
"apa" teriak raymon
"ra apa yang kau katakan" sentak aiden
"lihatkan kak bahkan dia menyentakku" adu rachel lagi membuat aiden menggeleng tidak percaya dengan kelakuan kembarannya
"aiden alex" panggil raymon dengan suara rendahnya dan entah kenapa aiden dan alex menjadi ngeri mereka seperti mendengar suara rendah sang mommy
" dia benar kakak kita al" bisik aiden pada alex
" dengar rachel satu satunya adik perempuan kita, dan juga berlian di antara kita bertiga yang harus kita jaga jadi kakak mohon apapun kesalahannya jangan perna membentaknya bicara perlahan. kakak tidak ingin lagi mendengar kalau rachel menangis karna kalian berdua paham!!" nasehat raymon
" ayo ra ikut kakak" ajak raymon pada rachel
" kak gendong" pinta rachel dengan muka menggemaskan sehingga tidak ada yg bisa menolaknya
saat sudah berada di gendongan raymon rachel berpaling ke belakang dan menjulurkan lidahnya kepada kedua kembarannya, dan itu sungguh membuat aiden dan alex kesal sekali.
"ra apa kau tak lapar" tanya raymon di sela sela gendongannya
" aku akan mandi dulu setelah itu baru makan" jawab rachel
" baiklah kalau seperti itu". sahut raymon
" oh astaga aku melupakan koperku kak" kejut rachel karna kopernya ada di kamar aiden
__ADS_1
" tenanglah, kau masuk lebih dulu biar kakak yg akan mengambil kopermu" ujar raymon menurunkan rachel di depan pintu kamar
"terimakasih kakak" senyum rachel mengembang dan itu membuat raymon terpesona ia melihat mommynya di wajah rachel
setelah selesai mandi rachel dan raymon turun ke bawa dengan bergandengan tangan seolah olah raymon menunjukan bahwa rachel adalah miliknya, adik kesayangannya
"sayang di mana kedua saudaramu?". tanya alexsa
" oh mereka masih berada di kamar mom" jawab raymon
"baiklah mommy akan menyiapkan makanan dulu yah" ujar alexsa
"daniel tolong panggilkan aiden dan alex yah" perintah edward
tok tok tok
daniel mengetuk tiga kali pintu kamar yang ia yakini kamar aiden
" siapa itu? apa itu rachel tapi jika rachel tidak mungkin dia mengetuk pintu" ujar alex
saat alex akan berdiri membukanya suara aiden lebih dulu terdengar
"biar aku yang membukanya" kata aiden membuat alex duduk kembali
saat pintu terbuka tampaklah wajah daniel du sana" ada apa?" tanya aiden dengan aura yang mendingin membuat daniel diam
__ADS_1
" hey, apa kau hanya akan diam saja" sentak aiden membuat daniel terkejut
" maaf, kau dan saudaramu di panggil daddy edward" jawab daniel seadanya dengan rasa takut
" baiklah silakan turun lebih dulu nanti kami menyusul" suru aiden
" ah tunggu" suara aiden kembali terdengar dan itu menghentikan langkah daniel menuruni tangga
" ya ada yang bisa di bantu" sopan daniel
" berhenti berlagak seolah kau adalah pelayan!." ujar aiden
" maafkan aku jika kau merasa tak nyaman" ucap daniel dengan kepala tertunduk
" aku bukan monster, angkat kepalamu dan tatap wajahku!" seru aiden
" itu lebih baik, di mana adik perempuanku?". tanya aiden
" dia sudah berada di bawa bersama kak raymon" jawab daniel
" baiklah kau boleh pergi lebih dulu ke bawa" perintah aiden
tidak berselang lama dari perginya daniel, alex dan aiden sudah selesai mandi dan berganti pakaian menjadi kaos oblong hitam dan celana abu abu dan itu menambah kesan tampan di wajah mereka. saat mereka menuruni tangga mereka menjadi pusat perhatian semua orang
"wahh lihatlah mereka sangat tampan sekali" ceplos emy dan sinta langsung menutup mulut putrinya itu.
__ADS_1