Leader Mafia Girl

Leader Mafia Girl
46


__ADS_3

"kau pasti sangat merindukan mommymu, mari peluk aku kau bisa menganggapku mommymu" seru alexsa raymon tidak membuang buang waktu iya memeluk alexsa dan menangis meraung di sana


"kau tumbuh dewasa dan tampan raymon" ucap alexsa membuat raymon tertegun dan mencerna kembali kata kata yg keluar dari mulut alexsa


"mommy hiks hiks kau kembali,, jangan perna tinggalkan kami lagi mom" tangis raymon kembali pecah dan itu membuat alexsa mengusap berkali kali punggung raymon


"honey, apa kau hanya akan melihatku saja dan tidak ingin memelukku" ujar alexsa membuat edward terkejut tapi tersenyum tampan


"baby aku sangat merindukanmu" peluk edward pada tubuh alexsa


"selama aku meninggalkanmu kau semakin tampan sayang" goda alexsa


tiba tiba pintu di buka dengan paksa


Brakkk


dan ternyata yang masuk adalah brayen natalia jesen dan juda daddy abraham


"sweety/adikku/sayang/cucuku" seru ke empat orang itu dengan girang


"kalian semua, siapa yang memberitahu kalian?" tanya edward


" anak tampanmu yang memberitahu kami" seru brayen dan raymon Hanya memperlihatkan deretan gigi rapihnya


"kalian tidak ingin memelukku" sahut alexsa dan mereka bergantian memeluk alexsa dan mengecup kening alexsa


"stop!". suara yang begitu dingin dan juga penuh intimidasi. mereka semua menoleh pada asal suara ituu

__ADS_1


"aiden" seru edward dan raymon tetapi yang lain hanya menatap tiga anak remaja yg berdiri tegap di hadapan mereka


"biarkan mommyku istiraht dulu" tekan aiden membuat mereka bergidik ngeri termasuk edward dan raymon


"mo..mom..mommy" sahut natalia


"kak perkenalkan mereka adalah anak anakku" jawan cepat edward


" jadi selama alexsa hilang dia sudah melahirkan anak anak setampan dan secantik ini" seru abraham dengan mata yang berbinar senang


"iya dad mereka cucumu" sambung edward


"sudah berbicaranya. sekarang biarkan mommyku istirahat" tekan aiden kembali


"boy" sahut alexsa


"tapi mom" ucapan aiden langsung terpotong oleh tatapan alexsa


sedangkan yang tersisa di kamar tinggallah alexsa dan edward karna tadi alexsa menahan tangan edward agar tidak keluar bersama yang lainnya


"honey aku sangat merindukanmu" peluk alexsa pada tubuh tegap edward yang semakin tua semakin tampan


" aku pun baby" sahut edward


sedangkan mereka yang keluar bingung di mana keberadaan edward.


"di mana daddymu ray?". tanya brayen

__ADS_1


" paling daddy bersama mommy,, mereka ingin mengenang kembali semuanya" sahut raymon membuat natalia melotot


" hey boy dari mana kau tau soal seperti itu?" tanya natalia masih dengan mata yang melotot


" tidak tau aunty, aku hanya menebak saja" bela raymon


"terserah padamu" sahut Natalia kembali dengan wajah sebal.


keesokan harinya mereka semua sudah bangun dan hari ini pun alexaa di izinkan untuk pulang karna semua sudah kembali normal tetapi alexsa merasa tidak enak hati kepada paman sam dan juga anjas yang selama bertahun tahun mengurusnya dan anak anaknya.


"tak apa al pergilah bersama keluargamu" ucap paman sam


"tapi paman" ucapan alexsa langsung di potong oleh anjas


"tak apa kau tak perlu merasa tak enak hati seperti itu, pulanglah banyak yang merindukanmu" sahut anjas dengan mata yang berembun


"baiklah terimakasih atas kebaikan kalian kepada kami" seru alexsa


" tak masalah pergilah" seru anjas terkesan mengusir


"kau mengusirku kak" tanya alexsa


"tidak bukan seperti itu, ahh sudahlah sana pergi" sebal anjas


"baiklah kami pamit yahh baik baik di sini paman kakak" pamit alexsa


"kami pergi aunty uncle" seru si kembar

__ADS_1


"baik baik di sana anak anak baik" kata anjas dan akhirnya mereka masuk ke mobil dan langsung menuju bandara.


Bersambung...


__ADS_2