
keesokan harinya si kembar bersama ana hendak berangkat ke sekolah, mereka sekarang kelas 12 akhir karna saat rachel minta langsung kuliah itu sangat tidak mungkin jadi sang daddy hanya melompatkan kelas mereka saja, yg seharusnya mereka masih kelas 11 tapi yang namanya holkay yah apa yang nggak mungkin.
"rachel, alex cepatlah sarapan kita bisa terlambat!!".teriak anna menggema
" Morning All!!" teriak balik rachel dari arah tangga
" sudah berapa kali aku bilang jangan suka teriak teriak rachel" aiden bersuara dan membuat rachel mencebikan bibirnya
"ya sudah diam habiskan sarapannya nanti kita terlambat" sahut anna
setelah menyelesaikan ritual pagi mereka berangkat semua ke tujuan masing masing
si kembar dan anna menggunakan satu mobil karna sedang malas membawa masing masing, dan yang menjadi sopir kali ini adalah alex. Dengan wajah yang di tekuk ia mengemudikan mobil tersebut.
"yang tulus anak nakal, yang kau bawa bukan barang" ucap rachel karna melihat wajah alex di tekuk seperti itu.
"ish, iya iya kak ini tulus kok" sahut alex
"mana ada tulus seperti itu" gumam rachel
" ck..ck.. kalian bisa diam tidak" suara rendah itu membuat perdebatan berakhir.
tapi di tengah jalan yang lumayan sepi mobil mereka di hadang, sekitar ada sepuluh orang berbadan kekar membawa masing masing di tangannya satu besi.
"turun kalian, atau nyawa kalian taruhannya" ancam preman itu.
rahel menunjukan senyum smirknya dan aiden menyadari itu."jika ingin bermain pergilah". ucap aiden ajak anna sekalian untuk mengasah kemampuannya.
akhirnya anna keluar dan di susul rachel.
"wah anda sangat cantik nona, mari bermain sebentar saja" ucap preman tersebut
"baiklah ayo!!" sahut rachel
Rachel maju lebih dulu dan memberikan tendangan keras di bagian dada pria tersebut.
Bruukkk
"aarrrggghhh....bedebah kau!!". teriak orang itu
"oh ayolah paman itu hanya kaki mungil, apa sesakit itukah" ucap rachel dan ucapan itu dengan cepat membangkitkan amarahnya.
"aarrrgghh,,,maju kau sialan" teriak orang itu
__ADS_1
Bruukk
bbraakkk
kruaakk
bummm
mereka saling adu kekuatan besi yang di pegang sudah jatuh di tempat yang jauh. Tidak sebanding memang di mana 10 lawan 2 orang yang bahkan itu pun seorang perempuan.
alex dan aiden keluar dari mobil karna melihat rachel juga anna sudah mulai kelelahan.
Braakkkk
belum juga alax dan aiden mendekat terdengar suara orang yang terjatuh. Ternyata itu rachel yang sedang terduduk di pinggir jalan dengan menekan dadanya yang terkena pukulan keras.
"Brengsek kau!! ". aiden menggeram marah saat matanya menangkap keberadaan rachel yang tengah jatuh dan menekan dadanya
" beraninya kau melukai jiwaku" teriak aiden, tiba tiba suasana di sana menjadi pengap padahal mereka tengah berada di alam terbuka.
Braaakkk
bruukkk
dengan santai tapi mematikan aiden mematahkan tulang musuh menendang dan melempar musuh ke arah jalanan.
tapi saat mereka lengah, mereka tidak memperhatikan anna yang ada di belakang tengah berdiri sendirian, dari arah yang berlawanan di dalam hutan seseorang tengah membidik anna
Dor
satu tembakan berhasil mengalihkan perhatian si kembar dan mereka bertiga membelalakan matanya saat melihat anna telah tergeletak dan bersimbah darah.
aiden dengan cepat mengedarkan pandangannya, mata elang itu menangkap seseorang yang tengah berlari di tengah hutan dia sedikit mendapat petunjuk di leher orang tersebut terdapat sebuah tato tikus kecil.
aiden yang hendak pergi mengejar di hentikan oleh rachel.
" ai kau hendak ke mana?". tanya rachel
" aku akan membunuh orang tersebut" sahut aiden dengan nada dingin, sedangkan alex sibuk menelpon mafioso untuk membereskan kekacauan ini.
" jangan!!. Nanti saja lebih baik kita bawa kak anna ke rumah sakit dulu, aku takut terjadi sesuatu yang serius pada kak anna.
" baiklah ayo" jawab aiden dan menggendong anna ala bridal style
__ADS_1
mereka akhirnya tidak jadi ke sekolah tapi mereka putar arah ke rumah sakit.
sesampainya di rumah sakit keluarga sendiri, sudah ada dokter dan perawat yang menunggu dengan membawa kasur dorong tersebut.
"cepat tangani kakak saya" teriak aiden
"ai tenanglah kau membuat mereka takut" ucap rachel sembari mengusap lembut punggung aiden.
"alex apa kau sudah memberitahu orang rumah?". tanya aiden pada alex
"belum kak" jawab alex
"biar aku saja yang mengabarinya!" sahut rachel
"baiklah" ucap aiden dengan wajah masih terlihat panik dan menahan amarah.
rachel lebih dulu memberitahu sang kakak. Tidak ada tangisan karna memang mereka sudah biasa menghadapi hal seperti ini, tapi anna ia pasti terkejut dan syok mendapat kejadian ini.
"ada apa rachel?". tanya raymon setelah tersambung
" kak anna terluka" ucap rachel singkat
" Apa bagaimana bisa? ". terdengar suara raymon yang panik.
" dia terkena luka tembakan" jawab rachel
"baiklah kakak ke sana sekarang, di rumah sakit kekuarga kita kan?" tanya raymon
"iya kak " jawab rachel setelah itu ia memutuskan panggilannya
"hallo mom". ucap rachel saat panggilan tersambung
" ia ada apa rachel?". tanya alexsa
" mom kak anna terkena luka tembak" ucap rachel, dan reaksi sang mommy pun tak jauh berbeda dengan raymon.
"baiklah mommy ke sana sekarang, kau kabari daddymu" sahut alexsa
"hallo dad". ucap rachel lagi
"iya sayang ada apa?". tanya edward
"dad kak anna tekena luka tembak, segera datang ke rumah sakit keluarga kita" ucap rachel
__ADS_1
"baiklah sayang" sahut edward dan langsung mematikan sambungan telponnya.