
Pagi itu aku bangun kembali dengan tubuh yang segar, setelah semalaman kembali melakukan teknik pernapasan yang di sebut siulian, suatu teknik pernafasan rahasia yang tanpa sengaja aku temukan di sela-sela buku-buku perpustakaan akademi kami.
Sudah semestinya saat ini aku telah berangkat menuju ke Hutan Cemara angin guna berburu Binatang Roh Hitam (masksud hitam disini adalah hewan roh yang memiliki aura dark atau gelap atau mistis kegelapan).
Namun oleh karena aku masih begitu penasaran akan kemajuanku di dalam memanggil api sebesar bola tennis itu, sebagai mana kemampuan elementalis pada umumnya aku menjadi amat penasaran dan dengan hati yang perih, aku melihat token point kontribusku berkurang sebanyak satu point setelah petugas di laboratorium akademi, mendekatkan tokenku ke alat pemotongan saldo point kontribusi secara automatis.
Di tempat ini, di akademi militer ini, Point Kontribusi jauh lebih berharga di banding koin tembaga, perak bahkan koin emas sekalipun. Tentu saja, guna memperoleh benda tak berwujud itu, kami harus mati-matian pergi menyelesaikan misi akademi, dan mendapat beberapa point - itupun sesuai dengan bobot misi, apakah peringkat rendah, sedang atau berbahaya (tinggi).
Namun rasa pedih karena di potong nya poin kontribusiku tadi, terbayar sudah setelah aku melihat angka-angka yang muncul ketika aku selesai memegang slip giok pengukur statistik diri.
Catatan Statistik an. Lea - Siswa kelas dasar :
Kekuatan Tempur \= 0,75
Kelincahan \= 0,3
Daya Hidup \= 0,6
Kekuatan SIhir \= 1,25
Status \= Sehat
"Apa?" pekik ku girang didalam hati. Aku hampir melompat-lompat kegirangan ketika melihat statistiku nilai ku mengalami peningkatan kekuatan tempur, dari semula hanya 0,5 kini menjadi 0,75.
Demikian juga dengan kekuatan sihirku. Semula adalah 1, kini meningkat menjadi 1,25.
__ADS_1
"Kekuatan fisik dan kekuatan sihirku meningkat !
Baiklah aku harus bergegas menuju Hutan Cemara Angin" kataku gembira, memberi semangat diri sendiri.
******
Hutan Cemara Angin adalah satu Hutan besar, yang terletak tidak jauh dari Akademi Militer Kota Virgo kami. Hutan Cemara angin ini bersebelahan dengan jajaran pegunungan yang tinggi bernama Gunung Hantu. Beruntung sekali Negri Dorado kami terkurung pegunungan ini, sehingga tidak mudah di serang oleh pihak lawan, ketika terjadi perang di hamparan padan rumput setelah Gunung Hantu.
Aku melangkah dengan gembira, namun tidak mengurangi kewaspadaanku karena aku tahu. Di Hutan Cemara Angin ini, ada banyak sekali hewan-hewan gelap atau Dark Beast yang memiliki peringkat tinggi, yang jelas-jelas bukanlah lawanku sebagai seorang pemula.
Matahari tepat berada diatas kepala, namun aku bersyukur pohon-pohon lebat di Hutan Cemara Angin melindungiku dari terik matahari, sehingga aku memutuskan untuk mengaso sambil menikmati bekal yang aku bawa dari akademi.
Sambil menikmati bekal makan siangku, aku memperhatikan baik-baik batas-batas yang tak boleh di langgar, dimana aku hanya di ijinkan untuk berada di wilayah Dark Beast level satu saja - jika aku tidak kepingin mati, minimal luka parah.
******
Aku memandang takjub kearah atas hutan, yang cukup rimbun dipenuhi daun-daun pohon Ek, yang serasa seperti hamparan permadani beludru berwarna hijau gelap, di atas kepalaku. Sesekali cahaya bintang atau rembulan muncul, ketika hamparan beludru diatas itu, bergerak ringan tertiup angin malam.
Bulu kudukku seketika berdiri, meyerupai jarum-jarum kecil, di atas tanganku dan tengkukku, ketika aku mendengar lolongan suara serigala atau anjung atau rase, yang pasti itu adalah hewan malam yang mulai mencari-cari mangsa di kegelapan malam.
Kewaspadaanku meningkat pada level tertinggi pada waktu suara serigal itu, terdengar semakin keras, pertanda dia semakin dekat dengan keberadaanku.
Brak !
Aku menghindar secara refleks, ketika sesuatu seperti suara hati, memberiku peringatan bahwa aku di intai dan di jadikan target oleh mahluk malam itu. Beruntung sekali aku lolos dari terjangan mahluk itu, yang kini terlihat menatapku buas sambil mengeluarkan air liur yang mentes-netes membasahi tanah.
__ADS_1
"Ini dia.. Seriga Perak Level satu yang aku tunggu-tunggu" batinku gembira. Tidak ada yang aku takuti sama sekali. Aku begitu percaya diri dengan kekuatan sihir dan fisikku, setelah berlatih siulian teknik rahasia itu.
"Datang lah kemari kalau kau berani"tantangku ke arah serigala yang mulai melangkah pelan-pelan menuju tempat di mana aku berdiri dalam posisi kuda-kuda tempur.
Whoaa ! Jerita mahluk Dark Beast itu, yang melompat cepat, menerkam kearah tubuhku.
Mata mahluk itu terlihat mengerikan terkena pantulan cahaya rembulan. Itu berwarna hampir mirip salju keabu-abuan terang. Seluruh tubuh serigala itu berwarna putih bersih, namun wajahnya terlihat ganas seperti iblis.
Kelebatan sang serigala kini dekat sekitar lima jengkal dari dadaku, kelihatannya akan di sobek-sobek oleh mahluk iblis itu.
"Kamu terlalu banyak bermimpi !" kataku pelan.
Saati itu aku mengerahkan konsetrasi ku dengan penuh, lalu aku mendorong hawa hangat dari benak dan dari sumber kekuatan di bagian perutku
"Fire !" suaraku terdengar lebih menyerupai tangisan, ketika merapal mantra dan memanggil api ketika itu.
Aku melihat sekilas ada raut terkejut dan penyesalan dari serigal perak ketika tubuhnya masih melayang, makin dekat dua jengkal dari dadaku.
Dengan ringan aku menjentikkan api sebesar *** tenis itu, yang kemudian menyala semakin besar dan seperti menghadang serigala perak yang berkelebat cepat menuju dadaku.
Buk !
Aku mendengar erangan kecil dari serigala perak, ketika dia membentur api sihirku sebagai elementalis, yang seketika kekuatan api yang kupanggil itu langsung mencabut nyawa serigala perak malang itu.
Aku menatap penuh rasa kagum, ketika melihat korban pertamaku - serigala perak, suatu Dark Beast hewan jroh jahat peringkat satu, yang mati dalam sekali hentakan api sihirku. Aku tersenyum puas atas kekuatan baru ku, dan begitu bersemangat meluap sambil memikirkan Eliksir yang akan aku peroleh, dengan menjual semua sumber daya dari mahluk bernama Serigala Perak ini.
__ADS_1
Bersambung.
Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih