
Sekali lagi aku dibuat terpana dengan kepintaran anak muda bertubuh gemuk tapi pintar ini, Dia dengan cepat dapat menebak bahwa aku berkeinginan untuk menjadi seorang penjual ramuan yaitu ramuan elixir cair.
"Aku harus memuji mu.. Kamu cerdas Fatty.
Well.. Biar bagaimanapun, aku butuh uang bukan? Eliksir Pembayaran misalnya. Dan kamu tahu sendiri.. kekuatan tempur aku tidaklah sehebat calon knight. Aku kurang leluasa kalau pergi berburu sumber daya dengan kondisi kekuatan seperti ini" kata ku berkelit.
"Jadi satu-satunya cara yang dapat aku manfaatkan adalah, kemampuan sihir ku. Dan membuat ramuan adalah salah satu seni yang membutuhkan energi sihir. Tentu saja, walaupun aku bukan seorang pengendali elemen kayu. tapi kekuatan ini masih cukup untuk ramuan-ramuan sederhana" kata ku.
Sementara Fatty itu hanya mengangguk kepala. Aku masih belum puas memberi penjelasan, lalu aku buru-buru menambahkan agar si Fatty ini percaya dan mau menjual resep mantra yang ku inginkan.
"Tentu saja dengan memiliki Eliksir cair itu. Aku juga dapat mengkonsumsinya dalam saat-saat Genting ketika aku melakukan pertempuran sihir" pungkas ku
Kemudian aku mendesak Billy - Fatty (kami biasa menyebut gemuk dengan julukan Fatty) dan berulang kali menegaskan bahwa ..
"Percayalah.. aku tidak akan meminta ganti rugi apa-apa darimu nanti. Kalaupun kemudian hari, ketika aku telah membeli slip salinan teknik membuat ramuan Elixir cair tersebut, lalu menemui kegagalan aku tidak dapat mengolahnya karena kualitas resep itu terlalu buruk" kata ku sambil menatap dalam mata Fatty - mencoba meyakinkan dia.
Lama kelamaan, setelah melihat sikap keras kepalaku itu, pada akhirnya anak laki-laki gemuk itu menyerahkan satu lembar kertas yang terlihat masih agak baru dan berkata
"Ini adalah salinan daripada barang yang kamu maksud Kemudian jangan mengeluh dan bertanya Mengapa kertasnya masih baru? Mengapa bukan kertas yang tua, layaknya salinan-salinan asli dan kuno?
Dengar baik-baik sebelum komplain di kemudian hari" suara Fatty begitu tegas, sementara aku tengah bersandiwara berpura-pura serius, demi menutupi rasa gembira dan luapan bahagia di dalam hati. Lanjutnya..
"Jawabannya adalah, tentu saja... karena ini hanya berupa salinan yang ditulis ulang, yang kemudian dijual kepada kami para pedagang...
__ADS_1
Aku tidak dapat menjamin bahwa kamu akan berhasil membuat ramuan elixir cair dengan berpatokan pada salinan ramuan ini.
Aku tidak menjamin apakah si menyalin menulis lengkap semua hal yang diperlukan dalam membuat eliksir cair... well ini barang tiruan bukan?" kata Fatty tegas.
Namun aku sudah tidak peduli sama sekali. Ku banting sejumlah nilai yang dia minta untuk harga salinan ini, dan aku pergi cepat-cepat. Aku takut kalau-kalau Fatty itu berubah pikiran dan memintaku mengembalikan salinan ramuan eliksir cair itu.
Aku berlari-lari kecil meninggalkan area Pusat Perdagangan Academy kami dengan salinan teknik tata cara pembuatan eliksir yang belum tentu asli ini. Namun aku telah berkhayal bahwa kelak aku akan menjadi seorang gadis yang kaya di masa datang. Bibir ku melengkung seperti bulan sabit, menahan senyum gembira.
Malam harinya, sebelum aku tidur, terlebih dahulu aku mengkonsumsi Air Mata Unicorn. Glek-glek-glek.. tidak terasa apa-apa setelah cairan berharga itu masuk ke dalam perutku.
"Mungkin membutuhkan waktu tertentu, untuk si Airmata Unicorn bekerja" batinku menghibur diri.
Seperti biasa, sebelum tertidur aku melatih diriku dengan latihan pernapasan teknik Siu-lian, suatu teknik yang tanpa sengaja aku temui di lembaran-lembaran buku perpustakaan. "Tarik nafas.. tahan.. alirkan energi dari wilayah perut.. teruskan ke seluruh urat-urat saraf.. hembuskan..."kata ku merapalkan teori itu di dalam hari.
Kemudian di dalam Siu-lian aku larut di dalam keheningan, pikiranku bebas dan aku jatuh tertidur dalam posisi lotus.
Dalam tidurku itu aku bermimpi.. ramuan air mata Unicorn itu memberi manfaat yang sangat besar dalam perubahan kenaikan peringkat ku dalam level sihir.
Aku tak sadar sama sekali, dalam tidurku itu teknik Siulian seperti itu telah membantu semua saraf-sarafku menyerap cairan Air Mata Unicorn. Meskipun aku tak sadar dengan apa yang terjadi, karena dalam keadaan tidur, aku bermimpi sedang mengedarkan semua hawa kekuatan fisik ku dan kekuatan sihir hingga semua urat-urat dan peredaran darah di tubuhku.
Bahkan dalam mimpi itu, aku merasakan perasaan nyaman, dengan tubuh yang hangat karena airmata Unicorn terserap sempurna di seluruh pembuluh darahku. Yang lebih gila lagi, aku bermimpi telah menerobos menjadi tingkat yang lebih tinggi yang dapat disebut sebagai Asisten Sihir level satu.
Malam berlalu tanpa terasa, itu terasa seperti tengah mengedipkan kedua mata ini, membukanya dan matahari mulai menampakkan bayangan di sisi Timur dunia.
__ADS_1
Dan aku terbangun pagi-pagi benar dengan perasaan yang sangat segar, tidak perlu di guncang-guncang oleh Salome dan Yasmin dua kawan sekamarku. Bahkan untuk kali ini, akulah yang membangunkan dua gadis calon Knight itu.
Sesungguhnya, ketika aku menggerak-gerakkan badanku dalam gerakan pemanasan seperti yang diajarkan instruktur Cannabas, aku membatin dalam hati dan berkata gembira.
"Seperti Inikah rasanya kekuatan seseorang yang akan melangkah dalam penerobosan peringkat. Inikah yang namanya kondisi botol neck" batin ku gembira.
Bottleneck adalah kondisi atau posisi dimana seseorang telah berada di ujung daripada kultivasi nya, dan hanya menunggu beberapa saat atau menunggu satu simulasi saja, untuk kemudian individu itu akan meningkat ke level yang lebih lanjut dari kemampuan ranah sihir mereka.
Aku memang telah bangun dengan tubuh segar penuh kekuatan, lalu aku bersiap-siap membersihkan diri untuk pergi ke kafetaria bersama Yasmin dan Salome, untuk menikmati sarapan pagi.Berulang kali aku meminta tambahan minuman yaitu susu segar dan omelet telur pada pelayan.
Aku lupa bercerita. Meskipun ini adalah akademi negeri, namun kami juga dilayani oleh pelayan, yang bersikap sopan dan menganggap kami sebagai calon penyihir atau Knight. Aku suka bercakap-cakap dengan beberapa pelayan, karena ketika aku akrab dengan mereka, kadang kala aku di beri ekstra makanan untuk kubawa ke kamar. (akhir-akhir ini selera makan ku meningkat. Mungkin karena aku akan menerobos menjadi asisten sihir level satu, hiburku pada diri sendiri).
Setelah selesai dengan sarapan pagi kami, aku bergegas pergi ke kelas ku, menghadiri kelas pertempuran yang diajarkan oleh instruktur Cannabas.
Ketika ini, kekuatan tempurku sesuai statistik yang aku periksa di laboratorium telah mencapai nilai 0,5 terbilang cukup bagus untuk calon penyihir seperti aku. Kemudian ketika praktek tempur dilaksanakan, aku tidak lagi mengalami kesulitan ketika diajak untuk melakukan sparing tempur melawan seorang gadis Knight yang bernama Rose
Rose ini dengan Sigap menghujam daguku dengan tinju jep-jep
Wush !
Tapi aku dengan sangat santai berputar berbalik ke belakang dalam keadaan cepat lalu kemudian kaki kiri ku melayang dan tepat menghantam dada Rose..
Bam !
Gadis petarung itu jatuh tersungkur dengan meringis sambil memperlihatkan wajah kesakitan.
__ADS_1
Bersambung.
Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih.