
Dengan jujur aku berkata bahwa aku tidak tahu apa-apa. Ketika pada akhirnya aku bersuara seperti tadi, Instruktur Trisoka berkata pelan,
"Menjadi seorang elementalist bukan berarti kamu adalah satu summoner yang hebat"
Sakandhi Rokana !"
"Ya Master" jawab Sakandhi mantap.
"Jelaskan apa itu Imp, Foliot, Jin, Afrit dan Marit.
Dua makhluk paling belakang, jangan di jawab. Sisakan untuk Chnno menjawabnya. Biarkan Lea mendengar penjelasan kalian" kata instruktur Trisoka.
Sakandhi berdiri dalam sikap siap dan bersuara lantang.
"Imp adalah kelompok roh berkekuatan sihir terlemah di antara lima roh yang anda sebutkan. Imp ini adalah mahluk halus yang kasar namun tidak terlalu berbahaya.
Imp hanya cocok di perbudak untuk menjadi sekedar pekerjaan sederhana seperti membersihkan rumah atau petugas pembawa pesan" kata Sakandhi, diikuti anggukan kepala setuju Instruktur Trisoka.
Aku seketika dilanda rasa rendah diri. Sakandhi demikian lancar dan paham akan hal-hal ini. Jelas dia telah mempelajarinya dari sejak masih di rumah dengan membaca banyak buku-buku pengetahuan, pikirku dengan iri. Namun aku tak membiarkan diriku larut dalam rasa sedih dan minder ini. "Aku harus belajar lebih keras lagi" batinku.
Suara Sakandhi terdengar lagi dan memulai sesi penjelasannya.
__ADS_1
"Foliot adalah roh yang lebih berpotensi dalam hal sihir dibanding imp.
Keahlian Foliot di dalam teknik merubah penampilan, membuat makhluk ini cocok untuk dipekerjakan sebagai mata-mata !"
"Bagus !" pui Trisoka yang membuat hidung Sakandhi terlihat kembang kempis. Diam-diam aku muak melihat wajah arogan itu.
"Jin adalah kelas terbesar dari tiga yang disebutkan ini. Namun kekuatan sihir dan tempurnya jauh lebih lemah dibanding Afrit dan Marit, tidak membuat jin menjadi buruk. Jin adalah favorit para penyihir berkemampuan tinggi dikarenakan jin memiliki banyak sekali teknik-teknik kuno dan mantra-mantra aneh yang dapat dipelajari penyihir" pungkas Sakandhi mengakhiri penjelasannya.
Wajah Trisoka menjadi terang karena senang.
"Bagus sekali Sakandhi. Sepuluh point kontribusi untuk mu karena menjawab pertanyaanku dengan jelas"
Gadis itu, Chinno dengan percaya diri langsung berdiri dan berkata-kata dengan lantang.
"Afrit adalah kelompok roh yang memiliki kekuatan besar, ibarat kata menyerupai banteng.
Di dalam peperangan, Afrit sering sekali berada di barisan terdepan sebagai petarung dan penjaga emas. Hanya penyihir hebat yang dapat memanggil roh ini"
Aku semakin merasa kecil ketika melihat Chinno pun memiliki pengetahuan sihir, sama seperti Sakandhi. Sementara aku? aku hanyalah perempuan dusun seperti yang dikatakan Chinno beberapa waktu lalu. Kini tekadku semakin bulat. Aku akan mengurung diri di perpustakaan, mempelajari tentang sihir sebanyak mungkin. Pengetahuan ku jauh tertinggal dibanding dua kawan sekelas ku ini.
Lamunanku buyar ketika Chinno bersuara membelah heningnya ruangan yang hanya diisi tiga siswa ini.
__ADS_1
"Marit adalah makhluk roh terkuat di antara lima jenis ini. Afrit memiliki samaran yang halus dan bijaksana sebelum pada akhirnya dia akan berubah menjadi sesuatu yang mengerikan.
Karena kekuatannya ini, Afrit hanya dipekerjakan oleh penyihir-penyihir terhebat sepanjang zaman" kata Chinno mengakhiri ceramahnya.
Instruktur Trisoka bertepuk tangan keras-keras dan mengumumkan kalau Cinno sama beruntungnya dengan Sakandhi.
"Sepuluh poin kontribusi untuk Chinno Akae"
Suara instruktur Trisoka membuat Chinno memekik senang. Point Kontribusi adalah nilai yang sangat diperlukan di akademi ini di toko-toko resmi akademi, alat pembayaran hanya diterima jika kita menggunakan point kontribusi atau membayar menggunakan Eliksir.
Eliksir sendiri adalah semacam batu permata yang dibutuhkan penyihir, setelah disuling alkemis akan berguna untuk memperpanjang masa tempur, ketika penyihir menghabiskan energi dalam pertempuran. Itulah dunia sihir hanya menerima pembayaran jika kamu menggunakan eliksir.
Eliksir sendiri terdiri dari tiga jenis. Eliksir Kecil, Eliksir Sedang dan Eliksir besar. Tentu saja eliksir besar hanya dimiliki penyihir-penyihir tangguh, atau mungkin raja-raja dari negri-negri yang berbentuk kerajaan atau kekaisaran.
Instruktur Trisoka melanjutkan kelas dengan mengajarkan teknik pemanggilan, dan cara menggambar pentagram ketika penyihir memanggil roh.
"Ingat, hanya penyihir berlisensi yang diizinkan untuk melakukan pemanggilan, dan hanya penyihir kuat yang dapat melakukan pemanggilan ini" kata Trisoka menekankan kata-katanya.
Bersambung.
Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih.
__ADS_1