
setelah perkelahian yg menegangkan kakak beradik itu kembali ke rumah sekitar pukul 3 subuh.
saat masuk ke pekarangan rumah aman saja Hingga memarkirkan mobil dan masuk ke dalam rumah, tapi ketika sampai di ruang tamu mereka di kejutkan dengan lampu yg tiba tiba menyala dan terdengar suara garang dari arah sofa.
"dari mana saja kalian!!. Kalian tau ini jam berapa?" suara garang itu ternyata berasal dari sang mommy dan juga terdapat daddynya yang duduk ateng sambil menatap tajam ke empat pemuda pemudi itu.
"kami dari bermain mom dad" jawab aiden karna sudah sangat ingin istirahat.( arti kata bermain anak anak mafia lain yah guys)
"mom kami lelah" terdengar suara rahel yang begitu di buat lembut sehingga sang daddy langsung berdiri lalu menghampiri sang putri
"mana yang sakit sayang?". tanya sang daddy sembari menatap khawatir pada sang putri dan itu membuat sang mommy hanya menatap jengah anak gadisnya yg dengan gampang meluluhkan daddy mereka
" ya sudah ayo istirahat" edward membimbing anak gadisnya menuju kamar
"ett kalian tetap di situ" cegah edward ketika ketiga anak laki lakinya hendak mengekor padanya.
"dengarkan kata mommy baru kalian bertiga boleh pergi, paham" seru edward sebelum berlalu ke kamar dan rachel yang sedang menjulurkan lidahnya ke arah tiga saudaranya
"kalian ini jika ingin bermain jangan diam diam seperti ini, karna itu akan membuat mommy dan daddy khawatir, mommy tidak melarang kalian karna mommy tau apa yang di lakukan anak anak mommy itu ada yang terbaik tapi tolong beritahu mommy dan daddy!! jika kalian berjalan sendiri seperti ini mommy dan daddy merasa tidak berguna sayang". ucap alexsa dengan mata yang telah berembun.
"mom bukan seperti, kami hanya tidak ingin ada yang menyakiti keluarga kami" aiden bersuara sedangkan kedua saudara lainnya telah mendekat pada sang mommy dan memeluk sang mommy dengan erat.
" maafkan kami mom" sahut raymon yg masih memeluk alexsa.
"ya sudah nanti jangan di ulangi yah, istirahat lah kalian pasti kelelahan" perintah sang mommy.
"siap mom" ucap mereka bertiga serampak
**
keesokan harinya seperti biasa si kembar pergi ke sekolah bersama ana dan raymon berangkat ke kantor.
"cepatlah rachel kita bisa terlambat" teriak ana dari dalam mobil.
"iya iya Sabar, aku ambil sepatu dulu" teriak rachel Lagi
"ayo berangkat". ucap rachel setelah sampai di samping mobil.
saat tidak terdengar suara ana rachel pun menengok dan dia mendapati ana yang tengah memberikan dia tatapan membunuh, seketika rachel diam dan hanya menunjukan cengiran kudanya
mereka akhirnya melajukan mobil menuju sekolah.
sesampainya di sekolah, seperti biasa kakak beradik itu menjadi pusat perhatian satu sekolah, banyak yang histeris melihat kecantikan rachel dan anna begitu pula para kaum hawa yang histeris melihat ketampanan aiden dan alex.
__ADS_1
^^^mereka berempat menuju ke kelasnya saat mereka masuk ke dalam kelas tiba tiba kelas senyap dan sedetik kemudian menjadi ramai, ada yang mengagumi, ada yang merasa iri, ada yg insecure, dan banyak reaksi lainnya yang di tunjukan orang orang dalan kelas tersebut.^^^
"apakah mereka tidak perna melihat orang tampan" narsis alex dan.
pletakkk
kepalanya di jitak oleh rachel
"aarrgghhh...kenapa kau menjitakku kak" protes alex
"hey anak nakal sejak kapan kau menjadi narsis juga centil seperti ini hah" sarkas rachel
"baiklah baiklah" sahut alex acuh
tak lama setelahnya guru pun datang dan pelajaranpun di mulai, saat belajar tiba tiba ponsel rachel berdering menandakan satu notifikasi masuk ke dalam ponselnya.
Abangkuš¤
"sayang pulang sekolah sudah ada bawahan kakak yang menjemputmu kau harus datang ke kantor dan temani kakak makan siang"
Princessā¤
"ada apa kak kenapa tumben kakak menyuruhku datang?"
Abangkuš¤
Princessā¤
"baiklah aku datang untuk mengusir para ****** yang ingin menggoda kakak tercintaku"
rachel dan raymon asik saling membalas chatingan sampai sampai guru yang sedang mengajar heran dengan sikap rachel namun dia juga tidak senang karna merasa tidak di hargai
"kamu yang duduk sambil bermain ponsel, maju kerjakan tugas ini" ucapan bu guru membuat rachel sadar bahwa dia sedang jadi pusat perhatian saat ini, tapi rachel tetap rachel dengan muka cuek dan datar ia maju dan mengerjakan tugas tersebut.
"*pasti dia tidak bisa mengerjakannya kan belum di jelaskan"
"kita lihat apakah princess kita pintar atau Bodoh "
"sok bangat sih jadi cewe*"
dan masih banyak lagi cibiran dari siswa siswi yang tidak menyukai Rachel atau pun yang hanya iri dengan rachel.
terbukti otak cantik dan pintar rachel turun dari sang mommy, tak sampai lima menit ia sudah menyelesaikan soal yang hampir satu papan tulis jawabannya.
__ADS_1
"*wah ternyata dia pintar juga"
"wah princess kita komplit yah"
"alah itu hanya kebetulan saja*".
**
setelah selesai semua mata pelajaran kakak beradik itu pun hendak pulang.
"selamat siang nona muda, tuan muda".sapa mafioso yang hendak menjemput rachel
"ada apa?" tanya aiden
"aku akan ke kantor kak raymon jadi kalian deluan saja yah" jawab rachel apa adanya
"ya sudah hati hati, kabari aku jika sudah sampai " peringat aiden
"siap tuan devil" jawab rachel
setelah itu rachel pun masuk ke dalam mobil dan mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju kantor raymon.
sesampainya di kantor raymon, rachel hendak turun tapi tiba tiba mafioso menahannya dan memberikan topi serta masker pada nona muda mereka.
"tuan raymon menyuruh anda memakai ini nona muda" ucap mafioso itu
"huuff baiklah" pasrah rachel
saat memasuki gedung pencakar langit itu semua mata tertuju pada rachel maski pun memakai topi juga masker aura kecantikannya tidak bisa di tutupi, tubuh indah bak gitar spanyol, kulit putih bersih rambut di geray menambah kesan sempurna pada rachel apalagi aura yang di pancarkan begitu berbeda dengan wanita wanita lain.
rachel masuk ke dalam lift dan menuju ruangan presdir, sesampainya di depan meja sekretaris rachel berhenti dan bertanya.
"permisi apa tuan raymonnya ada di dalam" tanya rachel dengan gaya datar dan suara dinginnya.
"apa sudah membuat janji? jika belum silakan pergi" ucap sekretaris tersebut rachel memandang sekretaris itu dari atas sampai sebatas meja, baju yang hampir memperlihatkan gunung kembarnya membuat rachel jijik saja.
" saya bertanya apakah dia ada atau tidak" tekanan yang rachel keluarkan membuat sekretaris yang bername tag dewi itu keringat dingin, tapi dia dengan cepat menyembunyikannya
" ada, tunggu sebentar" ucap dewi dengan nada bergetar
" silakan masuk, tapi presdir sedang ada tamu" ucap dewi namum rachel nyelonong masuk dan itu membuat dewi terpancing emosi
"baby" dengan lantang rachel membuka pintu dan memanggil kakaknya dengan sebutan baby
__ADS_1
semua atensi orang orang teralihkan ke arah rachel, sekitar ada tiga wanita di dalam dengan raymon sendiri, serta pakaian mereka yang menjijikan menurut rachel.