
di kediaman SMITH
di sinilah amelia di manja dan di perlakukan seperti ratu oleh mommy dan daddy dari ketiga anak yg sdh tidak lagi bersama mereka
"mom dad aku izin keluar yah?" tutur amelia meminta izin
"baiklah, tapi tdk lewat dari jam 10 malam" ucap sang daddy
"tapi dad" tutur amelia terpotong.
"Jam sepuluh atau tidak sama sekali" finish sang daddy
"huuh, baiklah dad" akhirnya amelia berangkat dengan wajah yg di tekuk
**Skip mansion abraham
Jam menunjukan 06.36 alexsa tengah bersiap di kamar, ia mengenakan kaos oblong berwarna hitam di padukan dengan jins putih dan snaekers berwarna hitam putih tak lupa tas selempang berwarna putih.
"kek aku mau pamit keluar dulu ingin bertemu temanku" cicit alexsa pada sang kakek dengan puppy eyesnya
"baiklah, jangan pulang terlalu malam dan hati hati di jalan" kata kakek sembari mengecup pipi alexsa
__ADS_1
alexsa terbiasa di manja oleh sang kakek, dan tuan stamfort pun tak tanggung tanggung memberikan segala kasih sayang nya pada alexsa seorang diri, karna istri dari tuan stamfort tidak di karuniai anak dan karna suatu hal istri dari tuan stamfort meninggal dunia akibat perbuatan dari saingan bisnis mereka. oleh sebab itulah tuan stamfort begitu menyayangi alexsa
saat ini alexsa tengah berada di salah satu cafe ternama di irlandia, dengan wajah yg terlihat kesal karna menunggu seseorang yg tak kunjung datang
"haiss, kemana mereka kenapa lama sekali" kata alexsa pada diri nya sendiri dengan nada yg kesal
tak selang lama tampaklah tiga orang muda memasuki cafe dan menjadi pusat perhatian, ya mereka adalah orang yg alexsa tunggu sedari tadi dan mereka merupakan kakak angkat dari alexsa yg bernama Brayen, Natalia, dan Jesen mereka bertemu di persimpangan jalan yg sepi mereka bertiga di hadang oleh preman dan kebetulan alexsa lewat di jalan itu dan membantu mereka alhasil mereka menjadi kakak angkat alexsa karna perbedaan umur mereka.
"apa saja yg kalian lakukan aku sudah hampir sejam menunggu di sini" sarkas alexsa tapi mereka bertiga hanya cengengesan
"maaf tadi jalan macet" kata jesen mewakili keduanya
"ya sudah duduklah" suru alexsa pada ketiga kakaknya
"saya pesan ini ini ini dan ini minumannya jus jeruk" kata natalia
"etdah lu gak makan seminggu yah perut kecil gitu masuknya segentong" kata jesen dengan nada mengejek sedangkan brayen hanya diam melihat adu mulut dari kedua temannya itu
"sudah" tanya alexsa dengan aura dingin
"hhmmm" balas mereka berdua kompak
__ADS_1
"saya pesan spagety dan jus alpukat" kata brayen dengan ekspresi datar miliknya
"saya samakan saja tapi minumannya es teh ya" kata jesen
sambil menunggu makanan datang mereka berbincang bincang tentang pembangunan perusahan yg akan berjalan di bidang virus dan anti virus karna brayen adalah salah satu hacker handal, dan juga akan berjalan di bidang industri, hotel, apart, resto, club, dan juga sekolah.
"baiklah apa nama perusahan kita nanti" tanya alexsa pada kakak kakaknya
"gimana kalo ALBRANATJES company" usul natalia dengan mulut penuh makanan
"telan dulu makanannya baru bicara" seru jesen sinis, tapi natalia tidak mengindahkannya
"baiklah, lumayan bagus juga" kata alexsa menerima usulan natalia
" bagaimana denganmu kak" tanya alexsa pada brayen yg sedari tadi hanya diam
"kalo kakak ikut saja" kata brayen pada alexsa
"Baiklah, jesen besok kau cari gedung pencakar langit untuk perusahaan kita" kata alexsa menatap jesen
"baik bos" kata jesen sembari hormat
__ADS_1
setelah perbincangan itu mereka pulang ke rumah masing Masing.