Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea

Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea
Mantra Pemanggilan


__ADS_3


Sesungguhnya aku amatlah terpukul dengan perjalanan ketika pergi ke planet Black Area. Aku mengamati bahwa tingkat kemampuan sihir ku asisten sihir level 1 ini, level yang awal-awal amat aku banggakan, sama sekali bukan apa-apa jika dibandingkan pedagang- pedagang di Black Area.


"Asisten sihir level satu? Huh hal aku banggakan itu tak lebih sebuah lelucon jika dibandingkan dengan orang-orang yang berada di luar sana" batin ku geli.


Baru saja di tempat kecil perdagangan bahan ilegal itu, aku telah demikian minder. Bagaimana jika menghadapi pasukan musuh di perang nanti? Bertambah galau.


Jelas saja saat ini aku menjadi ragu-ragu dengan kemampuan yang terlampau rendah. Mungkin aku hanya akan menjadi umpan senjata atau makanan lezat bagi penyihir dengan mantra-mantra sihir canggih, yang menjadi lawan di medan perang nanti.


Aku lantas teringat sesuatu. Sebenarnya aku masih memiliki satu mantra lagi. Mantra pemanggilan roh yang belum pernah aku praktekkan.


"Mungkin ini adalah saat yang tepat menggunakan mantra itu" batinku.


Aku bergegas kembali ke ruang penyewaan yang telah aku sewa dan mulai mempersiapkan apa-apa yang akan dipakai selama pemanggilan roh itu.


"Bubuk pemikat, dupa.. semua ada. Namun alat tulis, tinta dan lilin lemak Beruang yg harus aku beli" batinku.


Aku berencana akan memanggil roh Foliot, mahluk gaib yang jelas-jelas lebih kuat kemampuan sihirnya dibandingkan Imp.


Menurut teori sihir yang aku pelajari di kelas, Foliot ini adalah roh halus yang sangat cocok dipakai sebagai tenaga mata-mata, atau kegiatan kegiatan penting di luar pekerjaan bersih-bersih, seperti kemampuan Imp.


Setelah merapikan ruangan tempatku untuk nanti melakukan pemanggilan roh, buru-buru pergi ke Area Perdagangan Akademi, menjumpai Fatty di Toko Billy.


Tanpa basa- basi aku langsung memerintah,


"Tolong berikan padaku alat tulis untuk mantra pemanggilan, lengkap tinta sihir. Jangan lupa aku juga butuh lilin yang terbuat dari lemak Beruang. Setidak nya mahluk hidup, bukan lemak tumbuhan" kataku kepada Fatty.


Meskipun Fatty terlihat seperti akan bertanya-tanya, menggali informasi.. namun aku tidak memperdulikannya. Aku langsung meraup tangkas semua pesananku, setelah memeriksanya baik-baik.


"Lilin 10 buah, alat tulis sihir dengan tinta sihirnya.. oke" Dan aku bertanya sekali lagi, mengkonfirmasi.


Aku hanya memastikan. Betulkah ini adalah lilin yang terbuat dari lemak beruang? Mantra pemanggilan tidak akan berfungsi jika lilin bukanlah lilin lemak makhluk hidup - sepanjang bukan lemak tanaman" Fatty memastikan bahwa itu benar.


"Itu adalah lilin lemak Beruang. Jika kau ingin yang terbuat dari lemak manusia pun, aku punya. Akan tetapi jangan terkejut mendengar harga nya" Kata Fatty tersinggung.


Aku tak memperhatikan rasa tersinggung. Dengan bergegas aku meninggalkan Toko Billy.


Di Ruang pemanggilan itu aku mulai duduk bersila, setelah sebelumnya aku membuat gambar pentagram yang menggunakan alat tulis serta tinta sihir ya aku beli dari toko Billy.


Lalu aku meletakkan lilin lilin yang terbuat dari lemak beruang, dengan khidmat itu tiap sudut pentagram yang aku gambar. Semua aku lakukan dengan teliti, berusaha tidak ada cacat cela, mantra ritual pemanggilan.

__ADS_1


Tak puas, aku memeriksa sekali lagi agar tidak terdapat celah dari pentagram yang aku gambar itu. Perlu kalian ketahui bahwa pemanggilan roh adalah suatu teknik yang berbahaya.


Ketika belum terjadi kontrak antara penyihir sang pemanggil dengan roh mahluk halus yang dipanggil itu, roh tersebut cenderung untuk mencari jalan untuk keluar dari pentagram da menyerang, melukai bahkan mungkin membunuh penyihir. Tentu saja aku tidak mau mati konyol. Aku belum memiliki kekuatan untuk bertempur melawan Foliot. Namun jika dia mau menjadi budak kontrakku, aku dapat menyakitinya jika dia membangkang.


Setelah aku yakin dan percaya bahwa tidak terdapat celah pada gambar pentagram itu, aku duduk bersila menjaga jarak dari pentagram tersebut dan mulai membacakan mantra mantra pemanggilan.


Tanganku melambai-lambai berteriak dalam bahasa kuno "Datanglah.. !"


Seketika asap putih tebal muncul dan terlihat membentuk siluet mahluk kate, samar di tengah-tengah pentagram itu. Sosoknya menjadi nyata membentuk satu makhluk kecil buruk rupa.


"Siapa yang memanggil aku?" Katanya malas


Aku lantas memeriksa kemampuan sihir makhluk buruk itu menggunakan benakku. Kenyataan bahwa aku mendapati bahwa makhluk yang baru datang itu adalah Foliot berkekuatan rendah, sedikit lebih tinggi dari Imp yang ku bantai beberapa waktu lalu.


"Cih.. Aku tak sudi mempekerjakan roh yang memiliki kekuatan rendah" Omelku.


Dengan Jijik aku Melambaikan tangan dan memerintahkan makhluk tersebut pergi. Asap putih muncul, menelan si buruk rupa, lalu sang roh menghilang


Sekali lagi Aku mengucapkan mantra-mantra, mengeluarkan semua energi sihir dan kembali melambaikan tangan untuk memanggil.


"Datanglah folio terkuat !" Dalam hati aku berdoa, semoga bukan makhluk lemah kali ini.


"Gadis kecil...


Kekuatanmu yang rendah ini, berani-berani memanggilku?" Wajah Buruk itu kini terlihat sedikit senang. Mungkin dia terhibur ketika menghina kemampuanku.


Dengan penuh percaya diri aku menjawab,


"Aku akan pergi berperang.


Aku memintamu untuk bekerja dengan ku, sebagai mata-mata dan pekerjaan-pekerjaan mencari informasi lainnya. Kuharap kau mau melakukan kontrak dengan ku"


Dengan wajah jijik dan nada mencibir Foliot itu berkata,


"Apa yang akan kamu berikan padaku jika aku bekerja padamu. Kau hanya satu sosok gadis lemah.. " dia lalu tertawa


Aku lalu melempar cat dan alat tulis ke gamba pentagram. Lalu aku menambah api di lilin dengan kekuatan sihir pemanggil api.


"Kalau begitu kau akan selamanya terkubur permanen di pentagram itu.


Api ini akan membakarmu" kata ku tertawa keras. Aku dengan tak berperasaan melihat api dari lilin mulai membakar si foliot.

__ADS_1


Dari dalam pentagram aku mendengar teriakan melolong, menjerit kesakitan. Mungkin memikirkan energinya yang akan habis jika aku mengurung dia di dalam pentagram selamanya, serta api yang selalu ku panggil untuk menyiksa, pada akhirnya Foliot itu mengiyakan permintaan ku, mau menjadi roh budak kontrakanku.


Aku berjanji masa kontrak itu hanya selama masa perang saja. Perlu diketahui bahwa makhluk-makhluk roh seperti ini adalah jahat dan licik.


Mereka selalu mencari-cari celah untuk membunuh atau melukai Master yang memanggil mereka. Semakin cepat penyihir mengakhiri misi dan kontrak dengan mereka, semakin baik adanya.


Oleh karena itu setiap pemanggil selalu menentukan batas waktu kontrak antara penyihir master dengan roh budak, guna menghindari hal-hal tidak yang diinginkan.


Hal ini tentu berbeda hal jika dibandingkan dengan para penyihir kelas atas atau magus yang telah bersertifikasi. Mereka yang berkekuatan tinggi itu, tentu saja tidak terlalu di pusingkan akan jangka waktu kontrak dengan makhluk halus.


Sesudahnya.. aku tertawa senang, ketika menghapus lukisan pentagram, dan membebaskan Foliot yang belakangan aku tahu bernama Zimmer.


Zimmer mengikutiku dari belakang, dan aku mulai memberi misi pertama.


"Tugas pertamamu adalah pergi mencari tahu perang yang akan terjadi ini karena apa?


Dan tolong pastikan. Negeri Dorado kami akan melawan negara mana saja" Kataku sok memerintah. Tak puas aku menambahkan kata-kata pedas.


"Usahakan untuk menyamar sebagai manusia. Dan tolong jangan menampilkan wajah jelek mu itu !


Aku tidak ingin orang-orang menjerit ketakutan ketika melihat penampilan mu" Kata ku memerintahkan Zimmer pergi.


******


Langkah selanjutnya, tentu saja aku harus meningkatkan kemampuan sihir ku, setidaknya berada di level 2 Asisten sihir.


Aku hari itu juga mengunjungi toko alkimia dan keperluan sihir di Akademi kami yang menjual Air mata Unicorn.


Sebelumnya aku pernah menanyakan kepada diri apakah kepada Billy apakah dia menjual Air mata Unicorn? Kenyataan Billie tidak menyediakan benda itu.


Aku melangkahkan kaki ke toko akademi dan menanyakan Air mata Unicorn kepada penjaga berwajah malas itu.


Aku seketika tercengang bercampur gembira ketika mendengar petugas di Toko Alchemist itu mengatakan bahwa semua barang dijual setengah harga atau diskon, khusus untuk para Siswa yang akan pergi berperang, khusus untuk para penyihir calon Magus.


Aku lantas membayar cepat-cepat, takut kalau si penjual salah menjual lalu membatalkan transaksi. Langkahku setengah berlari, setelah mengantongi air mata yunikon sebanyak 2 ampul.


Malam harinya aku menenggak 2 ampul Air mata Unicorn itu lalu berlatih Siu-lian, berharap kenaikan level ku akan berlangsung dengan cepat.


Bersambung.


   Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2