Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea

Lea, Kisah Para Magus Benua Casiopea
Perjumpaan Pertama dengan Zalrin


__ADS_3

   Waktu pun berlalu begitu cepat tanpa terasa, ibaratnya seperti asap yang demikian cepat memudar, begitulah aku telah menjalani kehidupan dengan normal selama lebih dari 2 minggu Di kota Obsidian ini, dengan hanya mengurung diri di dalam Puri.


   Pelan-pelan aku bahkan mulai membiasakan diri untuk persahabatan, bahkan berusaha menjadi akrab dengan semua pekerja Vampire di Puri Kravas, atau yang mereka sebut sebagai Lord Krafas. 


   Meskipun di Puri itu ada terdapat 6 vampir yang bekerja sebagai, juru masak, tukang bersih-bersih, juru kebun yang masing-masing bernama Scrub, Brown, Oger, Betty, Jo dan dan Khab, namun aku merasa paling akrab dengan Betty, Vampire perempuan juru masak itu. 


   Entah mengapa aku merasa bahwa Betty sedikit lebih berempati dan peduli dengan keberadaan ku di Puri itu, meski aku tidak lebih dari seorang tawanan di mata Lord Kravas.


   Setelah berminggu- minggu tinggal di Puri itu, aku mencatat kalau tidak selamanya Kravas akan berada dalam di Puri bangsawan nya di kota obsidian itu.


   Seringkali Kravas menghilang beberapa hari lamanya. Yang ketika aku tanyakan pada Betty, dia berkata,


"Kravas itu adalah seorang pemimpin di Pulau Minnetou ini. Dengan demikian, ada banyak sekali hal yang harus dia urus misalnya ketika terjadi penyerangan Monster Laut atau Makhluk-makhluk buas lainnya, yang tidak terduga menyerang penduduk kota vampire itu". 


"Lord Kravas sebagai Pemimpin tertinggi di kota, yang juga adalah  bangsawan yang memiliki kemampuan sihir paling tinggi diantara semua kaumnya, harus pergi dan melindungi rakyatnya" tegas Betty.


   Aku hanya mengangguk-angguk kepala setelah ceramah panjang lebar dari Betty. Diam-diam aku cukup kagum dengan kepedulian dan rasa tanggung jawab Kravas yang besar terhadap rakyat di Pulau Minnetou ini.


******


   Hari ini adalah minggu ke-3 setelah aku tinggal di Puri Kravas. 


   Saat itu aku mendengar suara seorang perempuan yang terdengar bernada genit dan merayu-rayu, kedengaran jelas berbicara keras dengan efek suara mendesah- desah menjijikan.


   Aku teringat akan suara kepura puraan Adele dan kawan-kawan nya ketika beraksi sebagai perempuan penghibur di Kota Scorpio kami. Suara ******* menggoda ini, terdengar mirip sekali dengan ******* perempuan malam, kawan-kawan Adele.


   Saat mendengar suara genit bercampur kepalsuan itu, itu aku sedang berada di dapur bersama dengan Betty dan membantunya, sambil mendengar dia bercerita kisah-kisah heroik Kravas. 


   Sesungguhnya aku tidak diizinkan untuk membantu di dapur, sehingga yang kumaksud membantu disini adalah hanya duduk- duduk sambil bergunjing dan melihat teknik memasak Betty yang terkesan klasik, ala hidangan kaum bangsawan. 

__ADS_1


   Suara cekikikan palsu itu demikian keras, sampai-sampai seisi rumah pasti mendengarnya.  Dengan dipenuhi rasa ingin tahu yang besar, aku mengintip dari sela-sela pintu di dapur. 


   Pemandangan yang kulihat adalah seorang perempuan yang memiliki rambut berwarna gelap, demikian gelap dalam gradasi hitam sekelam malam. 


   Rambut hitamnya panjang terurai, jatuh menjuntai air terjun, panjangnya hingga ke punggung putihnya, dengan busana yang mempertontonkan punggung. 


   Warna hitam rambutnya itu amatlah kontras dibanding punggung putih sepucat bulan, tapi serasi dan senada dengan warna 2 bola matanya yang  hitam, yang lebar itu. Penampilannya sungguh memberi kesan dramatis tapi menawan.


   Aku mengira-ngira tinggi perempuan Vampire itu mungkin sedikit lebih tinggi daripada diriku. Aku memiliki tinggi tubuh 171 cm cukup jangkung, namun perempuan lebih tinggi lagi, mungkin tinggi badannya kira-kira 174 cm 


   Kakinya terlihat jenjang dan panjang- panjang. Mungkin ini adalah kaki terjenjang yang pernah aku lihat. 


   Badan perempuan Vampire itu amatlah langsing bahkan mungkin menurut pendapatku, dia kurus. Meskipun demikian, tubuh kurus tinggi itu tertutupi kulit pucatnya yang berwarna seperti cahaya Bulan Purnama. Secara keseluruhan, dia terlihat sangat menawan dengan pancaran Kharisma daya magis. 


   Ketika dia melipat kaki jenjangnya, kentara sekali dia  berusaha untuk lebih mendekatkan kaki jenjang itu ke arah paha Kravas. 


   Pipiku memerah karena rasa malu melihat tindakan tidak tahu malu itu.


   Aku kembali fokus dan mendekati Betty. Tangan Betty memang cekatan dalam mengiris sayuran dan daging. Sambil tangannya mengiris irisan sayur dan meramu bumbu, samar-samar aku mendengar Betty menggumam.


"Perempuan itu adalah Vampir bernama zalrin, yang pernah aku ceritakan dulu.


   Dia begitu tergila-gila kepada tuan Kravas Sehingga kadang-kadang dia bersikap berlebihan seolah-olah Lord Kravas adalah calon suaminya" desis Betty. 


   Aku baru saja akan menanyakan suatu pertanyaan kepada Betty, suatu pertanyaan yang ada hubungannya dengan Kravas dan Zalrin. 


   Entah mengapa aku merasa kurang senang ketika melihat perempuan itu terlihat genit dan menggoda Kravas. Padahal jelas-jelas antara aku dan Kravas tidak ada hubungan apa-apa sama sekali. Hubungan kami tidak lebih daripada seorang Pemimpin Vampire yang menawan satu tawanan perang, dan sedikit bermurah hati dengan membiarkan tawanan itu hidup bebas dan belum mengambil keputusan, kapan waktunya mengeksekusi tawanan tersebut. 


   Pertanyaan ku pada Betty terhenti di tengah jalan, ketika aku mendengar suara langkah kaki yang bunyinya memantul-mantul sol sepatu di lantai, yang bunyinya demikian keras 'Tok tok tok!'. 

__ADS_1


   Seketika itu juga, aku dan Betty memalingkan kepala kami dan melihat ke arah pintu di dapur.


Bom !


   Satu sosok yang cantik seperti putri Kayangan, namun berkabut keangkuhan itu, terlihat berdiri di pintu dapur dengan gaya congkak, dan dua tangannya berkacak pinggang.


   Dia mengenakan sepatu boot yang tingginya kira-kira lebih dari 7 cm, bahkan mungkin 10 cm,  sehingga membuat penampilannya terlihat semakin jangkung di balik balutan busana serba ketat, terusan lengan panjang ketat berbelahan punggung dalam, dengan celana panjang ketat, yang semua berwarna ungu gelap memberi kesan dramatis. 


   Di lehernya tergantung kalung yang terbuat dari Platinum bertatahkan Batu batu Berlian, yang berkilauan membuat penampilannya semakin bercahaya dan mistis.


   Perempuan Vampire bernama Zalrin itu berkata dalam suara congkak, 


"Jadi ...


   kamu ini adalah Lea, sang pemanggil api itu?" Nada suaranya merendahkan.


"Kenyataannya, aku melihat dari struktur tulang mu dan proporsi badanmu, kau tidak memiliki kualifikasi untuk di sebut satu seorang petarung. 


   Bahkan.. dengan melihatmu menyibukkan diri di dapur di samping tukang masak itu, ...


   Aku menyarankan. Lebih baik kau memilih profesi lain, sebagai koki atau Juru Masak misalnya..  ketimbang kau berupaya sia-sia menjadi seorang petarung !"


   Betty melirikku yang terlihat terdiam dengan kata-kata tidak sopan dan penuh intimidasi itu.  Jelas- jelas Betty ingin melihat tanggapan ku, bahkan mungkin perang antar dua betina.


   Meski suara Zalrin terdengar penuh ejekan dan intimidasi, sudah sepantasnya jika aku sangat terkejut mendengar kata-kata ejekan seperti itu, bahkan itu adalah perjumpaan pertama dengan seseorang yang sama sekali tidak aku kenal, Zalrin. 


   Akan tetapi, Betty telah berulang kali menyebutkan dan memberi wanti-wanti kepadaku agar berhati-hati dengan perempuan vampir bermulut setajam pisau ini. Tentu saja aku telah menyiapkan apa saja yang akan aku counter, ketika mendapat serangan dari Zalrin. 


   

__ADS_1


Bersambung.


   Jika kamu suka cerita ini, dukung author dengan memberi like dan subscribe novel ini untuk pemberitahuan update nya. Terima kasih..


__ADS_2