku ke Pulau Minnetois ini.
"Ini adalah lukisan diri nya? (Kravas maksudku) Itu berarti usia nya telah sangat tua bukan?" Batinku ketika melihat coretan pelukis dengan membubuhkan tahun pembuatan lukisan, yang tertulis lebih dari 500 tahun yang lalu.
Buku kuduk ku berdiri, membayangkan bahwa aku tinggal di Puri bersama dengan mahluk-mahluk yang telah berusia tua, tapi tetap hidup dalam keabadian dengan penampilan muda.
Kemudian aku mengalihkan tatapan ku dari lukisan kuno kepada banyak pajangan dan hiasan hiasan kristal antik yang menurutku pasti terbuat dari bahan langka serta dikerjakan oleh tangan-tangan ahli.
"Dengan menjual benda- benda ini barang satu atau dua saja, aku bisa mengumpulkan uang yang cukup membiayai makan ku selama tiga tahun bahkan lebih" batin ku menilai barang-barang bernilai itu.
Setelah nya aku lalu kembali ke kamar, dan melihat-lihat isi tas Antariksa ku. Beruntung sekali dia, Kravas tidak menyita atau mengutak- Atik isi tasku, yang semua nya ku kumpulkan dengan perjuangan.
Aku mencari- cari barangkali ada petunjuk atau keterangan apapun yang dapat membantuku menghilangkan kalung ilusi yang di pakaikan di leherku ini. Semua kemampuan sihir ku lenyap ditelan bumi dengan adanya kalung ilusi ini.
"Biar bagaimanapun, aku harus mencari cara melarikan diri bukan?
Kegiatan ku selanjutnya tak lain daripada berjalan dari Lantai 2, kembali menuju ke lantai 1, begitu berulang kali, dan tidak terlalu lama itu membuatku mulai merasa bosan.
Sementara itu, aku sendiri diberikan baju yang menurut pendapat ku seperti busana seorang perempuan yang baru bangkit dari kuburan, yang potongan dan model baju itu asal terlihat seperti gaun kuno dari ratusan bahkan mungkin ribuan tahun yang lalu.
Aku menatap ngeri di depan cermin, melihat penampilan ku yang mirip drakula perempuan, yang hanya membutuhkan sedikit riasan mata berkabut hitam di pelupuk mata, dan aku pantas disebut ratu dracula.
Siang itu juga, seorang perempuan Vampire yang lain bernama Jo, mengetuk pintu kamarku dan mengundangku untuk makan siang. Katanya,
"Lord Kravas telah menunggu anda untuk santap siang bersama"
***
__ADS_1
Di ruang makan yang besar dengan meja yang panjang itu, aku melihat banyak sekali hidangan yang tersaji, yang antara lain adalah daging daging olahan lezat serta buah-buahan langka nan eksotis yang seumur hidupku, belum pernah aku sentuh. Semua jenis makanan olahan dan buah eksotis itu adalah hidangan yang diperuntukkan bagi kaum bangsawan atau orang-orang kaya saja.
Bagi kami orang-orang rakyat jelata biasa, sedikit makanan seperti kentang tumbuk biasa dengan kuah sup dingin, adalah makanan terlezat yang pernah aku cicipi.
Di akademi Dorado saja, akademi yang dibiayai pemerintah, aku belum pernah melihat hidangan yang tersaji seperti akan ada pesta kecil.
Selama santap siang itu kami tidak saling berbicara. Aku mengikuti cara dia, Kravas yang terlihat menyantap makanan nya dengan penuh gaya seorang bangsawan. Menikmati makanan dengan anggun penuh gaya.
Selepas makan siang itu, di ruang duduk Sambil menikmati teh yang disajikan Jo, aku mencoba bertanya secara pelan-pelan kepada Kravas. Tanya ku hati- hati..
"Bukankah kalian dari ras Vampire adalah makhluk yang abadi?
Yang aku pelajari di akademi adalah, ras Vampire kalian tidaklah memerlukan makanan fana seperti kami ras manusia santap. Dan sebagai ras abadi, bukankah kalian memerlukan darah untuk melanjutkan kehidupan kalian" Kataku agak takut takut, jangan sampai pria itu tersinggung.
Kravas menjelaskan bahwa dengan memakan makanan seperti tadi meskipun itu tidak ada rasa dan tak ada artinya bagi dia, namun dia merasa hal itu selalu menyenangkan dilakukan, semua demi mengenang masa-masa ketika dahulu dia menjalani hidup sebagai manusia fana yang menyantap makanan yang Sama seperti aku, manusia fana makan.
Sementara tentang darah yang aku sebutkan tadi, Kravas menertawakan ku keras-keras.
"Di zaman yang serba canggih ini darah sudah tidak diperlukan kami lagi, seperti ketika ras Vampire zaman dahulu.
Zaman sekarang ini, seorang ahli ahli alkimia akan meracik dan membuat ramuan yang struktur serta semua unsur-unsur di dalamnya mirip seperti darah manusia yang sering dihisap oleh Vampire- vampire zaman kuno dahulu kala" tawa Kravas meledak dan membuat ku tersadar
Aku terdiam dan merasa bodoh dengan pertanyaanku. Bukankah kemajuan sihir dan alkimia zaman sekarang sedemikian maju bahkan beberapa hal yang dahulu tidak tergantikan saat ini telah tergantikan beriring kemajuan dengan cabang dan Alkimia tadi.
Bahkan kalau dipikir- pikir, mengapa aku seorang gadis sederhana ini dapat memanggil api besar, bahkan membuat ledakan dengan api sihir itu bukan? Semua ilmu memang berkembang sesuai waktu berjalan batinku.
Bersambung.
__ADS_1
Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih..