
Semua orang di pesta itu kagum melihat penampilanku. Wing of Rainbow memang pantas dikenakan oleh seorang perempuan, dibanding laki-laki.
"Warna mencolok nya sepertinya memang disediakan untuk satu penyihir perempuan.
Dan kau adalah sosok yang ditakdirkan itu Lea" kata Alkemis Ferdous dengan kekaguman.
Aku menjadi bintang di acara pesta kecil itu, mengalahkan cemerlangnya Tuan Kota Rostam Tajik yang mencoba memamerkan pedang yang baru di belinya.
"Meski Pedang Tuan Rostam adalah satu artefak tempur, akan tetapi pesona nya jelas kalah dibanding The Wing of Rainbow punyamu" bisik Alkemis Ferdous kepadaku.
Bibirku hanya tersenyum, mencoba untuk tidak terlihat menyombongkan diri. Tapi aku tatapan mata agak cemburu di wajah beberapa Knight dan Asisten sihir di ruangan itu.
Teng - teng - teng
Suara gelas diketuk menggunakan sendok. Itulah Tuan Kota Rostam Tajik. Sepertinya dia akan membuat pengumuman.
__ADS_1
Semua tamu undangan diam seketika, mencermati apa yang akan dikatakan Penguasa Kota itu.
"Sebagai Tuan Kota, dari Kota Sahireb ini, aku mengucapkan terima kasih atas kedatangan semua Asisten Knight dan Asisten Sihir di acara kumpul-kumpul ini.
Sebagai Tuan Kota, biarlah aku yang rendah mengucapkan terima kasih atas bantuan anda semua, menjaga ketenangan kota sehingga ada lagi pengacau-pengacau di kota Sahireb, singkat kata kini tingkat kejahatan telah jauh berkurang.
Namun perlu diketahui, kalau saat ini di Gurun Atulla ada terdapat beberapa kendala baru. Aku memperoleh laporan dari pedagang yang melewati jalur sutra, dimana mereka terganggu dengan beberapa pencoleng" kami semua saling memandang. Rupanya telah ada lagi pengganggu yang mengambil keuntungan di kala keadaan mulai membaik.
Tuan Roostam melanjutkan.
Semua orang Lantas memalingkan kepala menatap ke arahku. Hal ini tentu saja membuatku agak kurang enak. Aku takut kalau-kalau pujian berlebihan ini akan membuat banyak orang di ruangan yang terdiri dari Knight dan Penyihir itu menjadi benci terhadapku.
Tapi Tuan Roostam seolah-olah tidak peduli dan mengajukan kegelisahanku. Dia mengatakan bahwa kelompok Barisan Tengkorak Hitam ini akan diberantas oleh satu tim yang terdiri dari Knight dan penyihir, di utus dari Kota Sahireb.
"Akan disediakan 150 Kristal Eliksir peringkat tinggi, akan dibagi tiga oleh tim yang pergi nanti" kata Tuan Roostam.
__ADS_1
Lebih lanjut lagi Tuan Roostam berkata bahwa tim dari kota Sahireb akan dipimpin olehku sebagai pemimpin tim dan memilih anggota tim yaitu ; Asisten Sihir Hadi Shokoohi dan Assistant Knight Sattar Mosta'An.
Semua orang bertepuk tangan ketika Namaku diumumkan sebagai ketua tim. Asisten sihir Hadi dan asisten Knight Satar menghampiriku dan berkata bahwa mereka siap untuk pergi menjalani misi kapan saja aku memberi instruksi.
Tak kusangka sama sekali bahwa dua orang itu ternyata tidak menyimpan rasa iri kepadaku ini, sementara aku telah cemas kalau akan terbit rasa tidak suka kepadaku yang masih muda ini
Ini memberi rasa lega di dalam hatiku Aku tak ingin dalam menjalankan tugas atau misi ada anggota yang saling tidak menyukai. Jelas itu hanya akan membuat tugas kami bisa menjadi tidak sukses, karena jika tak ada kekompakkan dalam Tim, niscaya misi akan menemui banyak hambatan.
"Lalu kapan kami bisa memulai misi ini?" Tanya ku pada Tuan Roostam.
"Besok. Anda bertiga dapat pergi besok. Semakin cepat Kompol itu diberantas, akan semakin baik dan menimbulkan rasa aman bagi pelintas jalur sutra" jawab Tuan Roostam.
Bersambung.
Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih..
__ADS_1